JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi nekat seorang wanita muda bikin geger kawasan Istana Merdeka. Perempuan berinisial JSLP (20) diduga mencoba mengakhiri hidup di depan gerbang istana pada Minggu (22/3/2026) malam.
Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan aparat yang siaga.
Peristiwa dramatis itu terjadi sekitar pukul 23.35 WIB. Awalnya, seorang anggota Paspampres, Pratu Rival, yang sedang berjaga di dalam area istana menaruh kecurigaan terhadap gerak-gerik korban.
Ketika didekati, kondisi korban sudah mengkhawatirkan. Tas miliknya telah diletakkan di bawah, sementara sepatu sudah dilepas—indikasi kuat adanya niat melakukan aksi berbahaya.
Gerak Cepat Aparat Gagalkan Aksi Nekat
Menindaklanjuti situasi tersebut, Pratu Rival langsung melaporkan ke posko pengamanan dan personel Brimob yang berjaga di sekitar lokasi.
Tak butuh waktu lama, sekitar pukul 23.40 WIB, anggota Brimob dari Resimen Cikeas bergerak cepat menuju titik kejadian.
Namun demikian, upaya penyelamatan tidak berjalan mudah. Saat petugas mencoba mendekat, korban justru terus menjauh dan menghindar, sehingga proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, pada pukul 00.10 WIB, tim medis dari Bidokkes Polres Metro Jakarta Pusat tiba di lokasi dan langsung melakukan pendekatan persuasif.
Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia, menjelaskan bahwa petugas akhirnya berhasil mengamankan korban setelah melalui komunikasi intensif.
Korban Diamankan, Diperiksa Lebih Lanjut
Setelah situasi berhasil dikendalikan, aparat langsung membawa JSLP ke Polres Metro Jakarta Pusat sekitar pukul 01.16 WIB untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik aksi nekat tersebut, termasuk kemungkinan adanya tekanan psikologis yang dialami korban.
Imbauan: Jangan Hadapi Masalah Sendirian
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa tekanan hidup bisa terjadi pada siapa saja. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak memendam masalah sendiri.
Jika mengalami depresi atau muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater, serta hubungi layanan darurat terdekat.
Aksi cepat aparat dalam kejadian ini menjadi bukti bahwa kesigapan dan kepedulian bisa menyelamatkan nyawa. (red)
Editor : Hadwan




















