Fed Tahan Suku Bunga: Jerome Powell Waspadai Inflasi Energi Akibat Perang Iran

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dilema moneter di tengah perang. Federal Reserve mempertahankan suku bunga di level 3,5-3,75% saat lonjakan harga minyak akibat konflik Iran mulai mengancam stabilitas ekonomi Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

Dilema moneter di tengah perang. Federal Reserve mempertahankan suku bunga di level 3,5-3,75% saat lonjakan harga minyak akibat konflik Iran mulai mengancam stabilitas ekonomi Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5-3,75% pada hari Rabu. Keputusan ini sesuai dengan ekspektasi pasar namun tetap diwarnai ketidakpastian tinggi akibat dampak perang di Timur Tengah.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menyatakan bahwa aktivitas ekonomi tetap berkembang pada kecepatan yang solid. Namun, penambahan lapangan kerja tetap rendah dan angka pengangguran tidak banyak berubah. “Ketidakpastian mengenai prospek ekonomi tetap tinggi akibat perkembangan di Timur Tengah,” tulis pernyataan resmi FOMC.

Inflasi Energi dan Penolakan Istilah “Stagflasi”

Ketua Fed Jerome Powell memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak akan mendorong inflasi dalam waktu dekat. Perang antara AS-Israel melawan Iran telah mengganggu pasokan energi global secara signifikan. “Kita berada dalam situasi yang sulit,” aku Powell dalam konferensi pers setelah pertemuan.

Meskipun tekanan ekonomi meningkat, Powell menolak menggunakan istilah “stagflasi” untuk menggambarkan kondisi ekonomi AS saat ini. Menurutnya, istilah tersebut hanya berlaku untuk serangkaian keadaan yang jauh lebih serius. Fed memproyeksikan inflasi akan mereda tahun ini, meski kemajuannya mungkin tidak secepat yang pemerintah harapkan.

Tekanan Donald Trump: “Turunkan Bunga Segera”

Kebijakan Fed ini berbenturan langsung dengan keinginan politik Gedung Putih. Presiden Donald Trump pada hari Senin mendesak Powell untuk mengadakan pertemuan khusus. Trump menuntut Fed menurunkan suku bunga “segera” tanpa menunggu jadwal pertemuan resmi berikutnya.

Namun, Powell menegaskan bahwa kebijakan moneter Fed tidak mengikuti jalur yang tetap. Fed akan membuat keputusan berdasarkan data dari satu pertemuan ke pertemuan lainnya. Jika inflasi tetap membandel, rencana pemotongan suku bunga sebanyak dua kali di sisa tahun ini bisa saja berubah. Independensi Fed kini diuji oleh tuntutan agresif dari administrasi Trump.

Baca Juga :  Trump Paksa Pemimpin Dunia Gabung Dewan Perdamaian

Respon Pasar: Saham Merosot, Emas Tergelincir

Pasar keuangan memberikan respon cepat terhadap keputusan Fed tersebut. Harga saham AS merosot ke level terendah dalam sesi perdagangan hari itu. Sebaliknya, indeks dolar AS naik karena investor mencari aset aman di tengah ketidakpastian kebijakan moneter.

Harga emas juga terus merosot hingga di bawah $4.900 per ons. Analis komoditas dari Saxo Bank, Ole Hansen, menyebut lonjakan harga minyak telah mengurangi kemungkinan pemotongan suku bunga dalam jangka pendek. Dunia kini memantau sejauh mana konflik Iran akan terus mendikte kebijakan ekonomi global melalui jalur pasar energi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Observatorium Chilbolton Pantau Sampah Antariksa
Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Observatorium Chilbolton Pantau Sampah Antariksa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

HUT RI ke-81, Tarif MRT, LRT, dan Transjakarta di Jakarta Cuma Rp1

Minggu, 9 Agu 2026 - 15:57 WIB