Iran Tolak Negosiasi di Bawah Ancaman Trump

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampu hijau untuk Jenewa. Menlu Iran Abbas Araghchi bertemu Menlu Oman di Muscat guna menyelaraskan posisi sebelum menghadapi delegasi Amerika Serikat dalam perundingan nuklir putaran kedua. Dok: Istimewa.

Lampu hijau untuk Jenewa. Menlu Iran Abbas Araghchi bertemu Menlu Oman di Muscat guna menyelaraskan posisi sebelum menghadapi delegasi Amerika Serikat dalam perundingan nuklir putaran kedua. Dok: Istimewa.

TEHERAN/WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Eskalasi kata-kata dan pergerakan militer antara Iran dan Amerika Serikat mencapai titik didih baru pada hari Rabu (28/1). Pemerintah Iran secara tegas menutup pintu negosiasi dengan Washington selama ancaman aksi militer masih membayangi.

Penolakan ini merupakan respons langsung terhadap retorika agresif Presiden AS Donald Trump yang baru saja mengumumkan pengerahan kekuatan angkatan laut tambahan ke Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menegaskan posisi negaranya melalui kantor berita negara IRNA.

“Tidak mungkin ada negosiasi dalam suasana ancaman,” tegas Araghchi. “Melakukan diplomasi melalui tekanan militer tidak efektif dan tidak berguna. Jika mereka menginginkan negosiasi, mereka harus meninggalkan ancaman, tuntutan berlebihan, dan masalah yang tidak logis.”

“Jari di Pelatuk”

Melalui platform X, Araghchi memperjelas sikap Teheran. Meskipun Iran menyambut baik kesepakatan baru terkait program nuklirnya, mereka tidak akan ragu merespons operasi militer AS dengan kekuatan penuh.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta dan Sekitarnya Minggu 8 Maret 2026

“Angkatan Bersenjata kami yang berani sudah siap – dengan jari mereka di pelatuk,” tulis diplomat top Iran tersebut.

Trump: Armada Masif dan Tenggat Waktu

Di Washington, Donald Trump tidak mengendurkan tekanan. Melalui platform Truth Social, ia mendesak Teheran untuk segera kembali ke meja perundingan nuklir, sembari memberikan peringatan keras tentang kekuatan militer yang sedang bergerak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebuah armada masif sedang menuju Iran,” tulis Trump.

Ia sesumbar bahwa kekuatan ini akan lebih besar daripada yang sebelumnya dikerahkan di dekat Venezuela dan siap bertindak jika diperlukan.

“Semoga Iran segera datang ke meja perundingan dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan setara – TIDAK ADA SENJATA NUKLIR,” tambahnya dengan huruf kapital. “Waktu hampir habis.”

Trump memperingatkan bahwa serangan AS di masa depan akan “jauh lebih buruk” daripada tindakan militer sebelumnya jika kesepakatan tidak tercapai.

Baca Juga :  Perang Thailand-Kamboja Membara: 53 Warga Sipil Tewas

USS Abraham Lincoln Sudah di Posisi

Ancaman Trump bukan sekadar gertakan kosong. Amerika Serikat telah mengirimkan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kapal perusak peluru kendali pendampingnya ke wilayah tersebut.

Komando Pusat AS (CENTCOM) pada hari Senin mengonfirmasi bahwa kelompok tempur yang dipimpin kapal induk tersebut telah mengambil posisi di perairan Timur Tengah, meskipun mereka merahasiakan lokasi tepatnya.

Postur militer yang meningkat ini terjadi sekitar satu bulan setelah protes meletus di seluruh Iran. Teheran menuduh Amerika Serikat dan Israel sebagai dalang di balik kerusuhan tersebut. Sejak saat itu, Trump terus mengirimkan sinyal campuran: di satu sisi menyerukan negosiasi, namun di sisi lain menolak untuk mengesampingkan intervensi militer.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Cek Kesiapan Arus Mudik di Tol Kalikangkung, Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Nasional
BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Jawa Barat Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering
Polisi Ungkap Jejak Empat Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakarta
Malam Takbiran 2026 di Depok Tanpa Takbir Keliling, Ini Imbauan Wali Kota
Bareskrim Bongkar Tambang Nikel Ilegal di Konawe Utara, 2 Bos Perusahaan Jadi Tersangka
Polri Gelar Mudik Balik Gratis Presisi 2026, Wujudkan Arus Balik Lebaran Aman dan Lancar
Macet 32 Km Menuju Pelabuhan Gilimanuk, 17 Pemudik Tumbang Kepanasan Saat Antre Kapal
Modus Toko Pulsa dan Sembako Terbongkar, Polisi Sita Ribuan Obat Daftar G

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 17:54 WIB

Kapolri Cek Kesiapan Arus Mudik di Tol Kalikangkung, Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Nasional

Senin, 16 Maret 2026 - 17:34 WIB

BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Jawa Barat Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

Senin, 16 Maret 2026 - 17:22 WIB

Polisi Ungkap Jejak Empat Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakarta

Senin, 16 Maret 2026 - 14:26 WIB

Malam Takbiran 2026 di Depok Tanpa Takbir Keliling, Ini Imbauan Wali Kota

Senin, 16 Maret 2026 - 14:05 WIB

Bareskrim Bongkar Tambang Nikel Ilegal di Konawe Utara, 2 Bos Perusahaan Jadi Tersangka

Berita Terbaru