AS-Iran Sepakati Perundingan di Oman Saat Eskalasi Militer

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peluang damai dari Doha. Amerika Serikat dan Iran menyepakati perundingan darurat di Qatar guna meredakan ketegangan perang pasca-sains aksi saling serang di Teluk Arab. Dok: Istimewa.

Peluang damai dari Doha. Amerika Serikat dan Iran menyepakati perundingan darurat di Qatar guna meredakan ketegangan perang pasca-sains aksi saling serang di Teluk Arab. Dok: Istimewa.

MUSCAT, POSNEWS.CO.ID – Pejabat AS dan Iran mengonfirmasi pembicaraan di Muscat, Oman, pada Jumat mendatang. Keputusan ini mengakhiri perselisihan publik selama beberapa hari mengenai lokasi dan agenda pertemuan tersebut.

Menlu Iran, Seyyed Abbas Araghchi, mengumumkan pembicaraan dimulai pukul 10.00 pagi waktu setempat melalui platform X. Selain itu, ia mengapresiasi Oman karena telah memfasilitasi seluruh pengaturan yang diperlukan.

Tekanan Regional dan Pergeseran Lokasi

Media Barat melaporkan bahwa Washington akhirnya menyetujui pertemuan di Muscat. Langkah ini menyusul desakan sembilan negara Timur Tengah kepada pemerintah Trump agar tidak membatalkan pembicaraan. Negara regional khawatir kegagalan diplomasi memicu tindakan militer AS yang melumpuhkan stabilitas kawasan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awalnya, kedua pihak merencanakan pertemuan di Istanbul dengan melibatkan pengamat internasional. Namun, Teheran mengusulkan lokasi Oman dan menuntut format bilateral khusus isu nuklir. Perubahan mendadak ini sempat memicu kemarahan Washington. Meski begitu, AS akhirnya menyetujui usul tersebut demi menjaga peluang damai.

Baca Juga :  Netanyahu Tolak Tarik Pasukan Dari Gaza Sebelum Hamas

Kalkulasi Strategis Iran

Peneliti Li Zixin menilai desakan Iran pindah ke Muscat mencerminkan kalkulasi strategis yang matang. Oman memiliki reputasi kuat sebagai mediator netral. Selain itu, negara ini menjalin persahabatan panjang dengan Teheran maupun Washington.

Li menganggap format bilateral di Oman memberikan lingkungan diplomatik yang lebih terkendali bagi Iran. Teheran juga membatasi agenda hanya pada isu nuklir dan sanksi. Hal ini bertujuan mencegah koordinasi tekanan dari para sekutu AS di meja perundingan. Selain itu, Iran ingin menegaskan bahwa konfrontasi ini murni melibatkan Washington, bukan negara-negara tetangga.

Eskalasi Militer dan Ancaman Trump

Saat menempuh jalur diplomasi, kedua pihak justru meningkatkan persiapan militer secara besar-besaran. AS memperluas kehadiran militer di Timur Tengah. Mereka mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln serta beberapa kapal penghancur rudal.

Ketegangan memuncak saat jet F-35C AS menembak jatuh drone Shahed-139 milik Iran di atas Laut Arab pada Selasa. AS menyebut tindakan tersebut sebagai “pertahanan diri”. Sebaliknya, Iran menyatakan drone tersebut sedang menjalankan misi pengawasan di perairan internasional.

Baca Juga :  Menakar Tren Friend-shoring dan Near-shoring di Tahun 2026

Sebagai respons, IRGC Iran meresmikan pangkalan rudal bawah tanah baru pada Rabu. Mereka secara tegas mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif. Presiden Trump pun memperingatkan Ali Khamenei agar “sangat khawatir” melihat pembangunan kekuatan AS di kawasan tersebut.

Agenda yang Bertolak Belakang

Meskipun sepakat bertemu, kedua pihak tetap memiliki agenda yang sangat kontradiktif. Iran bersikeras agar pembicaraan hanya mencakup isu nuklir dan pencabutan sanksi ekonomi. Teheran menegaskan bahwa kemampuan rudal dan aliansi regional bukan merupakan subjek negosiasi.

Sebaliknya, Menlu AS Marco Rubio menuntut negosiasi mencakup program rudal balistik dan pengaruh regional Iran. Ia juga menyoroti dukungan Iran terhadap berbagai organisasi milisi. Sementara itu, Israel mendesak AS agar menuntut penghentian total pengayaan uranium Iran. Perbedaan tajam ini memicu kekhawatiran bahwa perundingan Muscat hanya akan mengulangi kebuntuan lama.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB
Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk
Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa
Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:24 WIB

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 September 2026 - 07:24 WIB

Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Selasa, 15 September 2026 - 06:19 WIB

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Berita Terbaru

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

NASIONAL

OTT KPK BPN Bogor: Bos Summarecon dan 7 Orang Jadi Tersangka

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:16 WIB

Los Angeles Dodgers amankan tiket postseason MLB 14 musim beruntun usai tekuk Cincinnati Reds 4-1. Simak rincian rekor. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:24 WIB

Glorious merilis keyboard gaming mekanik GMMK Eternal 96% berfitur numpad seharga $99.99. Simak spesifikasi lengkap, fitur hot-swap, dan peredam suaranya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Glorious GMMK Eternal Resmi Meluncur, Keyboard Gaming

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:29 WIB