Prabowo Peringatkan Dampak Perang Dunia Ketiga, Indonesia Pasti Kena

Senin, 2 Februari 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan peringatan dampak Perang Dunia Ketiga saat Rakornas 2026 di Bogor. (Posnews/Ist)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan peringatan dampak Perang Dunia Ketiga saat Rakornas 2026 di Bogor. (Posnews/Ist)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Gejolak politik dunia semakin tidak menentu. Presiden Prabowo Subianto memperingatkan dampak global jika Perang Dunia Ketiga pecah.

Menurutnya, Indonesia tetap akan terdampak meski tidak terlibat langsung, terutama bila konflik melibatkan senjata nuklir.

Peringatan itu Prabowo sampaikan saat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).

“Kalau Perang Dunia Ketiga terjadi, nuklir, kita yang tidak terlibat saja pasti kena,” tegas Prabowo.

Baca Juga :  Prabowo: Hukum Tak Boleh Jadi Alat Serang Lawan Politik, Siap Gunakan Abolisi-Amnesti

Ancaman Nuclear Winter

Prabowo menegaskan, perang nuklir berisiko memicu nuclear winter. Debu dan partikel radioaktif menutup sinar matahari dalam waktu lama, bahkan hingga puluhan tahun.

“Partikel radioaktif akan menyebar. Ikan-ikan kita bisa terkontaminasi,” ujarnya.

Selain itu, Prabowo mengungkapkan kecemasan para kepala negara saat bertemu di World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss, Januari 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hampir semua pemimpin dunia takut Perang Dunia Ketiga,” katanya.

Baca Juga :  Hakim Tolak Gugatan Yaqut, Status Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Tetap Berlaku

Indonesia Pilih Nonblok

Di tengah ketegangan global, Prabowo menegaskan Indonesia tetap memegang politik luar negeri bebas aktif dan tidak berpihak pada blok mana pun.

“Kalau kita diserang, tidak ada yang bantu. Kita harus berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.

Prabowo menutup dengan peringatan keras: Perang Dunia Ketiga, terutama perang nuklir, berdampak global dan tak bisa dihindari.

“Debu nuklir bisa menutup matahari puluhan tahun. Ini ancaman nyata,” pungkasnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia
Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas
Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China
Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis
150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku
May Day Bandung Ricuh, Massa Bakar Videotron dan Pos Polisi di Dago
Heboh May Day 2026: Polda Metro Jaya Tangkap 101 Orang, Sita Bom Molotov
Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:49 WIB

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:07 WIB

Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:46 WIB

Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:41 WIB

Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:36 WIB

150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru

Visi kemitraan masa depan. Wakil Perdana Menteri China He Lifeng mengajak Belgia untuk mempererat tradisi kerja sama yang saling menguntungkan dan menjaga sistem perdagangan dunia yang terbuka di tengah dinamika hubungan China-Uni Eropa.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:49 WIB

Modernisasi armada laut. Presiden Pakistan Asif Ali Zardari meresmikan kapal selam pertama dari delapan unit kelas Hangor di Sanya, China, sebagai langkah strategis memperkuat pertahanan maritim dan deterensi di kawasan Samudra Hindia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:46 WIB

Ketahanan energi lintas benua. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dan pemerintah Korea Selatan menyepakati kerja sama strategis untuk menjamin kelancaran pasokan LNG dan produk minyak olahan guna meredam dampak penutupan Selat Hormuz. Dok: Yonhap.

INTERNASIONAL

Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:41 WIB