Wanita Tewas di Bekasi dengan Leher Terluka, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Sadis

Jumat, 10 April 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Freepik)

Ilustrasi, Tewas. (Freepik)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Warga Desa Kertamukti, Cibitung, Kabupaten Bekasi digegerkan dengan temuan jasad seorang wanita yang tergeletak tak bernyawa di ruang tamu rumahnya, Jumat (10/4/2026).

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka serius di bagian leher, memicu dugaan kuat aksi pembunuhan sadis.

Awalnya, penemuan jasad ini langsung mengundang perhatian warga sekitar. Tak butuh waktu lama, aparat kepolisian turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dugaan sementara mengarah pada tindak kekerasan brutal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan korban ditemukan dengan luka yang mencurigakan.

“Benar, ditemukan jenazah seorang perempuan di wilayah Desa Kertamukti, Cibitung, Bekasi. Kondisinya terdapat luka,” ujar Budi kepada wartawan.

Baca Juga :  Geger di Trirenggo Bantul: Niat Antar Makanan, Warga Justru Temukan Tetangga Tewas Membusuk

Selanjutnya, polisi langsung mengevakuasi jasad korban ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini diambil guna memastikan penyebab pasti kematian korban, termasuk mengungkap apakah luka tersebut akibat kekerasan tajam.

Di sisi lain, penyidik dari Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi kini bergerak cepat membongkar misteri kematian tersebut.

Mereka mendalami kemungkinan pembunuhan hingga dugaan adanya barang berharga milik korban yang hilang.

“Masih kami dalami, apakah ini pembunuhan murni atau ada unsur lain seperti pencurian,” tegas Budi.

Korban Memiliki Usaha Penyewaan Tenda

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni memastikan proses penyelidikan berjalan intensif.

Polisi telah melakukan olah TKP secara menyeluruh serta memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga :  DJ Tabrak Tukang Becak hingga Tewas di Medan, Ngebut 100 Km/Jam Usai Mabuk

“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami sudah olah TKP dan periksa saksi-saksi. Saat ini pendalaman terus dilakukan,” ungkap Sumarni.

Berdasarkan hasil awal, korban diketahui memiliki usaha penyewaan tenda. Namun demikian, polisi belum mengaitkan latar belakang usaha tersebut dengan motif pembunuhan.

Lebih lanjut, video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi korban yang bersimbah darah di dalam rumah.

Narasi yang beredar menyebut korban mengalami luka gorok di leher, meski hal itu belum dipastikan secara resmi.

Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi. Kepastian jenis luka dan penyebab kematian akan diumumkan setelah hasil autopsi keluar.

“Nanti dokter yang menjelaskan setelah hasil autopsi selesai,” tutup Sumarni. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konsolidasi Militer di Nay Pyi Taw: Senior Jenderal Min Aung Hlaing Resmi Dilantik Jadi Presiden Myanmar
Kejagung Setor Rp11,4 Triliun ke Negara, Prabowo Sebut Bisa Renovasi 34 Ribu Sekolah
Bareskrim Limpahkan 12 Tersangka Narkoba ke Kejaksaan Bali, Kokain dan Ekstasi Disita
Oposisi Jepang Desak Pengetatan Aturan Ekspor Senjata
Sahroni Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Pelaku Ngaku Pimpinan Langsung Ditangkap
Diplomasi di Bawah Bayang-Bayang Rudal: Netanyahu Incar Dialog Langsung dengan Lebanon
Puncak Misi Damai: Xi Jinping Temui Ketua KMT Cheng Li-wun di Beijing
Pam Bondi Mangkir dari Sidang Kongres Soal Berkas Jeffrey Epstein

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 21:31 WIB

Konsolidasi Militer di Nay Pyi Taw: Senior Jenderal Min Aung Hlaing Resmi Dilantik Jadi Presiden Myanmar

Jumat, 10 April 2026 - 21:19 WIB

Kejagung Setor Rp11,4 Triliun ke Negara, Prabowo Sebut Bisa Renovasi 34 Ribu Sekolah

Jumat, 10 April 2026 - 21:00 WIB

Bareskrim Limpahkan 12 Tersangka Narkoba ke Kejaksaan Bali, Kokain dan Ekstasi Disita

Jumat, 10 April 2026 - 20:28 WIB

Oposisi Jepang Desak Pengetatan Aturan Ekspor Senjata

Jumat, 10 April 2026 - 20:21 WIB

Sahroni Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Pelaku Ngaku Pimpinan Langsung Ditangkap

Berita Terbaru

Membela konstitusi pasifis. Aliansi partai oposisi Jepang mengajukan proposal bersama guna menolak rencana pelonggaran ekspor senjata mematikan tanpa pengawasan parlemen di tengah penguatan militer Tokyo tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Oposisi Jepang Desak Pengetatan Aturan Ekspor Senjata

Jumat, 10 Apr 2026 - 20:28 WIB