Politik dan Sains Mengubah Wajah Viking dalam Sejarah

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Runtuhnya pilar aturan iklim. Presiden Donald Trump mencabut

Ilustrasi, Runtuhnya pilar aturan iklim. Presiden Donald Trump mencabut "Endangerment Finding" 2009, sebuah langkah deregulasi terbesar yang menghapus kewajiban hukum pemerintah federal untuk membatasi gas rumah kaca. Dok: Istimewa.

STOCKHOLM, POSNEWS.CO.ID – Selama abad terakhir, dunia memandang Bangsa Viking dengan kacamata yang terus berubah. Terkadang sejarah mencerca mereka sebagai penakluk yang keji, namun di lain waktu, dunia meromantisasi mereka sebagai petualang yang gagah berani.

Jejak mereka tertanam dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari. Bahasa Inggris berutang banyak pada Bahasa Norse Kuno. Kata-kata benda seperti Hell (neraka), husband (suami), law (hukum), dan window (jendela), serta kata kerja seperti take (ambil) dan want (ingin), semuanya berasal dari mereka.

Namun, asal-usul kata “Viking” itu sendiri masih kabur. Apakah itu berarti “bajak laut Skandinavia”? Ataukah merujuk pada “teluk kecil” (inlet), atau mungkin tempat bernama Vik di Norwegia modern? Keraguan ini menyiratkan satu hal: kebingungan sejarah yang mendalam.

Secara umum, Zaman Viking bertahan dari akhir abad ke-8 hingga pertengahan abad ke-11. Mereka berlayar ke Inggris pada 793 M untuk menyerbu biara pesisir. Namun, jangkauan mereka jauh lebih luas dari sekadar penjarahan.

Viking sebagai Alat Politik Nasionalisme

Interpretasi tentang Viking sering kali bergantung pada siapa yang bercerita dan situasi politik saat itu. Pada abad ke-19, sejarawan di Denmark, Norwegia, dan Swedia “membangun” ulang Zaman Viking mereka sendiri demi alasan nasionalistik. Saat itu, ketiga negara sedang dalam krisis.

Baca Juga :  Rekor Dunia K-pop: Ekspor Album Tembus US$120 Juta di Kuartal I 2026

Denmark, yang baru saja kalah perang dan menyerahkan wilayah ke Jerman, membutuhkan suntikan moral. Norwegia, yang baru merdeka dari Swedia pada 1905 namun rentan secara ekonomi, berusaha menciptakan identitas terpisah. Sejarawan Norwegia, Gustav Storm, bersikeras bahwa nenek moyang merekalah—bukan Swedia atau Denmark—yang mengoloni Islandia, Greenland, dan Vinland (Kanada).

Sementara itu, Swedia yang telah kehilangan Norwegia dan Finlandia, berupaya memoles citranya. Mereka menggunakan temuan arkeologi mewah untuk memamerkan kejayaan masa lalu Viking mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemikir abad ke-19 juga terpengaruh oleh Herbert Spencer dan konsep “survival of the fittest”. Transisi Viking dari politeisme (banyak dewa) ke Kristen dianggap sebagai kemajuan moral. Padahal, sejarawan modern kini melihat bahwa Viking “kafir” dan orang Eropa Kristen pada masa itu sebenarnya sama-sama brutal.

Misteri Rusia dan Perang Dingin

Perdebatan paling panas mengenai Viking terjadi di timur. Selama empat dekade terakhir, interpretasi mengenai pengaruh Viking di Rusia berubah-ubah secara liar.

Sebagian besar sarjana non-Rusia percaya bahwa Viking menciptakan sebuah kerajaan di Rusia barat dan Ukraina modern yang dipimpin oleh seorang pria bernama Rurik pada tahun 862 M. Buktinya kuat: batu-batu ukir di Swedia menggambarkan perjalanan ke timur, dan bahasa Rusia serta Ukraina memiliki banyak kata serapan dari Norse Kuno. Nama populer seperti Igor dan Olga pun berakar dari sana.

Baca Juga :  Wajah Perang yang Terlupakan: Dampak Konflik terhadap Perempuan dan Anak-Anak

Namun, selama era Uni Soviet, narasi ini berubah total. Demi kepentingan Perang Dingin, Soviet menekankan asal-usul Slavia untuk membedakan diri dari “musuh” Swedia yang Viking.

Kini, sains modern mulai menjernihkan kabut politik tersebut. Studi genetika terbaru mendukung teori kolonisasi Norse: DNA penduduk Rusia barat ternyata konsisten dengan penduduk wilayah utara Stockholm di Swedia. Banyak orang Rusia modern kini menganggap diri mereka sebagai hibrida.

Sains Menulis Ulang Legenda

Sejarawan masa kini memiliki alat yang jauh lebih canggih daripada sekadar menerjemahkan hikayat (sagas) yang ditulis 300 tahun setelah kejadian.

Linguistik, numismatik (ilmu mata uang), dendrokronologi (penanggalan lingkar pohon), hingga analisis DNA dan kristalografi es kini menjadi senjata utama untuk mengungkap kebenaran. Meskipun demikian, sejarawan tetaplah “anak zaman mereka sendiri”, yang pandangannya tak bisa lepas sepenuhnya dari konteks masa kini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis
Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS
He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia
Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas
Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China
Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:58 WIB

Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:29 WIB

101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:49 WIB

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Berita Terbaru

Menepis spekulasi. Pejabat senior Iran menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dalam kondisi kesehatan yang prima dan tetap menjalankan tugas negara secara aktif, membantah laporan mengenai cedera akibat serangan udara. Dok: Xinhua.

INTERNASIONAL

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Ilustrasi, Ambang perang terbuka. Teheran memperingatkan balasan mematikan jika Washington melancarkan serangan baru, sementara penutupan Selat Hormuz terus mencekik 20% pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

Visi kemitraan masa depan. Wakil Perdana Menteri China He Lifeng mengajak Belgia untuk mempererat tradisi kerja sama yang saling menguntungkan dan menjaga sistem perdagangan dunia yang terbuka di tengah dinamika hubungan China-Uni Eropa.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:49 WIB