Anak Usia 4 Tahun Tiba-Tiba Menjadi Cerdas Secara Sosial

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

llustrasi, Pernahkah Anda bertanya-tanya kapan anak mulai mengerti kebohongan atau empati? Jawabannya terletak pada usia 4 tahun dan sebuah tes sederhana menggunakan boneka. Dok: Istimewa.

llustrasi, Pernahkah Anda bertanya-tanya kapan anak mulai mengerti kebohongan atau empati? Jawabannya terletak pada usia 4 tahun dan sebuah tes sederhana menggunakan boneka. Dok: Istimewa.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Menjadi orang tua sering kali berarti menebak-nebak isi kepala anak. Namun, tahukah Anda bahwa anak-anak juga mengalami fase di mana mereka belajar menebak isi kepala orang lain? Kemampuan ini, yang para psikolog sebut sebagai Theory of Mind (TOM), adalah tonggak emas perkembangan manusia.

Riset ekstensif sejak 1980-an menunjukkan bahwa sekitar usia empat tahun, anak-anak mengalami lonjakan kognitif. Mereka mulai memahami bahwa orang lain bisa memiliki keyakinan, keinginan, dan cara pandang dunia yang berbeda dari mereka sendiri. Sayangnya, absennya kemampuan ini sering menjadi indikator utama pada anak dengan autisme.

Uji Coba Cokelat dan Boneka

Bagaimana cara mengukurnya? Ilmuwan Wimmer dan Perner merancang metode cerdas bernama “tugas keyakinan salah” (false belief task). Mereka menceritakan kisah Maxi, yang menyimpan cokelat di lemari biru lalu pergi. Saat Maxi pergi, ibunya memindahkan cokelat itu ke lemari hijau.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peneliti kemudian bertanya kepada anak-anak: “Di mana Maxi akan mencari cokelatnya saat kembali?”

Baca Juga :  Krisis Loyalitas NATO: Bocoran Email Pentagon Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris

Anak di bawah empat tahun dengan polos menunjuk lemari hijau (tempat cokelat sebenarnya berada), berasumsi bahwa apa yang mereka tahu, Maxi juga tahu. Sebaliknya, anak di atas empat tahun dengan tepat menunjuk lemari biru. Mereka sadar bahwa Maxi memiliki keyakinan yang salah karena tidak melihat pemindahan itu.

Eksperimen Sally dan Anne

Baron-Cohen kemudian menyederhanakan tes ini menggunakan dua boneka, Sally dan Anne. Sally menaruh kelereng di keranjang lalu pergi jalan-jalan. Diam-diam, Anne memindahkan kelereng itu ke dalam kotak.

Hasilnya konsisten. Anak yang lolos tes mampu memisahkan pengetahuan mereka sendiri dari perspektif Sally. Mereka paham bahwa Sally akan mencari di keranjang, tempat terakhir ia melihat kelereng itu. Kemampuan memprediksi perilaku berdasarkan pemahaman mental orang lain inilah yang menjadi inti dari interaksi sosial yang sehat.

Imajinasi: Pisang Jadi Telepon

Ternyata, benih kemampuan ini sudah tumbuh jauh lebih awal. Peneliti Leslie berpendapat bahwa saat bayi berusia 18 bulan mulai bermain pura-pura—misalnya menggunakan pisang sebagai telepon—mereka sedang melatih sistem kognitif untuk membedakan antara realitas dan imajinasi.

Mekanisme “pemisahan” (de-coupler) ini memungkinkan anak membuat representasi sekunder dari dunia nyata. Tanpa kemampuan membedakan yang nyata dan yang pura-pura, seorang anak akan kesulitan memahami konsep kebohongan atau perspektif orang lain di kemudian hari.

Baca Juga :  Israel Gempur Kilang Minyak Teheran Saat Iran Siapkan Suksesi Pemimpin

Peran Saudara dan Keluarga Besar

Apakah kecerdasan ini murni biologis? Bukti menunjukkan faktor sosial bermain peran besar. Lewis meneliti anak-anak di Kreta dan Siprus yang hidup dalam keluarga besar. Temuannya menarik: anak yang sering berinteraksi dengan banyak orang dewasa dan memiliki kakak kandung cenderung menguasai TOM lebih cepat.

Dunn menambahkan poin penting. Interaksi dengan teman sebaya atau saudara sering kali lebih “menantang” daripada dengan orang tua. Teman sebaya tidak selalu memaklumi keinginan kita, sehingga memaksa anak untuk bekerja lebih keras memahami pikiran orang lain demi kelancaran bermain.

Empati Sejak Dini

Meskipun usia empat tahun adalah ambang batas klasik, beberapa ahli seperti Harris menyarankan bahwa anak-anak mungkin lebih pintar dari dugaan kita. Melalui teori “simulasi”, anak-anak mungkin menempatkan diri mereka dalam posisi orang lain secara imajinatif.

Bahkan bayi pun menunjukkan tanda-tanda awal empati dan keinginan berbagi perhatian dengan menunjuk objek. Oleh karena itu, kemampuan sosial bukanlah tombol lampu yang tiba-tiba menyala di ulang tahun keempat, melainkan sebuah spektrum yang terus berkembang seiring asahan lingkungan dan kematangan otak.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam
Satgas Ungkap KKB Bakusip Diduga Dalang Pembakaran Pesawat PT AMA

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:56 WIB

Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB