Pembicaraan Teknis Greenland dengan AS Dimulai, Tensi Mereda

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kembali ke jalur diplomasi. Setelah drama ancaman aneksasi, pejabat senior Denmark, Greenland, dan AS gelar pertemuan konstruktif pertama di Washington. Dok: Istimewa.

Kembali ke jalur diplomasi. Setelah drama ancaman aneksasi, pejabat senior Denmark, Greenland, dan AS gelar pertemuan konstruktif pertama di Washington. Dok: Istimewa.

BRUSSELS/WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Awan gelap yang menyelimuti hubungan transatlantik mulai sirna. Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, menyuarakan nada positif yang kontras dengan ketegangan minggu lalu.

Berbicara kepada wartawan di sela-sela pertemuan Uni Eropa di Brussels pada hari Jumat (30/1), Rasmussen mengonfirmasi bahwa babak baru diplomasi telah bermula.

“Kami mengadakan pertemuan pertama di tingkat pejabat senior di Washington kemarin mengenai masalah Greenland,” ungkapnya. “Itu berjalan baik dalam suasana dan nada yang sangat konstruktif.”

Rasmussen mengakui bahwa para diplomat belum sepenuhnya memecahkan masalah, namun arahnya sudah benar. “Bukan berarti masalah sudah selesai, tapi ini bagus,” tambahnya.

“Kembali ke Jalur” Pasca-Eskalasi

Ketiga negara menggelar pembicaraan trilateral ini setelah Presiden AS Donald Trump pekan lalu menarik kembali ancamannya untuk menyita wilayah otonom Denmark tersebut. Ancaman itu sempat menjerumuskan aliansi transatlantik ke dalam krisis terdalamnya dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Sains Bertahan di Gurun: Eksperimen Edward Adolph

“Ada jalan memutar yang besar (major detour). Segala sesuatunya sempat memanas, tetapi sekarang kita kembali ke jalur,” kata Rasmussen lega. “Saya sedikit lebih optimis hari ini dibandingkan seminggu yang lalu.”

Kompromi: Keamanan Arktik, Bukan Kedaulatan

Trump, pemimpin AS yang sulit ditebak, melunak setelah mengklaim telah mencapai kesepakatan “kerangka kerja” dengan kepala NATO Mark Rutte untuk memastikan pengaruh Amerika yang lebih besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski detail konkret masih minim, garis merah Denmark dan Greenland tetap teguh: mereka tidak akan menyerahkan kedaulatan. Otoritas di Kopenhagen dan Nuuk menolak mendiskusikan penjualan wilayah.

Baca Juga :  Rumput Langka Inggris Kembali dari Kepunahan Berkat Dedikasi Philip Smith

Sebagai gantinya, para negosiator menggeser fokus ke kerja sama keamanan. “Saya telah menyatakan dalam banyak kesempatan, kami tentu saja berbagi kekhawatiran keamanan AS mengenai Arktik; ini adalah sesuatu yang ingin kami selesaikan dalam kerja sama yang erat,” jelas Rasmussen.

Sebagai bagian dari kompromi dengan Washington, analis memperkirakan NATO akan meningkatkan aktivitasnya di Arktik. Selain itu, Denmark dan Greenland kemungkinan akan membuka pintu untuk negosiasi ulang perjanjian pertahanan 1951 (1951 treaty) yang mengatur penempatan pasukan AS di pangkalan udara Thule (kini Pituffik).

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: AFP

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Cek Kesiapan Arus Mudik di Tol Kalikangkung, Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Nasional
BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Jawa Barat Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering
Polisi Ungkap Jejak Empat Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakarta
Malam Takbiran 2026 di Depok Tanpa Takbir Keliling, Ini Imbauan Wali Kota
Bareskrim Bongkar Tambang Nikel Ilegal di Konawe Utara, 2 Bos Perusahaan Jadi Tersangka
Polri Gelar Mudik Balik Gratis Presisi 2026, Wujudkan Arus Balik Lebaran Aman dan Lancar
Macet 32 Km Menuju Pelabuhan Gilimanuk, 17 Pemudik Tumbang Kepanasan Saat Antre Kapal
Modus Toko Pulsa dan Sembako Terbongkar, Polisi Sita Ribuan Obat Daftar G

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 17:54 WIB

Kapolri Cek Kesiapan Arus Mudik di Tol Kalikangkung, Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Nasional

Senin, 16 Maret 2026 - 17:34 WIB

BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Jawa Barat Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

Senin, 16 Maret 2026 - 17:22 WIB

Polisi Ungkap Jejak Empat Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakarta

Senin, 16 Maret 2026 - 14:26 WIB

Malam Takbiran 2026 di Depok Tanpa Takbir Keliling, Ini Imbauan Wali Kota

Senin, 16 Maret 2026 - 14:05 WIB

Bareskrim Bongkar Tambang Nikel Ilegal di Konawe Utara, 2 Bos Perusahaan Jadi Tersangka

Berita Terbaru