Skandal Epstein Guncang Inggris: Mantan Dubes Peter Mandelson Ditangkap Polisi

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kejatuhan

Kejatuhan "Prince of Darkness". Peter Mandelson ditangkap oleh Kepolisian Metropolitan London atas dugaan pelanggaran jabatan publik terkait hubungan gelapnya dengan Jeffrey Epstein. Dok: Istimewa.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Kepolisian Metropolitan London menangkap mantan tokoh kunci “New Labour”, Peter Mandelson, pada Senin sore. Langkah hukum ini menandai titik nadir baru dalam karier politik Mandelson yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Petugas menangkap pria berusia 72 tahun tersebut di sebuah alamat di Camden, London Utara. Polisi membawa Mandelson ke kantor polisi terdekat guna menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan pelanggaran jabatan publik. Oleh karena itu, penangkapan ini mempertegas keseriusan otoritas Inggris dalam mengusut tuntas jaringan pengaruh Jeffrey Epstein di jantung pemerintahan.

Bukti Email dan Pelanggaran Jabatan

Penyelidikan kriminal ini bermula setelah pemerintah PM Keir Starmer menyerahkan rekaman komunikasi antara Mandelson dan Epstein kepada pihak kepolisian. Departemen Kehakiman AS merilis dokumen pada akhir Januari yang menunjukkan kedekatan yang jauh lebih dalam daripada pengakuan publik Mandelson sebelumnya.

Berkas tersebut mengungkap bahwa Mandelson berbagi informasi sensitif dengan Epstein saat ia menjabat sebagai menteri di bawah pemerintahan Gordon Brown pada 2009. Akibatnya, Mandelson kini menghadapi ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup. Sistem peradilan wajib memproses kasus ini di Crown Court karena masuk dalam kategori tindak pidana paling serius di Inggris.

Tekanan Politik terhadap PM Keir Starmer

Penangkapan ini memberikan tekanan yang luar biasa berat bagi Perdana Menteri Keir Starmer. Pasalnya, Starmer lah yang menunjuk Mandelson sebagai duta besar untuk Amerika Serikat pada akhir tahun 2024. Meskipun publik awalnya menganggap penunjukan tersebut sebagai langkah cerdas, kini keputusan itu berubah menjadi bencana politik.

Starmer mengeklaim bahwa Mandelson telah berbohong mengenai sejauh mana hubungannya dengan Epstein selama proses pengecekan latar belakang (vetting). Namun demikian, parlemen kini mendesak transparansi total. Pemerintah berjanji akan mulai merilis dokumen-dokumen terkait proses penunjukan Mandelson pada awal Maret mendatang. Kritikus menilai skandal ini telah merusak kredibilitas Partai Buruh dalam menjaga integritas jabatan publik.

Baca Juga :  Polri Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Produksi Beras Tidak Sesuai Standar Mutu

Akhir Karier yang Bergolak

Publik mengenal Peter Mandelson sebagai salah satu arsitek utama kejayaan Partai Buruh di era Tony Blair. Namun, sejarah mencatat bahwa berbagai skandal telah memaksanya mengundurkan diri sebanyak dua kali dari kabinet karena masalah etika dan pinjaman rumah yang tidak ia laporkan.

Meskipun begitu, ia selalu berhasil kembali ke panggung kekuasaan hingga akhirnya Starmer memecatnya pada September lalu. Penangkapan Mandelson ini terjadi hanya berselang satu minggu setelah penangkapan adik Raja Charles III, Andrew Mountbatten-Windsor, atas tuduhan serupa. Penyelidik menduga terdapat pola sistematis dalam pembocoran dokumen negara kepada Epstein oleh tokoh-tokoh elit Inggris. Hingga kini, tim hukum Mandelson belum memberikan pernyataan resmi terkait penangkapan klien mereka.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang
Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi
Donald Trump Desak Rusia Akhiri Perang Pasca-Pertemuan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:01 WIB

Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America

Berita Terbaru

Penderitaan di bawah kuasa geng. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengunjungi Haiti guna menyaksikan langsung krisis kemanusiaan dan pengungsian massal akibat dominasi geng Viv Ansanm. Dok: (AP Photo/Danica Coto)

INTERNASIONAL

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:48 WIB

Ketegangan di perairan internasional. Sebuah kapal fregat militer Rusia melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pesiar berbendera Inggris di Selat Inggris. Dok: (AP Photo, File)

INTERNASIONAL

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Jun 2026 - 13:31 WIB

Hubungan sekutu yang retak. Presiden Donald Trump mengecam keras Benjamin Netanyahu karena rencana pengeboman Beirut mengancam kelangsungan rencana damai dengan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Jun 2026 - 12:21 WIB

Sisi jenaka diplomasi global. Rekaman mikrofon bocor menangkap obrolan santai para pemimpin G7 mengenai kebiasaan merokok, sepak bola, hingga teka-teki Greenland. Dok: (Christian Hartmann/Pool Photo via AP)

INTERNASIONAL

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Rabu, 17 Jun 2026 - 11:12 WIB