Trump Ancam Tindakan Keras dan Intelijen Rudal Israel

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Terobosan besar diplomasi dunia. Presiden Donald Trump mengumumkan pencapaian kesepakatan damai dengan Iran guna membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan energi global. Dok: Istimewa.

Terobosan besar diplomasi dunia. Presiden Donald Trump mengumumkan pencapaian kesepakatan damai dengan Iran guna membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan energi global. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan peringatan serius kepada Iran pada Selasa (10/2/2026). Ia menegaskan bahwa Washington akan mengambil “tindakan yang sangat keras” jika kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan diplomatik.

Pernyataan ini muncul saat pembicaraan AS-Iran di Oman belum membuahkan hasil nyata. Namun, Trump mengeklaim bahwa Iran mulai menunjukkan nada yang lebih lunak dalam putaran terakhir. Selain itu, ia menegaskan bahwa pengerahan militer AS di kawasan Teluk menjadi tuas penekan yang efektif terhadap Teheran. Bahkan, Trump kini sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan kelompok tempur kapal induk tambahan ke Timur Tengah.

Tekanan Intelijen Israel di Washington

Ketegangan semakin memanas seiring kedatangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington. Fokus utama pertemuan Netanyahu dengan Trump adalah membahas ancaman militer Iran yang semakin nyata.

Pejabat Israel menyebut bahwa Netanyahu akan menyerahkan data intelijen baru kepada Trump. Data tersebut menunjukkan upaya Teheran dalam memulihkan kapasitas rudal balistiknya secara masif. Bahkan, sumber tersebut memperingatkan bahwa Iran dapat memiliki hingga 2.000 rudal balistik dalam hitungan minggu atau bulan jika tidak ada intervensi segera. Trump menolak anggapan bahwa Netanyahu berada di bawah tekanan. Sebaliknya, ia menilai pemimpin Israel tersebut juga menginginkan “kesepakatan yang baik”.

Reaksi Iran: Menolak “Ketakutan Imajiner”

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, melontarkan kritik pedas terhadap Israel. Ia menuduh Israel berulang kali bertindak sebagai “penyabot” dalam upaya diplomatik kawasan. Baghaei mendesak pejabat AS agar tidak membiarkan kekuatan eksternal mendikte kebijakan luar negeri Amerika.

Selain itu, Baghaei menegaskan bahwa program nuklir damai Iran hanyalah “krisis buatan” yang didorong oleh Israel. Ia menyebut Israel telah menghabiskan puluhan tahun untuk menciptakan “ketakutan imajiner” mengenai bom nuklir Iran yang sebenarnya tidak pernah ada. Mengenai negosiasi selanjutnya, Baghaei menyatakan bahwa Teheran siap melanjutkan pembicaraan selama kedua pihak menyepakati waktu dan tempat yang tepat.

Baca Juga :  Serangan Drone di Starobilsk Tewaskan Enam Orang

Diplomasi Paralel dan Risiko Aksi Militer

Saat Netanyahu melobi Washington, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, justru mengunjungi Muscat. Larijani mengadakan pembicaraan selama tiga jam dengan Sultan Haitham bin Tariq untuk memperkuat peran Oman sebagai mediator.

Asisten peneliti Li Zixin dari China Institute of International Studies menilai manuver paralel ini meningkatkan ketidakpastian. Oleh karena itu, ia memperingatkan bahwa kebuntuan perundingan dapat memicu aksi militer sepihak dari Israel. Jika kebuntuan terus berlanjut, para pihak mungkin harus memilih antara kompromi sementara—seperti pembekuan pengayaan uranium—atau menghadapi konflik bersenjata yang dapat merusak seluruh upaya perdamaian di Timur Tengah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang
Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:01 WIB

Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America

Berita Terbaru

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB

Penderitaan di bawah kuasa geng. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengunjungi Haiti guna menyaksikan langsung krisis kemanusiaan dan pengungsian massal akibat dominasi geng Viv Ansanm. Dok: (AP Photo/Danica Coto)

INTERNASIONAL

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:48 WIB

Ketegangan di perairan internasional. Sebuah kapal fregat militer Rusia melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pesiar berbendera Inggris di Selat Inggris. Dok: (AP Photo, File)

INTERNASIONAL

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Jun 2026 - 13:31 WIB