Temukan 62 Kasus Super Flu, Data Laboratorium Disorot – Kemenkes Minta Waspada

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus memberikan keterangan terkait temuan kasus super flu di Indonesia. (Posnews/Kemenkes)

Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus memberikan keterangan terkait temuan kasus super flu di Indonesia. (Posnews/Kemenkes)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap temuan 62 kasus super flu atau influenza A (H3N2) di Indonesia hingga akhir Desember 2025.

Namun demikian, pemerintah mengakui angka tersebut belum tentu mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus menyatakan, seluruh kasus tersebut merupakan hasil pemeriksaan laboratorium. Meski begitu, ia menilai potensi kasus sebenarnya bisa lebih banyak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini yang terdeteksi dan diperiksa di laboratorium ada 62 kasus. Tapi kemungkinan jumlahnya lebih dari itu,” ujar dr. Benjamin dikutip Jumat (9/1/2026).

Meski mengakui keterbatasan data, pria yang akrab disapa dr. Benny menegaskan situasi nasional masih terkendali dan belum menunjukkan lonjakan ekstrem.

Namun di sisi lain, pernyataan ini sekaligus memunculkan pertanyaan soal cakupan surveilans dan deteksi dini, mengingat angka kasus hanya bergantung pada pemeriksaan laboratorium terbatas.

Lebih lanjut, dr. Benny menjelaskan bahwa tren kasus flu justru menurun tajam dalam dua bulan terakhir, khususnya dalam dua pekan terakhir.

Baca Juga :  Modus Toko Pulsa dan Sembako Terbongkar, Polisi Sita Ribuan Obat Daftar G

“Harus diingat, sekarang kasus flu sudah turun jauh. Dua bulan terakhir, terutama dua minggu terakhir, grafiknya terus menurun. Flu memang biasanya memuncak di awal musim hujan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, pola kenaikan flu bersifat musiman dan terjadi hampir setiap tahun di periode yang sama.

“Biasanya Agustus, September naik, Oktober meningkat. Sekarang Desember menuju Januari justru mulai reda. Terlihat jelas, kasus flu di masyarakat berkurang,” katanya.

Influenza A (H3N2) Dikenal Lama Dunia Medis

Menanggapi istilah “super flu” yang ramai diperbincangkan publik, dr. Benny menegaskan tidak ada virus baru yang sedang menyebar. Menurutnya, influenza A (H3N2) sudah lama dikenal dunia medis.

Ia menjelaskan bahwa virus ini termasuk tipe A, dengan subclade tertentu yang mengalami perubahan genetik setiap tahun, sehingga vaksin influenza juga harus diperbarui secara rutin.

“Super flu itu H3N2. Ini bukan virus baru. Influenza memang selalu berubah karena replikasi, makanya vaksin flu tiap tahun selalu berbeda,” paparnya.

Meski begitu, penjelasan ini memunculkan catatan kritis: perubahan virus yang terus terjadi menuntut penguatan edukasi publik, terutama agar masyarakat tidak menganggap flu sebagai penyakit sepele.

Baca Juga :  Update Kasus Alvaro Kiano, Bocah Hilang Ditemukan Tewas - Polisi Periksa DNA

Wamenkes menegaskan pemerintah tetap melakukan pemantauan dan surveilans aktif, meskipun tren kasus menunjukkan penurunan. Ia meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik berlebihan.

Menurutnya, sebagian besar kasus H3N2 memiliki tingkat kesembuhan tinggi, dengan gejala umum seperti demam, batuk, pilek, dan nyeri otot.

Super Flu Bukan Virus Baru

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menegaskan bahwa super flu bukan virus baru, berbeda dengan COVID-19 yang sempat memicu krisis global karena belum dikenali sistem imun manusia.

Menkes menilai, karena influenza A (H3N2) telah beredar selama puluhan tahun, sebagian besar masyarakat sudah memiliki kekebalan dasar, sehingga risiko gejala berat relatif kecil selama kondisi tubuh sehat.

Hingga saat ini, Kemenkes mencatat belum ada laporan kematian akibat super flu. Namun demikian, pemerintah memastikan pemantauan ketat terus dilakukan, terutama di tengah perubahan cuaca ekstrem yang berpotensi memicu lonjakan penyakit pernapasan.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perdagangan Indonesia-Inggris Capai USD2,66 Miliar, CEPA Dikebut
Kapal Virgo Transport 8 Makin Dalam, Basarnas Gandeng Ahli Hong Kong dan AS
Pakai Kurikulum IB, SMA KTB Siapkan Jalur Siswa WNA Mulai Angkatan III
Karhutla Makin Mengancam, Prabowo Siapkan Armada Water Bombing
4 Tersangka Penganiayaan Serda Ahmad Terancam Dipecat, Ini Kronologinya
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Diperiksa, 129 Korban Masih Dicari
Mendagri Tito Minta ASN di Papua Mendapat Pengamanan Lebih Ketat
OTT KPK BPN Bogor: Bos Summarecon dan 7 Orang Jadi Tersangka

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 08:01 WIB

Perdagangan Indonesia-Inggris Capai USD2,66 Miliar, CEPA Dikebut

Kamis, 17 September 2026 - 07:48 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Makin Dalam, Basarnas Gandeng Ahli Hong Kong dan AS

Kamis, 17 September 2026 - 06:15 WIB

Pakai Kurikulum IB, SMA KTB Siapkan Jalur Siswa WNA Mulai Angkatan III

Kamis, 17 September 2026 - 06:04 WIB

Karhutla Makin Mengancam, Prabowo Siapkan Armada Water Bombing

Rabu, 16 September 2026 - 12:23 WIB

4 Tersangka Penganiayaan Serda Ahmad Terancam Dipecat, Ini Kronologinya

Berita Terbaru

iPhone 18 Pro, 18 Pro Max, dan Duo resmi mengantongi sertifikasi TKDN Kemenperin 40%. Simak rincian nomor model dan prospek tanggal rilisnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

iPhone 18 Pro, 18 Pro Max Resmi Kantongi Sertifikasi TKDN

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:44 WIB

Direktur FBI Kash Patel membela kebijakan rekrutmen korban prostitusi di sidang Senat AS. Simak rincian perdebatan dan pengawasan pemilu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Direktur FBI Kash Patel Bela Kebijakan Rekrutmen Korban

Kamis, 17 Sep 2026 - 10:21 WIB

Dewan Kennedy Center menyetujui penutupan gedung untuk perbaikan usai hakim memblokir penambahan nama Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Dewan Kennedy Center Setujui Penutupan Gedung

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:17 WIB