Mandat Kekuatan Militer: Bahrain Ajukan Resolusi PBB untuk Amankan Selat Hormuz

Selasa, 24 Maret 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mencari napas di Afrika. Pemerintah Korea Selatan mengerahkan utusan khusus ke Aljazair, Libya, dan Republik Kongo guna mengamankan rute pasok alternatif setelah perang Amerika Serikat-Iran melumpuhkan navigasi di Timur Tengah. Dok: Istimewa.

Mencari napas di Afrika. Pemerintah Korea Selatan mengerahkan utusan khusus ke Aljazair, Libya, dan Republik Kongo guna mengamankan rute pasok alternatif setelah perang Amerika Serikat-Iran melumpuhkan navigasi di Timur Tengah. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Diplomasi di Markas Besar PBB memasuki fase yang sangat tegang pada hari Senin. Bahrain mengajukan rancangan resolusi Dewan Keamanan yang mencakup bahasa diplomatik “segala cara yang diperlukan” guna menjamin keamanan navigasi di sekitar Selat Hormuz.

Dalam konteks ini, klausul tersebut merupakan sinyal jelas bagi izin penggunaan kekuatan militer terhadap pihak yang menghambat pelayaran. Langkah ini mencerminkan kekhawatiran yang kian memuncak di kawasan Teluk mengenai ancaman Iran terhadap urat nadi ekonomi dunia.

Upaya Pembukaan Jalur Energi Global

Selat Hormuz merupakan titik sumbat strategis yang membawa sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Namun, aktivitas pengiriman saat ini hampir terhenti sepenuhnya setelah Iran menyerang sejumlah kapal dalam konfliknya melawan Amerika Serikat dan Israel. Oleh karena itu, resolusi ini menyebut tindakan Iran sebagai ancaman nyata bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Lebih lanjut, draf teks tersebut memberikan wewenang kepada negara-negara, baik secara mandiri maupun melalui koalisi angkatan laut sukarela, untuk bertindak tegas. Bahkan, mandat ini mencakup izin operasional hingga ke dalam wilayah perairan teritorial negara-negara pesisir guna mencegah gangguan navigasi internasional.

Bayang-Bayang Veto Rusia dan China

Meskipun Amerika Serikat mendukung penuh inisiatif Bahrain, para diplomat skeptis terhadap peluang keberhasilannya. Sebab, Rusia dan China kemungkinan besar akan menggunakan hak veto mereka untuk melindungi kepentingan strategis Iran. Sebagai hasilnya, para pengamat memprediksi Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara tersebut akan kembali menghadapi kebuntuan suara.

Meskipun demikian, berbagai laporan menyebutkan bahwa Prancis sedang mengerjakan draf alternatif yang lebih lunak. Perancis mencari mandat PBB yang fokus pada pengawasan navigasi setelah situasi lapangan mulai mereda. Perbedaan pendekatan di antara anggota tetap Dewan Keamanan ini mempertegas retaknya kesatuan komunitas internasional dalam menangani krisis energi global tahun 2026.

Baca Juga :  Mengapa Tidur Adalah Proses Biologis Paling Aktif Manusia?

Mobilisasi Militer AS: 2.500 Marinir Siap Tempur

Di saat perdebatan hukum berlangsung di New York, kekuatan fisik di lapangan terus bertambah. Tiga pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi pengerahan 2.500 personel Marinir bersama kapal serbu amfibi USS Boxer menuju kawasan Teluk. Selain itu, armada kapal perang pendamping juga mulai memasuki posisi strategis di Laut Arab.

Secara simultan, militer AS sedang mengkaji target potensial yang mencakup garis pantai Iran hingga pusat ekspor minyak di Pulau Kharg. Bahrain menempatkan resolusi ini di bawah Bab Tujuh Piagam PBB guna memberikan legalitas bagi Washington untuk meluncurkan serangan fisik jika diplomat gagal mencapai titik temu. Pada akhirnya, dunia kini menanti apakah hukum internasional mampu memberikan solusi atau justru menjadi jembatan menuju konfrontasi militer skala penuh di Timur Tengah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia
Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Berita Terbaru

Bara di garis depan. Pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone masif terhadap terminal minyak utama Rusia di Novorossiysk, sementara jumlah korban tewas akibat serangan di asrama mahasiswa Starobilsk mencapai 18 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB