Pedro Sánchez Desak Dunia Tinggalkan Pola Pikir Zero-Sum

Selasa, 14 April 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi perspektif di Beijing. PM Spanyol Pedro Sánchez menyerukan pemahaman global yang lebih seimbang terhadap Tiongkok, menekankan bahwa kerja sama multilateral adalah kunci kemakmuran bersama di tengah dunia yang multipolar tahun 2026. Dok: Istimewa.

Diplomasi perspektif di Beijing. PM Spanyol Pedro Sánchez menyerukan pemahaman global yang lebih seimbang terhadap Tiongkok, menekankan bahwa kerja sama multilateral adalah kunci kemakmuran bersama di tengah dunia yang multipolar tahun 2026. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez meluncurkan seruan kuat untuk merombak cara pandang dunia terhadap dinamika kekuatan global. Dalam kunjungannya ke ibu kota Tiongkok, Sánchez menekankan perlunya keseimbangan dalam memahami peran Beijing di panggung internasional.

Dalam konteks ini, Sánchez menyampaikan pidato tersebut di hadapan para akademisi di Universitas Tsinghua. Langkah diplomatik ini bertujuan untuk meredam tensi geopolitik melalui pendekatan saling menghormati di tengah meningkatnya polarisasi ekonomi dunia pada tahun 2026.

Kisah Matteo Ricci dan Kritik Bias Perspektif

Sánchez menggunakan referensi sejarah abad ke-16 guna memperkuat argumennya. Ia mengisahkan tentang Matteo Ricci, seorang misionaris Yesuit yang memperkenalkan peta dunia pertama yang menempatkan Eropa di pusat dan menggeser Asia ke tepi.

Menurutnya, peta tersebut mencerminkan bias perspektif yang nyata. “Lebih dari 400 tahun kemudian, masih ada pihak yang melihat Tiongkok dan dunia melalui lensa yang terdistorsi secara serupa,” tegas Sánchez. Oleh karena itu, Spanyol mendorong adanya keterbukaan intelektual guna melihat realitas Tiongkok secara lebih akurat tanpa prasangka sejarah.

Baca Juga :  Rakyat Jepang Berikan Suara di Tengah Skandal dan Salju Tebal

Menolak Logika “Zero-Sum” yang Berbahaya

Pilar utama pidato Sánchez adalah peringatan keras terhadap pola pikir persaingan mutlak. Ia menyatakan bahwa memandang pertumbuhan ekonomi Tiongkok sebagai ancaman atau kerugian bagi pihak lain adalah kesalahan fatal. Akibatnya, mentalitas tersebut justru menjebak peradaban di masa lalu dan membatasi potensi inovasi masa depan.

“Visi ‘zero-sum’ bukan hanya keliru, tetapi juga berbahaya,” ujar Sánchez. Oleh sebab itu, ia mendesak agar perbedaan dikelola secara konstruktif daripada dihilangkan. Sebagai hasilnya, Spanyol memposisikan dirinya sebagai jembatan diplomatik yang mengutamakan dialog daripada konfrontasi ekonomi di tahun 2026.

Multilateralisme: Kebutuhan Abad ke-21

PM Sánchez juga membela relevansi sistem tata kelola global. Ia secara tegas menolak klaim bahwa mekanisme multilateral sudah usang. Sebaliknya, Sánchez berargumen bahwa dunia yang semakin multipolar justru memerlukan kerangka kerja internasional yang lebih kuat dari sebelumnya.

Baca Juga :  Polsek Kelapa Gading Bongkar Penculikan Anak di Apartemen Sherwood, Mantan Suami Ditangkap

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam hal ini, multilateralisme berfungsi bukan untuk memaksakan satu sudut pandang tunggal. Terlebih lagi, sistem ini bertujuan untuk mengubah keberagaman perspektif menjadi kekuatan kolektif. “Jika Spanyol, Eropa, dan Tiongkok pernah makmur bersama di masa lalu, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melakukannya lagi,” tambahnya.

Menuju Koeksistensi Damai

Masa depan hubungan trans-kontinental kini bergantung pada keberanian pemimpin dunia untuk mencari titik temu (common ground). Pada akhirnya, pidato Sánchez di Tsinghua memberikan napas baru bagi upaya de-eskalasi persaingan kekuatan besar.

Dengan demikian, masyarakat internasional memantau apakah semangat kerja sama ini mampu bertahan di tengah tekanan proteksionisme global. Di tahun 2026 yang penuh ketidakpastian, Spanyol berupaya membuktikan bahwa penghormatan terhadap keberagaman adalah fondasi paling stabil bagi perdamaian dan kemakmuran dunia jangka panjang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Senior Aniaya Junior hingga Tewas di Batam, Propam Tetapkan Bripda AS Tersangka
Bareskrim Gerebek Gudang Selundupan di Penjaringan, Ribuan HP Ilegal Disita
Tawuran Picu Kericuhan, Mobil Polisi Jadi Sasaran Lemparan Warga
Polisi Gerebek Pabrik Zenith di Semarang, Oknum Anggota Diduga Terlibat
Meksiko Protes Kematian Ke-14 Warganya dalam Tahanan ICE AS
Prabowo dan Putin Pererat Kerja Sama Energi serta Konsolidasi Kekuatan di BRICS
Harga Minyak Tembus $100 Pasca-Pengumuman Blokade
China dan Eropa Desak Jalur Diplomasi Akhiri Krisis Selat Hormuz

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 18:36 WIB

Polisi Senior Aniaya Junior hingga Tewas di Batam, Propam Tetapkan Bripda AS Tersangka

Selasa, 14 April 2026 - 18:21 WIB

Bareskrim Gerebek Gudang Selundupan di Penjaringan, Ribuan HP Ilegal Disita

Selasa, 14 April 2026 - 18:05 WIB

Tawuran Picu Kericuhan, Mobil Polisi Jadi Sasaran Lemparan Warga

Selasa, 14 April 2026 - 17:34 WIB

Polisi Gerebek Pabrik Zenith di Semarang, Oknum Anggota Diduga Terlibat

Selasa, 14 April 2026 - 14:27 WIB

Meksiko Protes Kematian Ke-14 Warganya dalam Tahanan ICE AS

Berita Terbaru

Duka di perbatasan. Pemerintah Meksiko meluncurkan protes diplomatik keras setelah seorang warganya tewas di penjara Louisiana, menyoroti kegagalan standar hak asasi manusia di pusat penahanan Amerika Serikat tahun 2026. Dok: VCG.

INTERNASIONAL

Meksiko Protes Kematian Ke-14 Warganya dalam Tahanan ICE AS

Selasa, 14 Apr 2026 - 14:27 WIB