JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Banjir masih mengepung DKI Jakarta hingga Jumat malam (23/1/2026). Sebanyak 121 rukun tetangga (RT) dan 16 ruas jalan dilaporkan masih terendam air, berdasarkan data BPBD DKI Jakarta per pukul 19.00 WIB.
Situasi ini membuat aktivitas warga kembali lumpuh di sejumlah wilayah.
BPBD DKI Jakarta menegaskan, hujan deras sejak Kamis (22/1/2026) menjadi pemicu utama banjir. Curah hujan tinggi mengguyur Jakarta dan sekitarnya, diperparah luapan sejumlah kali.
“Saat ini tercatat 121 RT dan 16 ruas jalan masih tergenang,” tegas Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, Jumat malam.
Tinggi genangan bervariasi, mulai 15 sentimeter hingga lebih dari 1 meter. Jakarta Barat menjadi wilayah terparah dengan total 48 RT terendam, disusul Jakarta Selatan 40 RT, Jakarta Timur 26 RT, dan Jakarta Utara 7 RT.
Meski demikian, BPBD DKI Jakarta langsung bergerak. Petugas diterjunkan ke seluruh wilayah terdampak untuk memantau genangan sekaligus berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat.
Upaya penyedotan air dan normalisasi saluran terus dikebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami juga menyiapkan kebutuhan dasar warga terdampak bersama lurah dan camat. Target kami, genangan surut secepat mungkin,” ujar Yohan.
Jakarta Barat Terparah
Di Jakarta Barat, banjir merendam Duri Kosambi, Kapuk, Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, hingga Kedoya. Di beberapa titik, genangan mencapai 120 sentimeter akibat luapan Kali Angke dan Kali Pesanggrahan.
Jakarta Selatan dan Timur Tak Luput
Sementara itu di Jakarta Selatan, banjir masih bertahan di Petogogan, Ulujami, hingga Pejaten Timur akibat luapan Kali Krukut, Pesanggrahan, dan Ciliwung.
Di Jakarta Timur, genangan merendam Bidara Cina, Kampung Melayu, Cipinang Melayu, hingga Halim Perdana Kusuma, dipicu hujan deras dan limpasan waduk.
16 Ruas Jalan Lumpuh
Tak hanya permukiman, 16 ruas jalan tergenang dan mengganggu arus lalu lintas. Genangan terpantau di antaranya Jalan Daan Mogot KM 13, Jalan Strategi Raya Joglo, Jalan Kebon Pala II, hingga Jalan Pulo Raya Petogogan. Ketinggian air di beberapa ruas mencapai 75 sentimeter.
BPBD DKI Jakarta mengimbau warga tetap waspada, menghindari ruas jalan tergenang, dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Potensi genangan susulan masih terbuka jika hujan kembali mengguyur Jakarta.
Daftar Wilayah yang Masih Terendam Banjir
Banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di DKI Jakarta. Di Jakarta Barat, genangan tercatat di 48 RT yang tersebar di Kelurahan Duri Kosambi, Kapuk, Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Jelambar, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, Sukabumi Utara, Kembangan Selatan, Kembangan Utara, dan Meruya Selatan.
Ketinggian air bervariasi mulai 15 hingga 120 sentimeter, dipicu curah hujan tinggi serta luapan Kali Angke dan Kali Pesanggrahan.
Sementara itu, Jakarta Selatan mencatat 40 RT terdampak banjir di Kelurahan Pondok Labu, Petogogan, Cipulir, Duren Tiga, Pejaten Timur, dan Ulujami.
Genangan setinggi 30–70 sentimeter terjadi akibat hujan deras yang disertai luapan Kali Krukut, Kali Ciliwung, dan Kali Pesanggrahan.
Di Jakarta Timur, banjir merendam 26 RT yang berada di Kelurahan Rawa Terate, Bidara Cina, Cipinang Muara, Kampung Melayu, Cipinang Melayu, Halim Perdana Kusuma, Makasar, dan Pinang Ranti.
Ketinggian air berkisar 20 hingga 80 sentimeter, dipicu hujan lebat serta luapan Kali Ciliwung, Kali Cipinang, dan saluran PHB Sulaiman.
Adapun Jakarta Utara mencatat 7 RT terdampak banjir, seluruhnya berada di Kelurahan Kapuk Muara, dengan ketinggian genangan 40–55 sentimeter akibat curah hujan tinggi.
Tak hanya permukiman, banjir juga menggenangi 16 ruas jalan di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Ketinggian air di ruas jalan tersebut berkisar 10 hingga 75 sentimeter, sehingga mengganggu mobilitas warga. (red)
Editor : Hadwan





















