Perang Thailand-Kamboja Membara: 53 Warga Sipil Tewas

Selasa, 23 Desember 2025 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

China bergerak cepat mediasi Thailand-Kamboja, kirim utusan khusus. Di sisi lain, ASEAN dinilai lamban merespons konflik anggotanya sendiri. Dok: Istimewa.

China bergerak cepat mediasi Thailand-Kamboja, kirim utusan khusus. Di sisi lain, ASEAN dinilai lamban merespons konflik anggotanya sendiri. Dok: Istimewa.

BANGKOK/KUALA LUMPUR, POSNEWS.CO.ID – Pertempuran di perbatasan Thailand dan Kamboja mencapai titik didih yang mengerikan. Data terbaru per 21 Desember 2025 menunjukkan lonjakan korban jiwa yang signifikan.

Tercatat, konflik ini telah merenggut nyawa 53 warga sipil dari kedua belah pihak. Kementerian Dalam Negeri Kamboja melaporkan 19 warganya tewas dan 79 lainnya terluka. Sementara itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand mengonfirmasi kematian 34 warga sipilnya.

Tak hanya itu, militer Thailand juga menderita kerugian personel. Pusat Pers Gabungan melaporkan 21 tentara Thailand gugur dalam tugas. Akibatnya, total korban tewas kini menembus angka 74 jiwa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampak kemanusiaan kian tak terkendali. Lebih dari 510.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka demi menyelamatkan diri dari hujan peluru.

Baca Juga :  Iran Tinjau Proposal AS Saat Harga Minyak Dunia Anjlok

Jet Tempur F-16 Hancurkan Kasino

Situasi di lapangan masih sangat tegang. Pasukan Kamboja terus memborbardir wilayah perbatasan di Provinsi Sa Kaeo, Thailand, pada Minggu sore.

Thailand merespons dengan kekuatan penuh. Lantas, mereka mengerahkan jet tempur F-16 untuk menghancurkan depot senjata Kamboja. Depot tersebut tersembunyi di dalam sebuah kasino yang terbengkalai.

Selain itu, serangan udara juga menargetkan jalur suplai senjata lawan. Pasukan darat Thailand kini berhasil mengambil kendali awal atas Highland 350, sebuah dataran tinggi strategis di wilayah sengketa.

Sebaliknya, pasukan Kamboja melancarkan serangan balik menggunakan drone dan peluncur roket. Juru bicara Kamboja, Meas Sopheakdet, menuding serangan Thailand mengancam situs warisan budaya dunia.

ASEAN Akhirnya Bergerak

Di tengah eskalasi ini, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akhirnya mengambil langkah konkret. Sebuah Pertemuan Luar Biasa Menteri Luar Negeri ASEAN akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22 Desember.

Baca Juga :  Akhir Drama Perbatasan: Thailand dan Kamboja Sepakati Gencatan Senjata Segera

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menaruh harapan besar pada pertemuan ini. Sebagai Ketua ASEAN, Malaysia ingin memajukan dialog dan mengimplementasikan konsensus de-eskalasi.

Kabar baiknya, kedua negara yang bertikai telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Forum ini menjadi ujian krusial bagi relevansi ASEAN dalam menjaga stabilitas kawasan.

China Intensifkan Diplomasi Ulang-Alik

Sementara itu, China terus memainkan peran mediator aktif. Utusan Khusus Deng Xijun telah terbang ke kedua negara untuk melakukan “diplomasi ulang-alik” (shuttle mediation).

Menteri Luar Negeri Wang Yi juga telah menelepon mitranya di Bangkok dan Phnom Penh. Hasilnya, kedua belah pihak menyatakan keinginan untuk meredakan ketegangan dan mencapai gencatan senjata.

Kini, nasib jutaan warga di perbatasan bergantung pada meja perundingan di Kuala Lumpur. Jika diplomasi gagal lagi, perang terbuka yang lebih luas di jantung Asia Tenggara mungkin tak terelakkan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea
9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara
Tensi Hormuz Membara: Gempuran Udara dan Rudal Iran
6 Warga Meninggal dan Puluhan Rumah Hancur di Chupaca
Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik: Zelenskyy Desak Sekutu

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:30 WIB

Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris

Senin, 20 Juli 2026 - 22:25 WIB

Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:17 WIB

Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Senin, 20 Juli 2026 - 10:44 WIB

9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara

Berita Terbaru

Dominasi angka penjualan digital memperkuat alasan Sony menghentikan produksi kaset game fisik PlayStation mulai 2028. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kaset Fisik PlayStation Segera Punah Mulai 2028

Rabu, 22 Jul 2026 - 08:30 WIB

Manipulasi digital di balik layar. Para penggemar mencurigai Marvel Studios sengaja menghapus sejumlah karakter penting dari adegan trailer Avengers: Doomsday. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Fans Yakin Trailer Avengers: Doomsday Sembunyikan Karakter

Rabu, 22 Jul 2026 - 07:47 WIB