Delegasi Kyiv dan AS Matangkan Rencana Pemulihan Ekonomi

Jumat, 27 Februari 2026 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lompatan jarak serang terjauh. Pasukan Ukraina meluncurkan pesawat tanpa awak yang sukses menghantam kilang minyak utama Siberia di Tyumen. Dok: Istimewa.

Lompatan jarak serang terjauh. Pasukan Ukraina meluncurkan pesawat tanpa awak yang sukses menghantam kilang minyak utama Siberia di Tyumen. Dok: Istimewa.

JENEWA, POSNEWS.CO.ID – Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang panjang di Eropa Timur memasuki babak baru di tanah netral Swiss. Delegasi Ukraina dan Amerika Serikat resmi memulai pertemuan bilateral di Jenewa pada Kamis waktu setempat.

Ketua negosiator Ukraina, Rustem Umerov, mengonfirmasi dimulainya pembicaraan tersebut melalui platform X. Umerov, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, bertemu langsung dengan utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Fokus pada “Paket Kemakmuran” Ekonomi

Agenda utama pertemuan kali ini bergeser dari sekadar urusan militer menuju penguatan pilar ekonomi. Umerov menyatakan bahwa kedua delegasi akan bekerja keras menyusun detail “Paket Kemakmuran” bagi masa depan Ukraina.

Selanjutnya, paket strategis ini mencakup beberapa mekanisme krusial:

  • Dukungan Ekonomi: Penataan ulang skema bantuan finansial guna stabilitas nasional.
  • Instrumen Investasi: Penciptaan daya tarik bagi investor global untuk membiayai rekonstruksi.
  • Kerja Sama Jangka Panjang: Penetapan kerangka hukum bagi kemitraan ekonomi berkelanjutan antara Kyiv dan Washington.

Langkah ini petugas nilai sebagai upaya Ukraina untuk memberikan jaminan keuntungan ekonomi bagi negara-negara mitra, selaras dengan visi “Rencana Kemakmuran” yang sering kali Presiden Donald Trump suarakan.

Koordinasi Zelenskyy-Trump dan Target Maret

Di saat tim teknis bekerja di Jenewa, Presiden Volodymyr Zelenskyy terus memperkuat komunikasi di tingkat tertinggi. Zelenskyy mengeklaim telah berbicara langsung melalui telepon dengan Presiden AS Donald Trump guna menyelaraskan poin-pun pembahasan di Jenewa.

“Kami mengharapkan pertemuan ini menciptakan peluang untuk memindahkan pembicaraan ke tingkat pemimpin negara,” ujar Zelenskyy melalui akun media sosialnya. Oleh karena itu, pertemuan bilateral hari Kamis ini berfungsi sebagai landasan bagi putaran negosiasi trilateral berikutnya. Rencananya, Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia akan kembali duduk bersama pada awal Maret mendatang.

Baca Juga :  Pengendara Motor Tewas Terseret Bus TransJakarta di Bandengan Jakarta Utara

Menembus Kebuntuan Perundingan Sebelumnya

Harapan terhadap putaran Jenewa kali ini sangat besar mengingat catatan kegagalan pada rangkaian diskusi sebelumnya. Sepanjang awal tahun 2026, kedua pihak sebenarnya telah melakukan upaya intensif namun belum membuahkan hasil signifikan.

Sebagai catatan, delegasi Ukraina, Rusia, dan AS telah mengadakan dua putaran pembicaraan di Abu Dhabi pada 23-24 Januari dan 4-5 Februari lalu. Selanjutnya, mereka kembali bertemu di Jenewa pada 17-18 Februari. Meskipun pertemuan-pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan pada isu-isu inti, keberlanjutan dialog ini menandakan adanya kemauan politik yang kuat dari setiap aktor utama untuk mencegah krisis regional yang lebih luas di sisa tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Berita Terbaru

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB