JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menjalankan aktivitas harian saat berpuasa sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Munculnya rasa lemas, kantuk, dan penurunan konsentrasi biasanya berakar dari kesalahan pemilihan menu saat sahur.
Sahur berfungsi sebagai “bahan bakar” utama yang akan menyokong metabolisme tubuh selama belasan jam. Oleh karena itu, strategi nutrisi yang tepat sangat krusial agar kadar gula darah tetap stabil dan tubuh tidak cepat kehabisan tenaga sebelum waktu berbuka tiba.
Karbohidrat Kompleks: Energi yang Bertahan Lama
Pilar pertama dari sahur yang berkualitas adalah karbohidrat kompleks. Berbeda dengan karbohidrat sederhana (seperti nasi putih atau roti tawar) yang cepat diserap tubuh, karbohidrat kompleks membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.
Beberapa pilihan unggulan yang bisa Anda coba antara lain:
- Oatmeal: Kaya akan serat larut yang membantu memperlambat pengosongan lambung.
- Nasi Merah atau Hitam: Memiliki indeks glikemik rendah, sehingga tidak memicu lonjakan insulin yang drastis.
- Ubi Cilembu atau Singkong: Sumber energi alami yang mengandung vitamin dan mineral penting.
Dengan memilih jenis pangan ini, Anda memastikan aliran energi ke otak dan otot berlangsung secara konsisten sepanjang hari.
Peran Vital Protein dan Hidrasi
Selain karbohidrat, protein memegang peranan penting dalam memberikan efek kenyang yang lebih awet. Protein meningkatkan pelepasan hormon satiety (kenyang) yang mencegah perut keroncongan di pagi hari.
Oleh sebab itu, pastikan terdapat sumber protein seperti telur, dada ayam, tempe, atau yoghurt dalam piring sahur Anda. Selain itu, hidrasi merupakan faktor yang sering terabaikan. Pastikan Anda memenuhi kuota delapan gelas air per hari dengan pola 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas malam hari, dan dua gelas saat sahur). Hindari terlalu banyak minum kafein seperti kopi atau teh pekat saat sahur karena bersifat diuretik yang dapat memicu dehidrasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Daftar Pantangan: Hindari Asin dan Pedas
Anda harus sangat selektif terhadap bumbu dan rasa makanan saat sahur. Meskipun menggugah selera, makanan yang terlalu pedas dapat memicu iritasi lambung dan rasa haus yang berlebihan di siang hari.
Lebih lanjut, batasi konsumsi makanan yang terlalu asin atau mengandung tinggi natrium, seperti mi instan dan makanan kaleng. Pasalnya, garam bersifat menarik cairan dari sel-sel tubuh, sehingga Anda akan merasa lebih cepat haus dan lemas. Pilihlah masakan dengan olahan minimal (whole food) guna memastikan nutrisi tetap utuh dan tubuh tidak terbebani oleh zat aditif berlebih.
Konsistensi Adalah Kunci
Sahur yang sehat tidak harus mewah, namun harus seimbang. Dengan mengombinasikan karbohidrat lambat serap, protein cukup, dan air yang memadai, Anda telah memberikan proteksi terbaik bagi tubuh dari rasa lemas yang mengganggu produktivitas. Pada akhirnya, disiplin dalam mengatur pola makan sahur akan membantu Anda meraih manfaat kesehatan maksimal selama bulan suci ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















