Guru Biologi di Belu Diduga Banting Siswi hingga Pingsan Saat Ujian, Polisi Turun

Kamis, 26 Februari 2026 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). (Posnews/Ist)

Ilustrasi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). (Posnews/Ist)

BELU, POSNEWS.CO.ID – Kasus dugaan kekerasan di lingkungan sekolah kembali mencuat. Seorang siswi berinisial SMN (16) di salah satu SMA negeri di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga menjadi korban penganiayaan oleh gurunya sendiri saat ujian berlangsung.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 12.00 WITA ketika korban mengikuti ujian mata pelajaran Biologi. Saat itu, siswa diminta menggambar neuron atau sel saraf.

Namun, korban bersama sejumlah temannya mengaku tidak mampu menyelesaikan soal tersebut.

Diduga emosi, guru Biologi bernama Vince Aplugi langsung memukul kepala korban menggunakan botol air mineral. Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Rachmat Hidayat.

Baca Juga :  Satu Abad Farmers: Dari Katalog Pos Menjadi Ikon Ritel

โ€œTerlapor menganiaya korban dengan menggunakan botol berisi air mineral, kemudian menarik rambut korban dan membantingnya ke kursi hingga pingsan serta mengalami sakit kepala dan pusing,โ€ ujar Rachmat, Rabu (25/2/2026).

Setelah memukul korban, pelaku memberikan botol tersebut kepada SMN. Korban lalu membuangnya ke tempat sampah.

Namun, suara benturan botol membuat pelaku kembali marah dan menanyakan siapa yang membuangnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika korban mengaku, pelaku langsung menghampiri, menjambak rambut, dan membanting korban ke kursi hingga tak sadarkan diri.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Pemuda di Cilincing, Motif Asmara Jadi Pemicu

Akibat kejadian itu, korban mengalami pusing dan nyeri di bagian kepala. Tak terima dengan perlakuan tersebut, SMN segera melapor ke Polres Belu pada hari yang sama.

Polisi telah menerima laporan dan melakukan visum terhadap korban sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Saat ini, penyidik mendalami kasus dugaan penganiayaan tersebut, termasuk memeriksa saksi-saksi yang berada di dalam kelas saat kejadian.

Kasus ini kembali menjadi sorotan terkait kekerasan di dunia pendidikan. Aparat menegaskan akan memproses laporan sesuai hukum yang berlaku guna memastikan perlindungan terhadap anak dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ibu Tiri ASN Kemenag di Sukabumi Ditahan, Kasus Penganiayaan Anak Berujung Maut
Ribut Soal Suara Drum Berujung Pidana, Dua Warga Cengkareng Dijerat Pasal Berlapis
The Power of Silence: Mengapa Opini Minoritas Sering Kali Tenggelam di Ruang Publik?
Viralitas dan Validasi: Menelaah Mengapa Konten Kontroversial Lebih Cepat Menyebar
Calya Ugal-ugalan dan Lawan Arah di Gunung Sahari Diamuk Massa, Polisi Amankan 2 Orang
Seni Manajemen Panggung di Instagram: Mengapa Kita Selalu Ingin Terlihat Sempurna?
Terjebak dalam Filter Bubble: Mengapa Algoritma Media Sosial Membuat Kita Terpolarisasi?
Dokter Kepala Puskesmas di Karimun Diciduk Ditresnarkoba Polda Kepri Terkait Sabu

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:57 WIB

Ibu Tiri ASN Kemenag di Sukabumi Ditahan, Kasus Penganiayaan Anak Berujung Maut

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:34 WIB

Ribut Soal Suara Drum Berujung Pidana, Dua Warga Cengkareng Dijerat Pasal Berlapis

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:20 WIB

The Power of Silence: Mengapa Opini Minoritas Sering Kali Tenggelam di Ruang Publik?

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:14 WIB

Viralitas dan Validasi: Menelaah Mengapa Konten Kontroversial Lebih Cepat Menyebar

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:00 WIB

Calya Ugal-ugalan dan Lawan Arah di Gunung Sahari Diamuk Massa, Polisi Amankan 2 Orang

Berita Terbaru