14 Negara Keroyok Israel, Kecam 19 Pemukiman Baru di Tepi Barat

Kamis, 25 Desember 2025 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tragedi di tengah jeda. Serangan udara Israel menewaskan empat warga Palestina di Gaza, sementara operasi militer di Tepi Barat merenggut nyawa seorang remaja berusia 15 tahun. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Tragedi di tengah jeda. Serangan udara Israel menewaskan empat warga Palestina di Gaza, sementara operasi militer di Tepi Barat merenggut nyawa seorang remaja berusia 15 tahun. Dok: Istimewa.

YERUSALEM, POSNEWS.CO.ID – Gelombang tekanan diplomatik menghantam Israel dari segala penjuru. Empat belas negara secara serentak mengeluarkan kecaman keras pada Minggu (21/12/2025).

Negara-negara tersebut meliputi kekuatan besar seperti Inggris, Kanada, Jerman, Prancis, dan Jepang. Intinya, mereka menolak keputusan kabinet keamanan Israel yang menyetujui pembangunan 19 pemukiman Yahudi baru di Tepi Barat yang diduduki.

Dalam pernyataan bersamanya, blok negara ini menyebut langkah Israel sebagai pelanggaran hukum internasional. Selain itu, tindakan sepihak tersebut berisiko mengobarkan api instabilitas di kawasan yang sudah panas.

“Kami menyerukan Israel untuk membatalkan keputusan ini, serta menghentikan perluasan pemukiman,” bunyi pernyataan tegas yang dirilis oleh pemerintah Inggris.

Rekor Ekspansi dan Sabotase Damai

Menteri Keuangan Israel yang berhaluan kanan-jauh, Bezalel Smotrich, justru membanggakan langkah ini. Menurutnya, persetujuan terbaru itu membawa total pemukiman baru menjadi 69 unit dalam beberapa tahun terakhir, sebuah rekor baru.

Baca Juga :  Konfrontasi Militer Tanpa Batas: Perang Udara AS-Israel Meluas ke Lebanon

Data dari kelompok pengawas Peace Now menunjukkan lonjakan drastis. Jumlah pemukiman di Tepi Barat meningkat hampir 50 persen selama masa pemerintahan saat ini, dari 141 pada 2022 menjadi 210.

Keempat belas negara penanda tangan pernyataan khawatir langkah ini akan menyabotase upaya perdamaian. Khususnya, implementasi rencana komprehensif untuk Gaza yang sedang memasuki fase kedua.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mereka berisiko merusak prospek perdamaian dan keamanan jangka panjang di seluruh kawasan,” tambah pernyataan tersebut.

Dukung Solusi Dua Negara

Koalisi negara ini juga menegaskan kembali komitmen mereka terhadap solusi dua negara. Mereka menolak segala bentuk aneksasi.

“Kami teguh dalam dukungan kami terhadap hak penentuan nasib sendiri warga Palestina,” tegas mereka. Bagi mereka, tidak ada alternatif lain selain negosiasi yang menghasilkan dua negara demokratis, Israel dan Palestina, yang hidup berdampingan secara damai.

Baca Juga :  PM Sanae Takaichi Resmikan Panel Perombakan Strategi Pertahanan Jepang

Pernyataan ini juga didukung oleh Belgia, Denmark, Islandia, Irlandia, Malta, Belanda, Norwegia, dan Spanyol. Mereka mendesak Israel mematuhi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334.

Israel: “Ini Diskriminatif!”

Di sisi lain, Israel merespons dengan nada defensif. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, menolak mentah-mentah pernyataan bersama tersebut.

Ia berdalih bahwa keputusan pembangunan itu bertujuan mengatasi ancaman keamanan. Bahkan, Sa’ar menyerang balik dengan menyebut seruan asing tersebut sebagai tindakan yang salah secara moral.

“Pemerintah asing tidak akan membatasi hak orang Yahudi untuk tinggal di Tanah Israel. Seruan semacam itu diskriminatif terhadap orang Yahudi,” tulis Sa’ar di media sosial X.

Kini, jurang pemisah antara Israel dan sekutu Baratnya semakin lebar. Ambisi teritorial Tel Aviv tampaknya terus berjalan, meskipun dunia internasional berteriak lantang menentangnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan
LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar
Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi
Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis
Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:33 WIB

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Berita Terbaru

Ilustrasi, Eskalasi kekerasan di perbatasan. Pembunuhan seorang tetua suku yang anti-militan memicu baku tembak sengit antara komite perdamaian lokal dan kelompok bersenjata di wilayah Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Menepis spekulasi. Pejabat senior Iran menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dalam kondisi kesehatan yang prima dan tetap menjalankan tugas negara secara aktif, membantah laporan mengenai cedera akibat serangan udara. Dok: Xinhua.

INTERNASIONAL

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB