PM Greenland Kecam AS: Sebut Washington Merendahkan

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nuuk membantah narasi Washington. PM Nielsen tegaskan situasi masih

Nuuk membantah narasi Washington. PM Nielsen tegaskan situasi masih "menantang" dan memilih perkuat aliansi dengan Eropa daripada tunduk pada ambisi akuisisi AS. Dok: Istimewa.

NUUK, POSNEWS.CO.ID – Ketegangan diplomatik antara Greenland dan Amerika Serikat mencapai titik didih baru pada Senin (2/2/2026). Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, secara terbuka mengutuk apa yang ia sebut sebagai ambisi “merendahkan dan memecah belah” dari pihak Washington.

Nielsen menyampaikan pernyataan ini menjelang sesi darurat Inatsisartut, parlemen Greenland. Ia menegaskan bahwa tekanan terus-menerus dari AS terhadap wilayahnya sudah melampaui batas kewajaran. “Situasi ini sangat sulit bagi kami selama 14 bulan terakhir,” ujar Nielsen merujuk pada rentetan pernyataan AS mengenai niat akuisisi Greenland.

Penolakan Terhadap Upaya Pengambilalihan

Meskipun Washington baru-baru ini menyangkal kemungkinan pengambilalihan secara militer, Nielsen menyoroti manuver politik yang tetap berjalan. Ia menyebut Amerika Serikat masih terus berupaya mencari celah agar Greenland berada di bawah tata kelola atau pemerintahan AS.

Baca Juga :  Kejutan FA Cup: Newcastle Singkirkan Villa, Mansfield Permalukan Burnley

Nielsen menekankan bahwa retorika semacam ini tidak hanya datang dari Presiden Donald Trump. Ia menyebut sejumlah pengambil keputusan utama di AS dan sekutu dekatnya turut menyuarakan ambisi serupa. Bagi Nielsen, narasi tersebut bersifat merendahkan martabat rakyat Greenland dan mengancam kedaulatan mereka.

Greenland Tetap Bagian dari Denmark

Sebagai respons terhadap tekanan tersebut, Pemerintah Greenland kembali mempertegas status konstitusional mereka. Greenland secara resmi menyatakan bahwa upaya pengambilalihan tersebut “tidak dapat diterima”. Nielsen mengingatkan dunia internasional bahwa Greenland adalah bagian integral dari Kerajaan Denmark.

Baca Juga :  Eskalasi Teluk: AS Bombardir Pulau Kharg, Iran Balas Sasar Fasilitas Bisnis Amerika

Pernyataan ini bertujuan untuk meredam spekulasi mengenai perpecahan internal antara Nuuk dan Kopenhagen. Pemerintah Greenland menganggap kedaulatan wilayahnya tidak bisa menjadi komoditas politik atau ekonomi pihak asing tanpa persetujuan rakyatnya sendiri.

Dialog Tingkat Tinggi Masih Berjalan

Meski suasana memanas, Greenland tidak menutup pintu diplomasi sepenuhnya. Nielsen mencatat bahwa pemerintahnya telah memulai dialog dengan Amerika Serikat melalui saluran resmi tingkat tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nielsen berkomitmen untuk mengubah pembicaraan tersebut menjadi “hasil yang konkret” yang menghormati kedaulatan wilayahnya. Fokus pemerintah saat ini adalah menyeimbangkan hubungan strategis dengan AS sambil tetap menjaga integritas wilayah Greenland dari intervensi politik yang lebih dalam.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Israel Resmi Umumkan Pendudukan Lebanon Selatan sebagai Zona Keamanan
Pemkab Tangerang Siapkan WFH ASN, Hemat Energi Jadi Prioritas
KPK Ungkap 96 Ribu Pejabat Belum Lapor Harta, Kepatuhan LHKPN Baru 67,98 Persen
Mette Frederiksen Cari Koalisi Baru di Tengah Kekalahan Telak
Donbas Jadi Syarat: Trump Desak Ukraina Serahkan Wilayah
Donald Trump Dijadwalkan Temui Xi Jinping di Beijing
Andrie Yunus Korban Air Keras Jalani Operasi Berat, Mata Terancam Rusak
Ramai Hoax Beredar, Menteri Hak Asasi Manusia Pertimbangkan Lapor Polisi

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:52 WIB

Israel Resmi Umumkan Pendudukan Lebanon Selatan sebagai Zona Keamanan

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:32 WIB

Pemkab Tangerang Siapkan WFH ASN, Hemat Energi Jadi Prioritas

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:17 WIB

KPK Ungkap 96 Ribu Pejabat Belum Lapor Harta, Kepatuhan LHKPN Baru 67,98 Persen

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:49 WIB

Mette Frederiksen Cari Koalisi Baru di Tengah Kekalahan Telak

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:46 WIB

Donbas Jadi Syarat: Trump Desak Ukraina Serahkan Wilayah

Berita Terbaru

Pemberontakan pemilih di Kopenhagen. Perdana Menteri Mette Frederiksen menderita kekalahan pemilu terburuk dalam satu abad, namun ia tetap menjadi kandidat terkuat untuk memimpin pemerintahan koalisi baru Denmark. Dok: Wikipedia.

INTERNASIONAL

Mette Frederiksen Cari Koalisi Baru di Tengah Kekalahan Telak

Kamis, 26 Mar 2026 - 14:49 WIB

Pilihan sulit bagi Kyiv. Presiden Donald Trump memberikan tawaran jaminan keamanan bagi Ukraina dengan syarat penyerahan seluruh wilayah Donbas kepada Rusia, saat fokus Washington kini terbelah ke konflik Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donbas Jadi Syarat: Trump Desak Ukraina Serahkan Wilayah

Kamis, 26 Mar 2026 - 13:46 WIB