Polisi Bongkar Peredaran Senpi Ilegal, Revolver dan Peluru Diselundupkan via Merak

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, senjata api jenis revolver. (Ist)

Ilustrasi, senjata api jenis revolver. (Ist)

BANTEN, POSNEWS.CO.ID – Polda Banten membongkar kasus peredaran senjata api (senpi) ilegal yang meresahkan di wilayah hukumnya.

Dalam operasi tersebut, polisi langsung menangkap dua tersangka berinisial KB dan RH yang diduga terlibat dalam jaringan jual beli senpi ilegal lintas pulau.

Kapolda Banten, Hengki, menjelaskan bahwa penyidik memulai pengusutan dari Laporan Polisi Nomor 6 tertanggal 8 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan laporan itu, tim Ditreskrimum langsung bergerak cepat dan berhasil menangkap kedua pelaku dalam waktu singkat.

Penyelundupan Terbongkar di Pelabuhan

Selanjutnya, polisi mengungkap kronologi penangkapan. Tersangka KB mencoba menyelundupkan senjata api jenis revolver dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Merak.

Petugas mendeteksi aksi tersebut saat melakukan pemeriksaan rutin menggunakan alat X-ray.

Baca Juga :  ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan

Saat proses pemeriksaan berlangsung, petugas menemukan barang mencurigakan di dalam tas pelaku.

Setelah diperiksa lebih lanjut, polisi mengamankan satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver lengkap dengan lima butir peluru kaliber 9 milimeter yang dibungkus plastik untuk mengelabui petugas.

Lebih lanjut, penyidik mengungkap bahwa tersangka memperoleh senjata api ilegal tersebut dari seseorang berinisial SA yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pelaku menggunakan tersangka RH sebagai perantara transaksi, sehingga polisi menduga kuat adanya jaringan peredaran senpi ilegal yang lebih luas.

Motif dan Nilai Transaksi

Tak hanya itu, polisi juga mengungkap nilai transaksi dalam kasus ini. Kedua tersangka membeli senjata api rakitan tersebut dengan harga Rp7,7 juta.

Baca Juga :  Api Melalap Rumah di Grogol, Lima Korban Ditemukan Tewas di Lantai Dua

Setelah itu, mereka berencana menjual kembali untuk meraup keuntungan pribadi.

Kasus peredaran senjata api ilegal ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena melanggar Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Selain itu, kejahatan ini berpotensi memicu tindak kriminal lain yang lebih besar.

Oleh karena itu, Polda Banten memperketat pengawasan di jalur strategis, termasuk pelabuhan dan pintu masuk antarwilayah.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait kepemilikan atau peredaran senjata api ilegal.

Dengan pengungkapan ini, aparat berupaya memutus rantai distribusi senpi ilegal sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah Banten dan sekitarnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Warga Ambil Besi Proyek Jembatan Rusun, Begini Penjelasan Polsek Cilincing
Sopir Maxim Dibacok Penumpang hingga 22 Jahitan, Begini Kronologinya
14.324 Personel Siaga Amankan Demo 28 Oktober, Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan
Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun, Tersangka Mengaku Terinspirasi Film
481 Siswa Dramaga Diduga Keracunan MBG, Pemkab Bogor Ambil Langkah Ini
Baru Hari Pertama, E-TLE Rekam 103.779 Pelanggaran di Operasi Patuh Jaya 2026
Aksi Anak Tiris di Jakarta Utara Bahayakan Pengendara, Warga Minta Patroli
Aksi Sigap Satpam Rusun Kapuk Muara Gagalkan Dugaan Pencurian Motor

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Viral Warga Ambil Besi Proyek Jembatan Rusun, Begini Penjelasan Polsek Cilincing

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Sopir Maxim Dibacok Penumpang hingga 22 Jahitan, Begini Kronologinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:35 WIB

14.324 Personel Siaga Amankan Demo 28 Oktober, Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun, Tersangka Mengaku Terinspirasi Film

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:35 WIB

481 Siswa Dramaga Diduga Keracunan MBG, Pemkab Bogor Ambil Langkah Ini

Berita Terbaru