Armada AS Kepung Iran, Komandan IRGC: Jari Kami Sudah di Pelatuk

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya meredam konflik regional. Presiden Donald Trump mengeklaim Israel dan Hezbollah sepakat membatasi serangan demi memuluskan jalannya perundingan gencatan senjata total. Dok: Istimewa.

Upaya meredam konflik regional. Presiden Donald Trump mengeklaim Israel dan Hezbollah sepakat membatasi serangan demi memuluskan jalannya perundingan gencatan senjata total. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Ketegangan antara Washington dan Teheran mencapai level baru yang berbahaya pada hari Kamis (22/1). Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengumumkan pergerakan kekuatan militer besar-besaran ke arah Iran.

Berbicara kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One saat kembali dari Forum Ekonomi Dunia di Davos, Trump tidak menutupi manuver tersebut.

“Kami memiliki banyak kapal yang menuju ke arah sana untuk berjaga-jaga. Kami memiliki armada besar (flotilla) yang menuju ke arah sana. Dan kita akan lihat apa yang terjadi,” ujar Trump.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan penekanan pada skala kekuatan tersebut. “Kami memiliki armada. Kami memiliki armada masif yang menuju ke arah itu, dan mungkin kami tidak harus menggunakannya. Kita lihat saja,” katanya, menyiratkan ancaman sekaligus ketidakpastian.

Baca Juga :  Medan Perang Siber: Masa Depan Konflik di Domain Kelima

Iran: “Jangan Salah Hitung”

Pernyataan Trump segera mendapat balasan sengit dari Teheran. Mohammad Pakpour, kepala komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, mengeluarkan peringatan keras kepada AS dan Israel.

Pakpour mendesak musuhnya untuk “menahan diri dari kesalahan perhitungan apa pun”. Ia memperingatkan bahwa kesalahan langkah akan berujung pada “nasib yang lebih menyakitkan dan memicu penyesalan”.

Sang komandan menegaskan kesiapan tempur pasukannya. “Pasukan Iran memiliki jari di pelatuk, lebih siap dari sebelumnya, dan siap melaksanakan perintah dari Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei,” tegas Pakpour.

Bayang-bayang Kerusuhan Berdarah

Ketakutan akan serangan AS meningkat seiring dengan gejolak domestik di Iran. Selama protes Desember-Januari, Trump sempat mengancam akan melakukan intervensi jika otoritas Iran menggunakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa. Ia bahkan menyebut AS dalam posisi “terkunci dan siap” (locked and loaded) untuk melindungi demonstran.

Baca Juga :  Operasi Ketupat 2026 Hari ke-12: 198 Kecelakaan, Arus Balik ke Jakarta Melonjak Tajam

Pemerintah Iran secara konsisten menyalahkan AS dan Israel atas kekerasan tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menuduh ancaman AS memberi insentif kepada “komplotan” untuk mengejar strategi “pertumpahan darah maksimum”.

Pemimpin Tertinggi Khamenei juga menyerang Trump secara personal dalam pernyataan televisi Sabtu lalu. Ia menyebut presiden AS itu sebagai “kriminal” atas korban jiwa dan kerusakan yang menimpa bangsa Iran.

Data Korban Jiwa: 3.117 Tewas

Laporan terbaru dari stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, pada hari Rabu mengungkap skala tragedi tersebut. Sebanyak 3.117 orang tewas selama kerusuhan.

Laporan tersebut mengklasifikasikan 2.427 dari korban tewas sebagai “warga sipil tak berdosa dan pasukan keamanan,” memperkuat narasi pemerintah bahwa kerusuhan tersebut merupakan serangan terorganisir, bukan sekadar protes damai.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis

Berita Terbaru

Epic Games berencana ubah EULA Unreal Engine agar karya game dapat melatih AI. Simak penjelasan Tim Sweeney. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Epic Games Siapkan Perubahan EULA Unreal Engine

Sabtu, 31 Okt 2026 - 12:35 WIB

Thrustmaster merilis controller flight sim TCA Sky Yoke berteknologi sensor magnetik H.E.A.R.T. dan fitur Dual Control. Simak spesifikasi dan harganya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Thrustmaster Rilis Controller Flight Sim TCA Sky Yoke

Sabtu, 31 Okt 2026 - 12:25 WIB

Sony bayar $50.000 untuk laporan celah hypervisor PS5. Langkah peneliti independen ini memicu kemarahan komunitas dan menghentikan proyek PS5 Linux. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Sony Bayar Hadiah 50 Ribu Dolar AS untuk Celah PS5 Jailbreak

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:53 WIB

Valve tambahkan dukungan drive CD optik ke kernel Steam Frame VR hanya dalam 10 menit usai respons permintaan pengguna. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Dengarkan Komunitas, Valve Tambahkan CD Drive Eksternal

Sabtu, 31 Okt 2026 - 10:49 WIB