China Kecam Keras: Tuntut Pembebasan Segera Maduro

Minggu, 4 Januari 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visi masa depan bersama. Presiden Tiongkok Xi Jinping menyambut Presiden Vietnam To Lam di Beijing guna mempererat aliansi ideologi dan memperluas kerja sama teknologi tinggi di tengah dinamika global tahun 2026. Dok: Istimewa.

Visi masa depan bersama. Presiden Tiongkok Xi Jinping menyambut Presiden Vietnam To Lam di Beijing guna mempererat aliansi ideologi dan memperluas kerja sama teknologi tinggi di tengah dinamika global tahun 2026. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Ketegangan pasca-operasi militer Amerika Serikat di Venezuela memicu reaksi keras dari Beijing. Pada hari Minggu, Kementerian Luar Negeri China secara resmi mendesak Amerika Serikat. Mereka menuntut jaminan keselamatan pribadi Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya. Selain itu, Beijing menuntut pembebasan mereka dengan segera.

Juru bicara kementerian menyuarakan kekhawatiran mendalam. Ia menyoroti penyitaan paksa Maduro dan pemindahannya dari negara tersebut. Beijing menilai langkah Washington telah melampaui batas norma diplomatik yang beradab.

“Langkah AS jelas melanggar hukum internasional. Aksi ini juga menabrak norma dasar hubungan antarnegara serta prinsip Piagam PBB,” tegas juru bicara tersebut. Oleh karena itu, China mendesak AS menghentikan upaya penggulingan pemerintah Venezuela. Sebaliknya, Washington harus menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan negosiasi.

Baca Juga :  AS Tuduh Rwanda Khianati Perjanjian Damai: Dukung Pemberontak M23 Rebut Kota Strategis Kongo

Reaksi Awal: Syok dan Kutukan Keras

Sehari sebelumnya, China menyatakan rasa “sangat terkejut”. Mereka mengutuk keras penggunaan kekuatan militer AS terhadap negara berdaulat. Laporan mengonfirmasi bahwa AS melancarkan serangan militer skala besar ke Venezuela.

Presiden Donald Trump bahkan mengumumkan keberhasilan operasi tersebut melalui Truth Social. Ia menyatakan bahwa Maduro dan istrinya telah “diterbangkan ke luar negeri.”

Baca Juga :  Revolusi Hijau Tiongkok: Menyeimbangkan Monster Karbon

Menanggapi hal itu, juru bicara China melabeli tindakan tersebut sebagai “aksi hegemonik”. Menurut Beijing, tindakan ini melanggar kedaulatan Venezuela. Lebih jauh, aksi ini mengancam perdamaian di kawasan Amerika Latin dan Karibia.

“China dengan tegas menentangnya,” ujar juru bicara tersebut. Selanjutnya, ia meminta AS mematuhi hukum internasional. Washington harus berhenti melanggar kedaulatan negara lain demi ambisi sepihak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hery Susanto Resmi Ditahan Kejagung, Terseret Kasus Korupsi Nikel Rp1,5 Miliar
Bagaimana Perang Iran Memperkokoh Hegemoni Energi Hijau Tiongkok
Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba via Ojol, Lab Vape Etomidate di Jaktim Digerebek
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Langsung Diborgol Kejagung Tersandung Kasus
Sidang Perdana Aktivis Andrie Yunus Digelar 29 April 2026, Publik Soroti Proses Hukum
IEA, IMF, dan Bank Dunia Peringatkan Dampak Destruktif Perang Iran terhadap Ekonomi Dunia
Israel-Lebanon Mulai Negosiasi Langsung Perdana Sejak 1993
Zambia Cabut Pajak BBM guna Lindungi Ekonomi dari Dampak Perang Iran

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:31 WIB

Hery Susanto Resmi Ditahan Kejagung, Terseret Kasus Korupsi Nikel Rp1,5 Miliar

Kamis, 16 April 2026 - 14:13 WIB

Bagaimana Perang Iran Memperkokoh Hegemoni Energi Hijau Tiongkok

Kamis, 16 April 2026 - 14:02 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba via Ojol, Lab Vape Etomidate di Jaktim Digerebek

Kamis, 16 April 2026 - 13:34 WIB

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Langsung Diborgol Kejagung Tersandung Kasus

Kamis, 16 April 2026 - 13:15 WIB

Sidang Perdana Aktivis Andrie Yunus Digelar 29 April 2026, Publik Soroti Proses Hukum

Berita Terbaru

Validasi strategi Beijing. Kelumpuhan Selat Hormuz mempercepat transisi energi global ke arah teknologi bersih, memosisikan Tiongkok sebagai penguasa tunggal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bagaimana Perang Iran Memperkokoh Hegemoni Energi Hijau Tiongkok

Kamis, 16 Apr 2026 - 14:13 WIB