Ukraina Terkepung: Rusia Lancarkan Gelombang Serangan Drone dan Rudal Terbesar Tahun 2026

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eksploitasi celah global. Rusia membombardir infrastruktur energi dan pemukiman Ukraina dengan ratusan drone, memanfaatkan perhatian dunia yang terpecah akibat konflik Iran di Timur Tengah. Dok: Istimewa.

Eksploitasi celah global. Rusia membombardir infrastruktur energi dan pemukiman Ukraina dengan ratusan drone, memanfaatkan perhatian dunia yang terpecah akibat konflik Iran di Timur Tengah. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Rusia menghantam Ukraina dengan gelombang rudal dan drone yang mematikan pada hari Sabtu. Serangan terkoordinasi ini menewaskan sedikitnya enam orang dan menyebabkan kerusakan parah di berbagai wilayah, termasuk ibu kota Kyiv dan sekitarnya.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa pasukan Rusia menargetkan infrastruktur energi dan pemukiman warga sipil. “Rusia mencoba mengeksploitasi perang di Timur Tengah untuk menyebabkan kehancuran yang lebih besar di sini, di Eropa,” tulis Zelenskyy melalui platform X.

Korban Sipil dan Kerusakan Infrastruktur

Lima dari korban tewas berada di wilayah Kyiv, di mana rudal menghantam bangunan tempat tinggal dan fasilitas umum. Selain di ibu kota, wilayah Sumy, Kharkiv, Dnipro, dan Mykolaiv juga menjadi target gempuran. Secara keseluruhan, militer Ukraina melaporkan penggunaan 430 drone dan 68 rudal dalam satu malam serangan tersebut.

Baca Juga :  Jerman dan EU Tekan Belgia Soal Aset Beku Rusia demi Ukraina

Di Zaporizhzhia, bom berpemandu Rusia menghantam area perumahan dan menewaskan satu orang tambahan. Rekaman video menunjukkan petugas darurat bekerja di tengah puing-puing bangunan yang hancur. Banyak warga lanjut usia melaporkan kehilangan rumah dan harta benda mereka dalam hitungan detik akibat ledakan dahsyat tersebut.

Krisis Pertahanan Udara dan Pengalihan Fokus Global

Zelenskyy kembali mendesak para mitra internasional untuk mempercepat produksi dan pengiriman sistem pertahanan udara. Saat ini, stok amunisi pertahanan udara Ukraina dilaporkan mulai menipis. Hal ini terjadi karena sebagian besar sumber daya militer Amerika Serikat dan sekutunya dialihkan untuk menangkis serangan Iran di kawasan Teluk.

Kurangnya perhatian internasional terhadap perang Ukraina yang telah berlangsung empat tahun ini membuat Moskow semakin agresif. Pejabat Ukraina menilai Rusia tidak memiliki niat untuk mengakhiri konflik dan justru meningkatkan serangan selama musim dingin guna melemahkan tekad rakyat Ukraina.

Baca Juga :  LDP Raih Kemenangan Telak dan Siap Amandemen Konstitusi

Dampak Regional: Polandia dan Moldova Siaga Satu

Eskalasi serangan Rusia juga memicu ketegangan di negara-negara tetangga. Angkatan Udara Polandia, yang merupakan anggota NATO, terpaksa menerbangkan jet tempur mereka untuk melindungi ruang udara nasional selama serangan berlangsung. Meskipun tidak ada pelanggaran wilayah, langkah ini menunjukkan tingginya risiko tumpahan konflik ke wilayah Eropa Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, di Moldova, Kementerian Luar Negeri mengecam masuknya drone Rusia ke ruang udara mereka. Tindakan Moskow dianggap merusak keamanan regional dan membahayakan warga sipil di perbatasan. Hingga saat ini, Kementerian Energi Ukraina melaporkan bahwa konsumen di enam wilayah masih tanpa aliran listrik akibat kerusakan sistem transmisi dan pembangkit.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maling Spesialis Alfamart Ngamuk di Tanjung Priok, Todong Sajam Saat Kepergok Warga
Polda Jabar Razia Truk Sumbu Tiga di Sumedang, 85 Kendaraan Melanggar Terjaring
KAI Tambah 19 Kereta Api Jarak Jauh Mudik Lebaran 2026 dari Gambir dan Pasar Senen
Anggota DPRD DKI Edukasi Warga Soal Mudik Aman Saat Bagi Takjil di Tanjung Priok
Perebutan Dominasi Chip Semikonduktor: Geopolitik Teknologi yang Menentukan Masa Depan
Diplomasi Iklim di Ujung Tanduk: Mengapa Komitmen Net-Zero Terhambat Kepentingan Nasional?
Teror di Amsterdam: Ledakan di Sekolah Yahudi Picu Kekhawatiran Global atas Anti-Semitisme
Polisi Bubarkan Konvoi Remaja di Jakarta Barat, Petasan dan Bendera Diamankan

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:07 WIB

Maling Spesialis Alfamart Ngamuk di Tanjung Priok, Todong Sajam Saat Kepergok Warga

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:43 WIB

Polda Jabar Razia Truk Sumbu Tiga di Sumedang, 85 Kendaraan Melanggar Terjaring

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:20 WIB

KAI Tambah 19 Kereta Api Jarak Jauh Mudik Lebaran 2026 dari Gambir dan Pasar Senen

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:04 WIB

Anggota DPRD DKI Edukasi Warga Soal Mudik Aman Saat Bagi Takjil di Tanjung Priok

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:29 WIB

Perebutan Dominasi Chip Semikonduktor: Geopolitik Teknologi yang Menentukan Masa Depan

Berita Terbaru