Trump Tarik AS dari 66 Organisasi Internasional Sekaligus

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ketegangan baru di Selat Hormuz. Amerika Serikat meluncurkan serangan balasan ke Iran setelah penembakan jatuh helikopter Apache di tengah ancaman pecahnya aliansi AS-Israel. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Ketegangan baru di Selat Hormuz. Amerika Serikat meluncurkan serangan balasan ke Iran setelah penembakan jatuh helikopter Apache di tengah ancaman pecahnya aliansi AS-Israel. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Donald Trump kembali mengguncang panggung diplomasi dunia dengan langkah unilateral yang berani. Pada hari Rabu, Presiden Amerika Serikat itu menandatangani sebuah memorandum yang mengarahkan penarikan negaranya dari 66 organisasi internasional.

Gedung Putih mengumumkan langkah tersebut melalui platform X, menegaskan bahwa organisasi-organisasi ini “tidak lagi melayani kepentingan Amerika”. Di bawah panji slogan “America First”, Trump secara spesifik menargetkan 31 entitas PBB dan 35 organisasi non-PBB.

Menurut daftar yang Gedung Putih rilis, sebagian besar target adalah badan, komisi, dan panel penasihat yang berfokus pada isu-isu progresif. Pemerintahan Trump mengategorikan fokus mereka pada perubahan iklim, tata kelola global, dan ketenagakerjaan sebagai promosi keberagaman dan agenda “woke” yang bertentangan dengan visi konservatifnya.

Memutus Koneksi PBB dan Iklim

Daftar lembaga yang ditinggalkan AS mencakup nama-nama besar. AS akan menarik diri dari panel Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC) untuk wilayah Afrika, Amerika Latin, Asia Pasifik, hingga Asia Barat. Tak hanya itu, Komisi Hukum Internasional dan Pusat Perdagangan Internasional juga masuk dalam daftar hitam.

Di sektor non-PBB, dampaknya tak kalah masif. AS meninggalkan 24/7 Carbon-Free Energy Compact, Forum Kontraterorisme Global, hingga Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC). Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) juga menjadi korban, menandakan mundurnya AS dari komitmen transisi energi global.

Satu Tahun Periode Kedua yang Agresif

Tanggal 20 Januari nanti akan menandai ulang tahun pertama periode kedua kepresidenan Trump. Sejak kembali ke Gedung Putih setahun lalu, ia bergerak cepat membongkar keterlibatan internasional AS.

Baca Juga :  Ilusi Perdamaian Kant: PBB Gagal Mencegah Perang

Sebelum pengumuman massal ini, Trump telah mengumumkan rencana keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kesepakatan Iklim Paris, dan UNESCO. Ia juga memotong pendanaan AS untuk PBB, menghentikan keterlibatan dengan Dewan HAM PBB, dan memperpanjang pembekuan dana untuk badan bantuan Palestina, UNRWA.

Keraguan terhadap NATO

Sementara itu, ketegangan dengan sekutu tradisional juga memuncak. Sebelumnya pada hari Rabu, Trump meragukan komitmen NATO melalui unggahan di Truth Social. Ia mempertanyakan apakah aliansi militer tersebut akan membela AS jika dibutuhkan.

Komentar ini muncul hanya dua hari setelah Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen memberikan peringatan keras. Frederiksen menyebut bahwa serangan militer AS ke Greenland—sebuah wacana yang sedang Gedung Putih pertimbangkan—bisa secara efektif mengakhiri aliansi militer Barat tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar
Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran
Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal
Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer
Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza
Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan
Juri Menyatakan Hadi Matar Bersalah atas Penikaman Penulis
Racun Sianida pada Tomat Diduga Tewaskan 15 Gajah di Kenya

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza

Berita Terbaru

Langkah taktis dua raksasa ekonomi. Intervensi gabungan otoritas keuangan Jepang dan Amerika Serikat mendongkrak nilai tukar yen hingga level 157 per dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar

Minggu, 2 Agu 2026 - 06:18 WIB