Benteng Arktik: Kanada dan Prancis Buka Konsulat di Nuuk

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinyal kedaulatan. Pembukaan konsulat Kanada dan Prancis di ibu kota Greenland menjadi bentuk solidaritas sekutu dalam menentang ambisi Amerika Serikat untuk menguasai pulau strategis tersebut. Dok: Istimewa.

Sinyal kedaulatan. Pembukaan konsulat Kanada dan Prancis di ibu kota Greenland menjadi bentuk solidaritas sekutu dalam menentang ambisi Amerika Serikat untuk menguasai pulau strategis tersebut. Dok: Istimewa.

NUUK, POSNEWS.CO.ID – Kanada dan Prancis secara resmi membuka kantor konsulat di Nuuk, ibu kota Greenland, pada Jumat. Langkah ini menjadi simbol dukungan nyata kedua negara terhadap kedaulatan Greenland di tengah tekanan berkelanjutan dari Amerika Serikat.

Kehadiran diplomatik baru ini muncul setelah Presiden Donald Trump kembali menyatakan minatnya untuk menguasai pulau Arktik yang kaya mineral tersebut. Trump mengeklaim akuisisi ini sangat penting bagi keamanan nasional AS. Meskipun sempat mengancam akan merebut Greenland, Trump bulan lalu menyatakan telah mencapai kesepakatan “kerangka kerja” dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte.

Garis Merah Kedaulatan

Meski Denmark dan Greenland sepakat untuk membahas kekhawatiran keamanan AS di Arktik, mereka menetapkan batasan yang sangat tegas. Pemerintah di Kopenhagen dan Nuuk bersikeras bahwa kedaulatan serta integritas teritorial Greenland tidak bisa diganggu gugat.

Baca Juga :  Trump Sebut Terorisme, Walikota Sebut Sampah

Jeppe Strandsbjerg, pakar politik dari University of Greenland, menyebut pembukaan konsulat ini sebagai kemenangan besar bagi warga lokal. “Ada apresiasi besar atas dukungan sekutu dalam menghadapi pernyataan Trump,” ujarnya. Prancis sendiri mulai merencanakan langkah ini sejak kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Nuuk pada Juni lalu. Macron saat itu secara terbuka mengkritik ambisi Trump dan menyatakan solidaritas Eropa bagi Greenland.

Konsekuensi Global dan Solidaritas Sekutu

Penunjukan Jean-Noel Poirier, mantan duta besar Prancis untuk Vietnam, sebagai konsul pertama di Nuuk menunjukkan keseriusan Paris. Sementara itu, Kanada telah mengumumkan rencana pembukaan konsulat ini sejak akhir 2024 untuk memperkuat kerja sama lintas Arktik.

Ulrik Pram Gad, pakar Arktik dari Institut Studi Internasional Denmark, menilai langkah ini sebagai pesan kuat bagi Donald Trump. Menurutnya, agresi terhadap Greenland bukan hanya masalah Denmark saja, melainkan urusan bagi sekutu Eropa dan Kanada. “Kami sedang menjadikan masalah ini sebagai isu Eropa dan global,” tambah Christine Nissen dari lembaga pemikir Europa.

Baca Juga :  Perkuat Keamanan Pariwisata di Labuan Bajo, Polri Gelar Bintek Pamwisata di Polres Manggarai Barat

Persiapan Menuju Kemandirian

Di sisi lain, kehadiran dua konsulat baru ini memberikan peluang unik bagi Greenland. Secara administratif, konsulat tersebut akan terhubung dengan kedutaan besar Prancis dan Kanada di Kopenhagen. Namun, keberadaan mereka di Nuuk memungkinkan pemerintah lokal untuk “berlatih” menjalankan urusan luar negeri secara mandiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Strandsbjerg menekankan bahwa langkah ini mendukung impian jangka panjang Greenland untuk memutuskan ikatan dengan Denmark suatu hari nanti. Melalui penguatan hubungan diplomatik langsung dengan negara-negara besar, Greenland semakin memantapkan posisinya di panggung internasional sebagai entitas yang strategis dan berdaulat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Israel Resmi Umumkan Pendudukan Lebanon Selatan sebagai Zona Keamanan
Pemkab Tangerang Siapkan WFH ASN, Hemat Energi Jadi Prioritas
KPK Ungkap 96 Ribu Pejabat Belum Lapor Harta, Kepatuhan LHKPN Baru 67,98 Persen
Mette Frederiksen Cari Koalisi Baru di Tengah Kekalahan Telak
Donbas Jadi Syarat: Trump Desak Ukraina Serahkan Wilayah
Donald Trump Dijadwalkan Temui Xi Jinping di Beijing
Andrie Yunus Korban Air Keras Jalani Operasi Berat, Mata Terancam Rusak
Ramai Hoax Beredar, Menteri Hak Asasi Manusia Pertimbangkan Lapor Polisi

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:52 WIB

Israel Resmi Umumkan Pendudukan Lebanon Selatan sebagai Zona Keamanan

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:32 WIB

Pemkab Tangerang Siapkan WFH ASN, Hemat Energi Jadi Prioritas

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:17 WIB

KPK Ungkap 96 Ribu Pejabat Belum Lapor Harta, Kepatuhan LHKPN Baru 67,98 Persen

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:49 WIB

Mette Frederiksen Cari Koalisi Baru di Tengah Kekalahan Telak

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:46 WIB

Donbas Jadi Syarat: Trump Desak Ukraina Serahkan Wilayah

Berita Terbaru

Pemberontakan pemilih di Kopenhagen. Perdana Menteri Mette Frederiksen menderita kekalahan pemilu terburuk dalam satu abad, namun ia tetap menjadi kandidat terkuat untuk memimpin pemerintahan koalisi baru Denmark. Dok: Wikipedia.

INTERNASIONAL

Mette Frederiksen Cari Koalisi Baru di Tengah Kekalahan Telak

Kamis, 26 Mar 2026 - 14:49 WIB

Pilihan sulit bagi Kyiv. Presiden Donald Trump memberikan tawaran jaminan keamanan bagi Ukraina dengan syarat penyerahan seluruh wilayah Donbas kepada Rusia, saat fokus Washington kini terbelah ke konflik Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donbas Jadi Syarat: Trump Desak Ukraina Serahkan Wilayah

Kamis, 26 Mar 2026 - 13:46 WIB