Arus Balik Lebaran 2026: Kapolri Waspadai Cuaca Ekstrem di Jalur Penyeberangan

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meninjau kesiapan arus balik Lebaran 2026 di kawasan wisata Bali sambil mengingatkan potensi cuaca ekstrem. (Posnews/Ist)

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meninjau kesiapan arus balik Lebaran 2026 di kawasan wisata Bali sambil mengingatkan potensi cuaca ekstrem. (Posnews/Ist)

BALI, POSNEWS.CO.ID – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran Polri untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem selama arus balik Lebaran 2026.

Langkah ini dinilai krusial, terutama di wilayah Indonesia bagian timur serta titik-titik penyeberangan yang rawan terganggu kondisi cuaca buruk.

Instruksi tegas tersebut disampaikan Kapolri usai meninjau pusat wisata dan kesiapan arus balik di Command Center ITDC Nusa Dua, Selasa (24/3/2026).

Ia menekankan pentingnya mitigasi sejak dini agar seluruh skenario pengamanan berjalan optimal.

“Seluruh anggota harus siap menghadapi kemungkinan cuaca buruk, khususnya di jalur penyeberangan,” tegas Sigit.

Mitigasi Cuaca Jadi Kunci Kelancaran Arus Balik

Lebih lanjut, Kapolri menjelaskan bahwa antisipasi cuaca ekstrem akan mempermudah penerapan rekayasa lalu lintas dan pengaturan perjalanan.

Baca Juga :  Inggris Pertimbangkan UU untuk Hapus Andrew Mountbatten-Windsor dari Garis Suksesi

Dengan demikian, potensi gangguan seperti penundaan penyeberangan hingga kemacetan panjang bisa diminimalkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat, termasuk dengan BMKG dan operator transportasi, guna memastikan informasi cuaca tersampaikan secara cepat dan akurat kepada masyarakat.

Puncak Arus Balik Mulai Terurai

Di sisi lain, Kapolri mengungkapkan bahwa puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026. Namun demikian, lonjakan pemudik diperkirakan tidak terjadi secara bersamaan.

Pasalnya, pemerintah telah menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) hingga 27 Maret 2026. Kebijakan ini dinilai efektif untuk menyebar arus balik sehingga tidak menumpuk dalam satu hari.

“Ini menjadi opsi bagi masyarakat agar tidak kembali serentak, sehingga kepadatan bisa terurai,” jelasnya.

Destinasi Wisata Ikut Jadi Perhatian

Tak hanya jalur mudik, Kapolri juga menyoroti lonjakan wisatawan di sejumlah destinasi favorit selama libur Lebaran. Beberapa wilayah yang mengalami peningkatan signifikan antara lain:

  • Bali
  • Yogyakarta
  • Pangandaran
  • Cianjur
  • Puncak
Baca Juga :  Bisnis Gelap Etomidate Dibongkar, 82 Paket Disita dari Dua Perempuan

Lonjakan ini, kata dia, harus diantisipasi dengan pengamanan ekstra, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga pengawasan di lokasi wisata.

Pelayanan Maksimal Jadi Prioritas

Sebagai penutup, Kapolri menegaskan bahwa seluruh personel wajib memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Fokus utama mencakup kelancaran arus lalu lintas, keamanan perjalanan, serta keselamatan pemudik.

Dengan strategi yang matang, termasuk rekayasa lalu lintas dan pengawasan ketat di jalur penyeberangan, Polri optimistis arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, meski di tengah ancaman cuaca ekstrem. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

China Petakan Dasar Samudra Global demi Keunggulan Kapal Selam
Menggugat Kekosongan Hukum bagi Pengungsi Lingkungan
Mengapa Litium Menjadi Minyak Baru dalam Geopolitik?
Pemberangkatan Haji 2026: Jadwal 22 April Tak Berubah Meski Konflik AS-Iran Memanas
Layanan Penitipan Kendaraan Polri Diserbu Pemudik 2026, Warga Mengaku Lebih Aman
KPK Kembali Tahan Gus Yaqut di Rutan, Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru
Geger Depan Istana Merdeka! Percobaan Bunuh Diri Digagalkan Paspampres dan Brimob
Operasi TNI di Papua: Kelompok Bersenjata Kabur ke Hutan Usai Disergap

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:30 WIB

China Petakan Dasar Samudra Global demi Keunggulan Kapal Selam

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:00 WIB

Menggugat Kekosongan Hukum bagi Pengungsi Lingkungan

Selasa, 24 Maret 2026 - 18:29 WIB

Mengapa Litium Menjadi Minyak Baru dalam Geopolitik?

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:06 WIB

Pemberangkatan Haji 2026: Jadwal 22 April Tak Berubah Meski Konflik AS-Iran Memanas

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:50 WIB

Layanan Penitipan Kendaraan Polri Diserbu Pemudik 2026, Warga Mengaku Lebih Aman

Berita Terbaru

Menguasai medan tempur tak terlihat. China meluncurkan operasi pemantauan bawah laut raksasa di tiga samudra guna mempersiapkan navigasi kapal selam dan melumpuhkan dominasi angkatan laut Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

China Petakan Dasar Samudra Global demi Keunggulan Kapal Selam

Selasa, 24 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Keamanan manusia di titik nadir. Ledakan migrasi akibat bencana alam memaksa dunia untuk mendefinisikan ulang status pengungsi, melampaui batas politik konvensional menuju perlindungan kemanusiaan yang hakiki. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menggugat Kekosongan Hukum bagi Pengungsi Lingkungan

Selasa, 24 Mar 2026 - 19:00 WIB

Runtuhnya era petro-state. Transisi energi global tahun 2026 memicu pergeseran kekuatan dari negara eksportir minyak ke negara pemilik mineral kritis, menempatkan litium dan nikel sebagai mata uang politik baru. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Litium Menjadi Minyak Baru dalam Geopolitik?

Selasa, 24 Mar 2026 - 18:29 WIB