Dokter Detektif dr Samira Resmi Jadi Tersangka UU ITE, Polisi Buka Opsi Mediasi

Kamis, 25 Desember 2025 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Detektif dr Samira. (Posnews/Ist)

Dokter Detektif dr Samira. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID โ€“ Polisi menetapkan Dokter Detektif (Doktif) alias dr Samira sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Dwi Manggala Yuda mengatakan, penyidik menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dan menetapkan dr Samira sebagai tersangka sejak 12 Desember 2025.

โ€œPerkara sudah naik penyidikan dan tersangka ditetapkan pada 12 Desember 2025,โ€ ujar Dwi, Kamis (25/12/2025).

Dwi menjelaskan, penyidik menjerat dr Samira dengan Pasal 27A UU ITE. Meski begitu, polisi tetap membuka ruang mediasi antara dr Samira dan pelapor, dr Richard Lee.

Penyidik telah memanggil kedua pihak untuk mediasi di Polres Metro Jakarta Selatan. Namun, jadwal tersebut ditunda hingga 6 Januari 2026.

โ€œJika sampai 6 Januari kedua pihak tidak hadir, kami akan melanjutkan proses hukum dengan pemanggilan tersangka,โ€ tegas Dwi.

Baca Juga :  Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?

Polisi memastikan tidak menahan dr Samira karena ancaman pidana maksimal dua tahun penjara. Kendati demikian, status tersangka tetap berlaku dan dr Samira wajib lapor.

Kasus ini berawal dari laporan pencemaran nama baik yang terdaftar di Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/779/III/2025 tertanggal 6 Maret 2025, yang diajukan oleh AM dan RG.

Kini, publik menanti hasil mediasi sekaligus kelanjutan proses hukum kasus tersebut.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Penyadapan Listyo Sigit, Polri Bentuk Tim Khusus Dipimpin Kabareskrim
Berawal dari Laporan Warga, Polisi Gerebek Lapak Sabu di Tanah Abang
Siapa Perekrut Peserta Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda?
Mengenal Kombes Pol Ardyansyah, Perwira Intelijen Polda Metro Jaya
Sidang Dugaan Penculikan Penjaringan, Korban Mengaku Diseret ke Fortuner Putih
Polri Janji Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden, Tiga Tersangka Ditahan
Diburu Polisi, Terduga Bandar Narkoba Kampung Bahari Ditangkap
Hampir Lima Tahun Menanti, 7.871 Korban NET89 Berharap Uang Kembali

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:25 WIB

Kasus Penyadapan Listyo Sigit, Polri Bentuk Tim Khusus Dipimpin Kabareskrim

Kamis, 5 November 2026 - 06:13 WIB

Berawal dari Laporan Warga, Polisi Gerebek Lapak Sabu di Tanah Abang

Rabu, 4 November 2026 - 15:31 WIB

Siapa Perekrut Peserta Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda?

Rabu, 4 November 2026 - 10:16 WIB

Mengenal Kombes Pol Ardyansyah, Perwira Intelijen Polda Metro Jaya

Rabu, 4 November 2026 - 08:10 WIB

Sidang Dugaan Penculikan Penjaringan, Korban Mengaku Diseret ke Fortuner Putih

Berita Terbaru

Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto menandatangani kerja sama dengan dua perusahaan untuk membuka peluang kerja melalui program POLIRAN. (Posnews/Humas PMJ)

JABODETABEK

POLIRAN Buka Jalan Kerja bagi Warga Jakarta

Kamis, 5 Nov 2026 - 22:00 WIB

Kapolri Suyudi Ario Seto bersama Dirjen Imigrasi saat meluncurkan aplikasi I-GHAS 24/7 di Mabes Polri. (Posnews/Humas Polri)

NASIONAL

I-GHAS 24/7, Sistem Baru Polri Deteksi Buronan Internasional

Kamis, 5 Nov 2026 - 21:41 WIB

Ilustrasi, Penyadapan. (Magnific)

NASIONAL

Viral 64 Nama Diduga Disadap, Benarkah Sudah Terverifikasi?

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:23 WIB