Bom Waktu 48 Jam: Trump Ancam Ratakan Listrik Iran, Teheran Targetkan Fasilitas Air Teluk

Senin, 23 Maret 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampu hijau perdamaian. Pakistan sukses memediasi gencatan senjata bersyarat selama dua pekan antara Washington dan Teheran, membuka jalan bagi perundingan komprehensif untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Dok: Istimewa.

Lampu hijau perdamaian. Pakistan sukses memediasi gencatan senjata bersyarat selama dua pekan antara Washington dan Teheran, membuka jalan bagi perundingan komprehensif untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Dunia kini menghadapi ancaman krisis kemanusiaan dan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya tanpa syarat.

Trump menegaskan bahwa militer AS akan menghancurkan berbagai pembangkit listrik Iran jika permintaan tersebut tidak terpenuhi. Penentuan tenggat waktu ini menempatkan pasar global dalam kondisi ketidakpastian tinggi menjelang hari Senin.

Ancaman Balasan: Krisis Air dan Energi di Teluk

Iran segera merespons ancaman Trump dengan peringatan yang mengerikan bagi stabilitas regional. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyatakan bahwa infrastruktur vital di Timur Tengah dapat hancur secara permanen. Hal ini berlaku jika Amerika Serikat menyerang jaringan listrik nasional Iran.

Target utama Iran mencakup fasilitas energi, teknologi informasi, hingga pabrik desalinasi air di negara-negara tetangga Teluk. Serangan terhadap fasilitas ini akan berdampak katastrofik karena sebagian besar kota gurun di kawasan tersebut bergantung sepenuhnya pada pemurnian air laut untuk kebutuhan minum.

Baca Juga :  Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Hadapi Tuntutan Hukuman Mati

Serangan Dimona dan Rudal Jarak Jauh 4.000 Km

Ketegangan militer telah mencapai level baru setelah rudal Iran mendarat hanya berjarak 13 kilometer dari reaktor nuklir rahasia Israel di Dimona. Selain itu, sirene peringatan udara terus berbunyi di kota Arad dan Dimona akibat gempuran rudal yang melukai puluhan warga sipil.

Iran juga mendemonstrasikan jangkauan serangannya yang meluas melampaui Timur Tengah. Pada hari Jumat, Teheran menembakkan rudal balistik jarak jauh pertamanya menuju pangkalan militer AS-Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia. Meskipun militer AS mengeklaim telah menurunkan kemampuan Iran, peluncuran rudal 4.000 km ini membuktikan kapasitas Teheran masih tetap mengancam.

Perang di Lebanon: Penghancuran Jembatan Litani

Di front kedua, Israel terus mengintensifkan serangan terhadap Hezbollah di Lebanon selatan. Militer Israel memerintahkan percepatan penghancuran rumah-rumah warga di desa-desa garis depan. Langkah ini bertujuan untuk menghentikan ancaman roket yang terus menghujani wilayah utara Israel.

Selain itu, Israel menghancurkan seluruh jembatan di atas Sungai Litani. Militer mengeklaim jembatan-jembatan tersebut menjadi sarana aktivitas teroris. Akibatnya, lebih dari 1.000 orang tewas di Lebanon dan gelombang pengungsian massal kian tak terkendali. Paus Leo menyampaikan seruan mendesak agar peperangan yang memilukan ini segera berakhir.

Opini Publik dan Dampak Ekonomi Global

Konflik ini mulai menjadi beban politik besar bagi pemerintahan Trump menjelang pemilihan Kongres bulan November mendatang. Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa 59 persen warga Amerika tidak setuju dengan serangan terhadap Iran.

Secara ekonomi, penutupan Selat Hormuz telah memicu krisis minyak terburuk sejak tahun 1970-an. Harga gas di Eropa meroket hingga 35 persen dalam satu pekan terakhir. Jika ultimatum 48 jam ini berujung pada kehancuran fisik infrastruktur energi, analis memperkirakan indeks saham dunia akan terjun bebas pada Senin pagi. Dunia kini menanti dengan cemas berakhirnya hitungan mundur yang dapat mengubah tatanan keamanan global secara permanen.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC
Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI
Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar
Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik
Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih
Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut
KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:49 WIB

Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:45 WIB

Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Berita Terbaru

Konfrontasi hukum internasional. Senator Ronald

INTERNASIONAL

Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:49 WIB

Konfrontasi para titan. CEO OpenAI Sam Altman memberikan kesaksian panas di pengadilan, mengungkap ambisi kontrol absolut Elon Musk yang menjadi pemicu keretakan hubungan di raksasa kecerdasan buatan tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:45 WIB

Sidang darurat anggaran. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadapi tekanan dari kedua partai terkait pembengkakan biaya perang di Iran dan dampaknya terhadap kesiapan militer AS dalam menghadapi potensi konflik global lainnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB

Guncangan otoritas kesehatan. Kepala FDA Marty Makary mengundurkan diri setelah setahun menjabat, meninggalkan lembaga tersebut dalam ketidakpastian di tengah perselisihan mengenai kebijakan rokok elektrik dan tinjauan obat-obatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

Para senator Republik menuntut rincian lebih dalam atas usulan anggaran $1 miliar dari Secret Service, termasuk dana $220 juta guna mengamankan ruang dansa baru Presiden Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB