Trump Ancam Penjarakan Jurnalis Terkait Bocoran Penyelamatan Pilot di Iran

Selasa, 7 April 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Donald Trump mempromosikan investasi Anduril $3,7 miliar di Sparrows Point Maryland untuk komponen kapal selam nuklir AS menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

Donald Trump mempromosikan investasi Anduril $3,7 miliar di Sparrows Point Maryland untuk komponen kapal selam nuklir AS menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump memperkeras retorikanya terhadap kebebasan pers di Amerika Serikat pada Senin sore. Dalam konferensi pers di Gedung Putih, ia secara terang-terangan mengancam akan memenjarakan jurnalis guna membongkar identitas pembocor rahasia negara (leakers).

Dalam konteks ini, Trump menyoroti laporan media mengenai operasi penyelamatan awak udara AS di Iran pada akhir pekan lalu. Ia mengeklaim bahwa pengungkapan informasi tersebut merupakan ancaman serius terhadap keamanan nasional dan operasional militer di zona tempur.

Ancaman “Buka Sumber atau Penjara”

Kemarahan Trump berawal dari laporan cepat beberapa media mengenai keberhasilan evakuasi pilot pertama yang jatuh di Iran. Meskipun pilot kedua akhirnya berhasil diselamatkan, Trump menilai publikasi awal tersebut telah membahayakan nyawa personel militer di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tidak membicarakan pilot pertama selama satu jam. Lalu seseorang membocorkan sesuatu,” ujar Trump dengan nada geram. “Kami akan mendatangi perusahaan media yang merilisnya. Kami akan katakan: ‘Keamanan nasional, berikan sumbernya atau masuk penjara’.” Oleh karena itu, otoritas keamanan kini sedang melakukan perburuan intensif terhadap informan di internal pemerintahan.

Baca Juga :  Polri Bongkar Lab Rahasia Vape Bius di Medan, Pelaku Jaringan Malaysia-Indonesia

Krisis Kepercayaan: Perang dan Narasi Negatif

Trump secara pribadi mengeluh kepada para pembantunya bahwa liputan perang AS-Israel melawan Iran terlalu bersifat negatif. Akibatnya, ia dan sekutunya mulai meluncurkan serangan publik terhadap berbagai organisasi berita arus utama. Trump menuduh surat kabar “rendahan” secara sengaja ingin melihat Amerika Serikat kalah dalam peperangan ini.

Beberapa outlet media besar seperti The New York Times, CBS News, dan Axios terpantau melaporkan penyelamatan tersebut dalam waktu yang hampir bersamaan. Namun, Gedung Putih hingga saat ini menolak memberikan rincian spesifik mengenai identitas jurnalis atau media mana yang secara langsung menjadi target ancaman presiden tersebut.

Tekanan Regulasi dan Lisensi Penyiaran

Ketegangan ini juga merembet ke ranah regulasi telekomunikasi. Ketua Komisi Komunikasi Federal (FCC), Brendan Carr, memberikan sinyal dukungan terhadap sikap keras presiden. Carr memperingatkan bahwa penyiar yang menyebarkan “berita palsu” memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri sebelum jadwal perpanjangan lisensi mereka tiba.

Baca Juga :  Sengketa Informasi Selesai, KIP Perintahkan KPU Buka Ijazah Jokowi

Lebih lanjut, Carr mengunggah tangkapan layar dari media sosial Truth Social milik Trump yang menghina integritas media nasional. Oleh sebab itu, para aktivis kebebasan sipil khawatir bahwa pemerintah akan menggunakan instrumen hukum dan regulasi untuk membungkam kritik terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat di tahun 2026.

Menanti Respon Organisasi Pers Global

Masa depan perlindungan sumber berita di Amerika Serikat kini berada dalam titik paling rawan. Pada akhirnya, penggunaan ancaman penjara terhadap jurnalis dapat menciptakan efek gentar (chilling effect) yang melumpuhkan akuntabilitas pemerintah.

Dengan demikian, dunia internasional memantau bagaimana lembaga yudikatif AS akan menanggapi potensi perintah eksekutif ini. Jika Trump benar-benar mengeksekusi ancamannya, maka tahun 2026 akan tercatat sebagai tahun di mana pilar keempat demokrasi Amerika mengalami guncangan konstitusional yang paling hebat di tengah berkecamuknya api peperangan di Timur Tengah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Mengklaim Layak Memenangi Hadiah Nobel
Henri B Kagan dan Kenso Soai Memenangi Hadiah Nobel Kimia
Pengacara Mantan Atlet Olimpiade AS Mendesak Penyelidikan
Donald Trump Mempromosikan Investasi Anduril Senilai 3,7 Miliar
Polisi Inggris Menangkap Tersangka Ke-7 Terkait Rencana Teror
Pertahanan Udara Rusia Mengintersepsi 900 Drone Ukraina
Serangan Drone Menenggelamkan Kapal Dagang di Laut Hitam
Donald Trump Memicu Gelombang Kecaman

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Donald Trump Mengklaim Layak Memenangi Hadiah Nobel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Henri B Kagan dan Kenso Soai Memenangi Hadiah Nobel Kimia

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Pengacara Mantan Atlet Olimpiade AS Mendesak Penyelidikan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Donald Trump Mempromosikan Investasi Anduril Senilai 3,7 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Polisi Inggris Menangkap Tersangka Ke-7 Terkait Rencana Teror

Berita Terbaru

Apple merilis Mac mini M6 berdesain mungil dengan chip M6 super cepat, macOS 27, dan perkiraan harga mulai Rp14,5 juta. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Apple Merilis Mac mini M6 Berukuran Ringkas

Kamis, 8 Okt 2026 - 12:55 WIB

Google resmi merilis Pixel 11 dengan chip Tensor G6, kamera telefoto 5x, dan estimasi harga mulai Rp14,5 jutaan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Google Resmi Merilis Pixel 11 Berbekal Lensa Telefoto 5x

Kamis, 8 Okt 2026 - 11:51 WIB