Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Hadapi Tuntutan Hukuman Mati

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ujian bagi demokrasi. Korea Selatan menanti putusan pengadilan terhadap mantan Presiden Yoon Suk Yeol atas tuduhan pemberontakan, sebuah momen yang membangkitkan kembali ingatan kelam era kediktatoran militer. Dok: Istimewa.

Ujian bagi demokrasi. Korea Selatan menanti putusan pengadilan terhadap mantan Presiden Yoon Suk Yeol atas tuduhan pemberontakan, sebuah momen yang membangkitkan kembali ingatan kelam era kediktatoran militer. Dok: Istimewa.

SEOUL, POSNEWS.CO.ID – Korea Selatan bersiap menghadapi salah satu putusan pengadilan paling krusial dalam beberapa dekade terakhir. Para hakim akan menyampaikan vonis atas tuduhan pemberontakan terhadap mantan Presiden Yoon Suk Yeol pada Kamis mendatang.

Yoon akan berdiri di Ruang Sidang 417 Pengadilan Distrik Pusat Seoul. Menariknya, ia menempati ruangan yang sama di mana diktator militer Chun Doo-hwan menerima vonis mati tiga puluh tahun lalu. Jaksa menuntut hukuman maksimal bagi Yoon karena tindakannya mengancam fondasi demokrasi negara tersebut.

“Kudeta Mandiri” dan Runtuhnya Kekuasaan

Prahara ini berakar pada malam 3 Desember 2024. Jaksa mengeklaim Yoon mencoba menggunakan kekuatan militer untuk melumpuhkan badan legislatif dan menangkap lawan politiknya. Yoon berdalih tindakannya bertujuan untuk memberantas “kekuatan anti-negara”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, respons publik dan parlemen sangat cepat. Dalam hitungan jam, para anggota dewan menerobos blokade militer untuk membatalkan status darurat tersebut. Parlemen kemudian memakzulkan Yoon dalam waktu 11 hari. Mahkamah Konstitusi resmi mencopot jabatannya empat bulan setelahnya. Penyelidikan mengungkap bahwa Yoon telah merencanakan langkah ini selama setahun dengan menempatkan loyalis di posisi kunci militer.

Baca Juga :  Tawuran Berdarah di Medan Utara, Pemuda Tewas Tertembak

Kelelahan Sosial dan Pergeseran Politik

Masyarakat Korea Selatan menunjukkan tanda-tanda kelelahan akibat krisis politik yang berkepanjangan ini. Dowon Kim (32), seorang pekerja kantoran di Seoul, mengaku tidak lagi mendiskusikan politik dengan teman-temannya. “Masyarakat terlalu lelah dan energi saya terasa sia-sia,” ujarnya.

Oleh sebab itu, fokus publik mulai beralih pada isu ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Lee Jae-myung. Lee yang fokus pada biaya hidup dan perumahan kini memegang tingkat persetujuan 63 persen. Sementara itu, Partai Kekuatan Rakyat yang dahulu mendukung Yoon mengalami kemerosotan popularitas hingga hanya tersisa 22 persen. Rakyat kini lebih menginginkan hukuman yang adil agar negara dapat segera bergerak maju.

Sinyal Keras dari Vonis Rekan Terdakwa

Keyakinan publik akan hukuman berat semakin menguat setelah pengadilan memvonis rekan-rekan Yoon. Pada 16 Januari, Yoon menerima hukuman lima tahun penjara karena menghalangi penangkapannya sendiri. Tak lama kemudian, mantan Perdana Menteri Han Duck-soo menerima vonis 23 tahun penjara.

Baca Juga :  Trump Beri Ultimatum Greenland, Pilih Cara Mudah atau Keras

Hakim menggambarkan peristiwa Desember 2024 sebagai “kudeta mandiri” oleh kekuasaan terpilih. Bahkan, hukuman bagi Han Duck-soo jauh melampaui tuntutan jaksa yang hanya 15 tahun. Hal ini memberi sinyal kuat bahwa lembaga peradilan siap menjatuhkan sanksi berat bagi mereka yang merusak konstitusi.

Tanpa Penyesalan di Meja Hijau

Dalam penampilan terakhirnya di pengadilan, Yoon Suk Yeol tidak menunjukkan penyesalan sedikit pun. Ia justru menyebut penyelidikan terhadap dirinya sebagai “konspirasi politik”. Bahkan, ia tampak tertawa saat jaksa membacakan tuntutan hukuman mati.

Pihak penuntut menekankan bahwa ketiadaan rasa bersalah merupakan faktor yang memberatkan hukuman. Selain kasus pemberontakan ini, Yoon masih menghadapi enam persidangan pidana lainnya, termasuk tuduhan pengkhianatan terkait provokasi militer terhadap Korea Utara. Korea Selatan kini menanti apakah pagar pembatas demokrasi mereka akan tetap kokoh berdiri setelah pembacaan vonis Kamis sore nanti.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Futures Sawit Malaysia Naik, Ikuti Kinerja Bursa Dalian
Kebakaran Hutan Landa Belgia dan Yunani, Dua Tewas
Trump Perintahkan Pentagon Kurangi Latihan Militer
Menteri Israel Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30-40 Orang
Serangan Drone dan Rudal Tewaskan 19 Orang di Rusia-Ukraina
Panglima AS Puji USS Lincoln, Kushner Gelar Pertemuan
Impor Minyak Nabati India Capai Level Tertinggi 10 Bulan
Trump Tuduh Vandal Rusak Rumput National Mall

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Futures Sawit Malaysia Naik, Ikuti Kinerja Bursa Dalian

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Kebakaran Hutan Landa Belgia dan Yunani, Dua Tewas

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Trump Perintahkan Pentagon Kurangi Latihan Militer

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Menteri Israel Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30-40 Orang

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:15 WIB

Serangan Drone dan Rudal Tewaskan 19 Orang di Rusia-Ukraina

Berita Terbaru

Xiaomi resmi meluncurkan Mijia Refrigerator Pro 600L Cross-Door Automatic Ice Maker di Tiongkok. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Xiaomi Rilis Kulkas Mijia Pro 600L dengan Ice Maker

Rabu, 19 Agu 2026 - 11:07 WIB

Ugreen resmi mengumumkan penjualan charger Nexode Pro 100W four-port GaN di pasar Inggris, dilengkapi layar TFT dan dukungan pengisian cepat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Ugreen Rilis Charger Nexode Pro 100W Four-Port GaN

Rabu, 19 Agu 2026 - 10:54 WIB

Samsung dikabarkan bakal semakin agresif di pasar hape layar lipat tahun depan, dengan rencana menghadirkan lima model foldable sekaligus pada 2027. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Samsung Dikabarkan Rilis Lima Hape Layar Lipat Sekaligus

Rabu, 19 Agu 2026 - 09:48 WIB

HMD dikabarkan tengah mengembangkan featured phone lipat bernama HMD 2760 Flip 4G, terinspirasi Nokia 2760 Flip. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

HMD 2760 Flip 4G Bocor, Ponsel Lipat Nostalgia dengan Android

Rabu, 19 Agu 2026 - 08:38 WIB