Bagaimana Epstein Gunakan Kampus Elite untuk Rekrut Korban

Minggu, 18 Januari 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendidikan sebagai umpan. Rina Oh dan penyintas lain buka suara tentang bagaimana Epstein memanipulasi impian kuliah mereka menjadi mimpi buruk eksploitasi seksual. Dok: Istimewa.

Pendidikan sebagai umpan. Rina Oh dan penyintas lain buka suara tentang bagaimana Epstein memanipulasi impian kuliah mereka menjadi mimpi buruk eksploitasi seksual. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Di balik kedok filantropisnya, Jeffrey Epstein ternyata menyembunyikan strategi pemangsa yang kalkulatif. Para penyintas kini mengungkapkan bahwa pemodal yang mendiang itu menggunakan janji pendidikan universitas sebagai umpan utama untuk menjerat wanita muda ke dalam jaringan pelecehan seksualnya.

Rina Oh, seorang seniman New York, membuka kembali luka lama itu. Pada tahun 2000, saat ia masih menjadi mahasiswa seni berusia 21 tahun, ia diperkenalkan kepada Epstein oleh Lisa Phillips, sesama penyintas.

“Dia bilang padaku: ‘Kamu sangat berbakat. Saya pikir kamu harus sekolah,'” kenang Oh.

Epstein kemudian duduk di sebelahnya, memoles citra sebagai dermawan yang murah hati. Ia mengklaim telah menyekolahkan banyak anak muda ke universitas. Oh, yang saat itu polos, mempercayainya sepenuhnya.

Epstein menawarkan beasiswa ke School of Visual Arts New York dengan janji manis “tanpa syarat”. Namun, realitasnya jauh berbeda.

“Dia menyertakan banyak syarat pada beasiswa itu. Ketika saya tidak melakukan semua yang dia inginkan, dia mengambilnya kembali,” ungkap Oh.

Pola Manipulasi “Intelektual”

Rina Oh hanyalah satu dari sekian banyak korban. Kisah serupa bermunculan, merinci bagaimana Epstein menggunakan tawaran pendaftaran dan pembayaran uang kuliah di universitas bergengsi untuk mempertahankan cengkeramannya.

Baca Juga :  Polisi Didesak Usut Tuntas Penyerangan Brutal Oknum Ormas Sakera ke Anggota BRN di Pasuruan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyelidikan kini bergulir ke tingkat legislatif. Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Jamie Raskin, telah mengirim surat ke Universitas Columbia dan Universitas New York (NYU). Ia menuntut transparansi lebih lanjut mengenai aspek skandal ini.

“Tuan Epstein berulang kali memikat wanita muda ke dalam jaringannya dengan berjanji membantu mereka masuk ke perguruan tinggi,” tulis Raskin.

Tujuannya ganda: melakukan pelecehan seksual dan memastikan para korban merasa berhutang budi. Rasa hutang ini membuat mereka enggan melapor ke penegak hukum.

Bagi Oh, Epstein bukan sekadar predator fisik. “Dia sangat terobsesi untuk menyusup ke dalam pikiran anak muda,” katanya. “Dia tidak hanya ingin menyusup untuk kekerasan fisik, dia ingin menyusup ke otak mereka karena dia adalah binatang yang serebral.”

Kampus Ternama dalam Sorotan

Laporan Komite Kehakiman DPR AS mengungkap detail transaksi yang mencurigakan. Epstein tercatat membayar biaya kuliah seorang penyintas di NYU antara tahun 2000 dan 2002. Ia juga membantu membayar biaya kuliah korban lain di Columbia antara 2004 dan 2007.

Seorang wanita lain bersaksi kepada Wall Street Journal bahwa Epstein membuatnya merasa seolah-olah ia bisa masuk universitas hanya berkat koneksi Epstein. “Dia membingkainya seolah-olah dialah yang memasukkan saya,” ujarnya.

Baca Juga :  BPIH 2026 Turun Rp1 Juta, Pemerintah Janjikan Pelayanan Haji Lebih Efisien

Juru bicara NYU menyatakan komitmen penuh untuk bekerja sama dengan penyelidikan ini. Sementara itu, pejabat Columbia mengonfirmasi telah menerima surat dari Raskin dan sedang meninjaunya.

Hubungan Epstein dengan dunia akademis ternyata meluas jauh melampaui pembayaran uang kuliah. Setelah kematiannya di penjara pada 2019, terungkap koneksi mendalamnya dengan Harvard dan MIT. Direktur MIT, Joi Ito, bahkan mengundurkan diri karena skandal keuangan dengan Epstein.

Ketergantungan Berkedok Kedermawanan

Bagi Rina Oh, pola ini sangat jelas dan menakutkan. Tawaran pendidikan menciptakan ketergantungan finansial yang bisa Epstein cabut kapan saja. Ini adalah bentuk kontrol yang ia samarkan sebagai kedermawanan.

Dokumen pengadilan terbaru juga mengungkap bahwa Epstein mungkin telah memulai pola ini sejak 1994. Sebuah gugatan mengklaim ia bertemu korban pertamanya di Interlochen Center for the Arts, sebuah kamp musim panas seni di Michigan.

“Dia ingin mengoleksi orang-orang ini agar dia bisa memiliki mereka,” tutup Oh. “Dia punya obsesi tentang kepemilikan. Tidak ada yang gratis dengan Epstein.”

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Bekasi Tertibkan Perlintasan Liar, Alarm Kereta Dipasang 500 Meter
Bareskrim Bongkar TPPU Koko Erwin, Istri dan Anak Terseret – Aset Rp15,3 Miliar Disita
Uni Emirat Arab Resmi Keluar dari OPEC+ Mulai Mei 2026
Kejar-kejaran Dramatis di Dumai, Bareskrim Sita Narkoba 18 Kg Sabu dan 30 Ribu Ekstasi
Tanker Idemitsu Maru Berhasil Melintas Tanpa Biaya Tol
Prakiraan Cuaca 30 April 2026: Jabodetabek Hujan, Sejumlah Kota Besar Waspada Cuaca Ekstrem
Krisis Gandum Kyiv-Yerusalem: Ukraina Tuduh Israel Impor Hasil Jarahan Rusia
Raja Charles III Serukan Persatuan di Tengah Keretakan Aliansi AS-Inggris

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 08:31 WIB

Wali Kota Bekasi Tertibkan Perlintasan Liar, Alarm Kereta Dipasang 500 Meter

Kamis, 30 April 2026 - 07:49 WIB

Bareskrim Bongkar TPPU Koko Erwin, Istri dan Anak Terseret – Aset Rp15,3 Miliar Disita

Kamis, 30 April 2026 - 07:48 WIB

Uni Emirat Arab Resmi Keluar dari OPEC+ Mulai Mei 2026

Kamis, 30 April 2026 - 07:06 WIB

Kejar-kejaran Dramatis di Dumai, Bareskrim Sita Narkoba 18 Kg Sabu dan 30 Ribu Ekstasi

Kamis, 30 April 2026 - 06:46 WIB

Tanker Idemitsu Maru Berhasil Melintas Tanpa Biaya Tol

Berita Terbaru

Pergeseran peta kekuatan minyak. Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan pengunduran diri dari OPEC dan OPEC+, memicu ketidakpastian baru di pasar energi global saat ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus memuncak. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Uni Emirat Arab Resmi Keluar dari OPEC+ Mulai Mei 2026

Kamis, 30 Apr 2026 - 07:48 WIB

Oksigen bagi industri Jepang. Tanker Idemitsu Maru berhasil melewati Selat Hormuz dengan membawa 2 juta barel minyak mentah, menandai pergerakan perdana kapal tanker Jepang sejak krisis energi 2026 dimulai. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tanker Idemitsu Maru Berhasil Melintas Tanpa Biaya Tol

Kamis, 30 Apr 2026 - 06:46 WIB