Timur Tengah Memanas: AS Kirim Lusinan Jet Tempur F-15E

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan memuncak. AS kerahkan skuadron tempur tambahan dan matikan transponder kapal induk saat mendekati zona konflik, sementara Iran laporkan ribuan korban jiwa akibat kerusuhan domestik. Dok: Istimewa.

Ketegangan memuncak. AS kerahkan skuadron tempur tambahan dan matikan transponder kapal induk saat mendekati zona konflik, sementara Iran laporkan ribuan korban jiwa akibat kerusuhan domestik. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Amerika Serikat secara agresif memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah. Washington mengambil langkah strategis ini di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Akibatnya, kekhawatiran akan konflik terbuka yang lebih luas pun kian memuncak.

Laporan mengonfirmasi pergerakan masif aset tempur udara AS. Lebih dari selusin jet tempur F-15E Strike Eagle bertolak dari Inggris pada 18 Januari menuju Timur Tengah. Pesawat angkut raksasa C-17 Globemaster III turut mendampingi pergerakan tersebut. Selanjutnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) secara resmi mengonfirmasi penempatan pesawat-pesawat tersebut pada 20 Januari.

Data pelacakan penerbangan sumber terbuka menunjukkan konsentrasi kekuatan yang menakutkan: tiga skuadron F-15E kini telah bersiaga di kawasan tersebut. Selain itu, Pentagon juga berencana segera mengirim jet tempur F-16 dan pesawat serang darat legendaris A-10 Thunderbolt II.

USS Abraham Lincoln Bergerak dalam Mode “Siluman”

Di lautan, manuver militer AS tak kalah serius. Kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln terus bergerak mendekati wilayah konflik.

Baca Juga :  Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat Kolaborasi Tangani Banjir lewat Normalisasi Sungai Ciliwung

Mengutip data pelacakan maritim pada 20 Januari, pejabat AS mengungkapkan detail menarik. Armada tersebut ternyata telah transit di Selat Malaka dengan mematikan transponder mereka. Mode “senyap” ini sering kali menjadi sinyal kesiapsiagaan operasi tempur tingkat tinggi.

Iran: “Kami Siap Membalas”

Di sisi lain, Teheran merespons pengerahan kekuatan ini pada hari Rabu (21/1). Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, segera mengeluarkan peringatan keras.

“Kami akan membalas setiap serangan baru terhadap Iran dengan respons yang tegas,” ancam Araghchi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, ia tetap membuka celah diplomasi. Araghchi menekankan bahwa Teheran tetap terbuka untuk mencapai kesepakatan yang adil. Oleh karena itu, ia menyerukan Washington untuk terlibat dengan Iran atas dasar rasa saling menghormati.

Tragedi Berdarah di Dalam Negeri

Sementara ancaman eksternal meningkat, Iran juga tengah berdarah-darah di dalam negeri. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran merilis data yang mengejutkan melalui penyiar negara pada hari Rabu.

Baca Juga :  Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 59 Santri Masih Terjebak Reruntuhan

Kerusuhan yang meletus antara 30 Desember hingga 7 Januari telah menelan korban jiwa sebanyak 3.117 orang. Angka mengerikan ini mencakup 2.427 warga sipil dan personel penegak hukum.

Otoritas Iran menyalahkan “pemimpin kerusuhan yang terorganisir”. Mereka menuduh kelompok ini mengubah protes damai—yang bermula akibat kenaikan harga dan depresiasi mata uang—menjadi tindakan kekerasan. Lebih lanjut, mereka menuduh “teroris” menggunakan senjata api secara luas.

Laporan di lapangan menunjukkan kerusakan infrastruktur yang sangat masif. Pasar, toko, bank, masjid, fasilitas medis, hingga sistem transportasi umum hancur di berbagai kota.

Sehubungan dengan itu, pejabat Iran berulang kali menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai dalang di balik kerusuhan ini. Menlu Araghchi, dalam opini terbarunya di The Wall Street Journal, membela keputusan pemerintah membatasi akses internet selama protes. Ia berargumen bahwa pemerintah perlu mengambil langkah itu untuk mencegah eskalasi lebih lanjut akibat keterlibatan teroris asing dan domestik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov
Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir
Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan
LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar
Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi
Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:43 WIB

6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:31 WIB

Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:33 WIB

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Berita Terbaru