17.000 Pasukan AS-Filipina Gelar Latihan Balikatan

Rabu, 15 April 2026 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pesan ketegasan dari Manila. Amerika Serikat dan Filipina mengerahkan 17.000 personel dalam latihan militer Balikatan 2026, menegaskan komitmen keamanan Asia meski fokus Washington sedang terbagi oleh perang di Timur Tengah. Dok: AP Photo/Aaron Favila.

Pesan ketegasan dari Manila. Amerika Serikat dan Filipina mengerahkan 17.000 personel dalam latihan militer Balikatan 2026, menegaskan komitmen keamanan Asia meski fokus Washington sedang terbagi oleh perang di Timur Tengah. Dok: AP Photo/Aaron Favila.

MANILA, POSNEWS.CO.ID – Amerika Serikat mempertegas posisi strategisnya di kawasan Asia melalui penyelenggaraan latihan militer Balikatan 2026. Sebanyak 17.000 prajurit gabungan bersiap melakukan manuver tempur di tengah meningkatnya tensi keamanan di Laut China Selatan.

Dalam konteks ini, latihan tersebut merupakan bukti nyata dedikasi Washington terhadap aliansi trans-Pasifik. Meskipun militer AS saat ini sedang terkonsentrasi pada konflik bersenjata di Timur Tengah, pengerahan masif di Filipina mengirimkan sinyal bahwa Asia tetap menjadi prioritas pertahanan utama mereka di tahun 2026.

Ekspansi Aliansi: Jepang, Perancis, dan Kanada

Tahun 2026 menandai pergeseran format Balikatan menjadi kolaborasi multinasional yang lebih luas. Militer Filipina mengonfirmasi bahwa latihan kali ini melibatkan pasukan dari Jepang, Perancis, dan Kanada. Oleh karena itu, integrasi ini dimungkinkan berkat adanya kesepakatan kunjungan pasukan (Visiting Forces Agreement) yang telah Manila tandatangani dengan negara-negara sahabat tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara khusus, pasukan Jepang dijadwalkan akan melakukan uji coba penembakan rudal dalam simulasi penenggelaman kapal (ship-sinking exercise). Lokasi pengujian ini berada di perairan strategis yang menghadap wilayah sengketa. Pemerintah Filipina bahkan telah mengundang kepala pertahanan Jepang untuk menyaksikan langsung latihan tembak tersebut guna mempererat koordinasi taktis antar-sekutu.

Baca Juga :  Jenazah Bocah 8 Tahun Membusuk di Kos Penjaringan, Polisi Dalami Penyebab Kematian

Simulasi Penenggelaman Kapal dan Teknologi Anti-Drone

Pilar utama dari latihan Balikatan—yang berarti “bahu-membahu” dalam bahasa Tagalog—adalah penguasaan medan maritim. Sebagai hasilnya, militer akan fokus pada skenario perlindungan kepentingan nasional Filipina di perairan yang disengketakan.

Juru bicara pasukan AS, Kolonel Robert Bunn, menekankan bahwa aspek defensif dalam menangkal teknologi drone menjadi bagian integral dari latihan tahun ini. Selain itu, simulasi serangan balik terhadap ancaman asimetris dirancang guna memastikan setiap personel mampu mengoperasikan sistem pertahanan udara terbaru. “Pesan kami adalah dedikasi terhadap aliansi dan keamanan regional,” tegas Bunn dalam konferensi pers pada Selasa pagi.

Ketegangan di Laut China Selatan dan Respon Tiongkok

Pengerahan kekuatan militer ini dipastikan akan memicu reaksi keras dari Tiongkok. Sebab, Beijing secara konsisten menentang latihan tempur yang melibatkan Amerika Serikat di wilayah yang mereka klaim secara sepihak tersebut.

Baca Juga :  Truk Trailer Tabrak dan Tindih Sedan di Karawang, 3 Tewas Satu Balita

Lebih lanjut, konfrontasi teritorial antara armada penjaga pantai Tiongkok dan Filipina tercatat mengalami lonjakan drastis sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026. Meskipun demikian, Filipina bersikeras bahwa latihan ini tidak menargetkan negara mana pun secara spesifik. Otoritas Manila memandang latihan Balikatan sebagai instrumen penting guna menjaga kebebasan navigasi di salah satu jalur perdagangan paling sibuk di dunia.

Menjaga Daya Tangkal Global

Keberhasilan Balikatan 2026 menjadi barometer penting bagi kredibilitas “Payung Keamanan” Amerika Serikat. Pada akhirnya, komitmen yang pernah Menteri Pertahanan Pete Hegseth sampaikan di Manila tahun lalu kini memasuki fase implementasi fisik di lapangan.

Dengan demikian, sinergi antara AS, Filipina, dan mitra keamanan lainnya diharapkan mampu meredam potensi konflik terbuka di Asia Tenggara. Di tahun 2026 yang penuh gejolak internasional ini, persatuan “bahu-membahu” di Pasifik Barat menjadi variabel kunci bagi stabilitas ekonomi dan kedaulatan bangsa-bangsa di sekitarnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru
Tabung Oksigen Terpental Saat Pengisian di Cilincing, Hantam Rumah dan Warung Warga
Cuaca Jabodetabek Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Udara Capai 34 Derajat Celsius
Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos
Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis
Kapolri Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 Gratis di Mabes, Polda hingga Polsek
Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori
Tak Mau Bayar Makan, 2 Pria Keroyok Pedagang Sate di Rawasari Diciduk Polisi

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:12 WIB

Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Tabung Oksigen Terpental Saat Pengisian di Cilincing, Hantam Rumah dan Warung Warga

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:35 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Udara Capai 34 Derajat Celsius

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:43 WIB

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:00 WIB

Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis

Berita Terbaru

Mengamankan jalur energi regional. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan PM Malaysia Anwar Ibrahim memperkuat kemitraan maritim serta jaminan pasokan LNG di tengah krisis Timur Tengah. (David Mareuil/Pool Photo via AP)

INTERNASIONAL

Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru

Kamis, 11 Jun 2026 - 06:12 WIB

Duka di Mindanao. Tim penyelamat menyisir puing-puing bangunan komersial di General Santos pasca-gempa bumi dahsyat magnitudo 7,8 yang menewaskan puluhan warga. Dok: REUTERS/Noel Celis

INTERNASIONAL

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Rabu, 10 Jun 2026 - 18:43 WIB