Kasus Intoleransi Marak, Hashim Desak Polisi dan Kejaksaan Bertindak Tegas

Senin, 20 April 2026 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hashim Djojohadikusumo menyampaikan pernyataan soal intoleransi dan penegakan hukum terhadap gangguan ibadah. (Posnews/Ist)

Hashim Djojohadikusumo menyampaikan pernyataan soal intoleransi dan penegakan hukum terhadap gangguan ibadah. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyoroti keras maraknya aksi intoleransi yang masih terjadi di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, setiap bentuk gangguan terhadap aktivitas ibadah bukan sekadar pelanggaran sosial, melainkan tindak pidana yang harus ditindak tegas.

Dalam pernyataannya yang disiarkan melalui kanal YouTube ABPEDNAS, Minggu (19/4/2026), Hashim mengungkap bahwa kasus serupa masih terus bermunculan, bahkan nyaris terjadi setiap hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hampir setiap hari kita mendengar kasus intoleransi. Minggu lalu di Tangerang, ada tempat ibadah yang diganggu oleh kelompok tertentu,” tegasnya.

Ganggu Ibadah = Tindak Pidana

Hashim menegaskan, hukum di Indonesia secara jelas melindungi kebebasan beribadah.

Baca Juga :  Swiss Gelar Perundingan Rahasia Rusia, Ukraina, dan AS

Karena itu, siapa pun yang mencoba menghalangi atau mengganggu kegiatan ibadah dapat dijerat pidana sesuai ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Setiap kali ada ibadah yang diganggu, itu merupakan tindakan pidana,” ujarnya lugas.

Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi kelompok atau individu yang masih mencoba memicu konflik berbasis intoleransi.

Desak Kejaksaan dan Polri Bertindak Tegas

Selain itu, Hashim juga mendorong aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Agung dan Polri, untuk tidak ragu menindak pelaku.

Menurutnya, penegakan hukum yang tegas dan konsisten menjadi kunci untuk memutus rantai intoleransi yang berpotensi merusak persatuan bangsa.

Ajak Masyarakat Turun Tangan Jaga Kondusivitas

Tak hanya aparat, Hashim juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya anggota ABPEDNAS, untuk aktif menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.

Baca Juga :  Kejagung Setor Rp11,4 Triliun ke Negara, Prabowo Sebut Bisa Renovasi 34 Ribu Sekolah

Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah konflik sejak dini, sekaligus memperkuat toleransi antarumat beragama.

“Saya mohon bantuan seluruh anggota ABPEDNAS untuk membantu pemerintah, Kejaksaan Agung, dan Polri agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” tandasnya.

Intoleransi Jadi Ancaman Serius

Dengan meningkatnya kasus intoleransi, Hashim mengingatkan bahwa ancaman terhadap kebebasan beribadah bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga ancaman serius bagi persatuan nasional.

Karena itu, ia menegaskan semua pihak harus bersatu menjaga nilai toleransi dan menghormati perbedaan demi menjaga keutuhan bangsa. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BNN Amankan 10 WNI Positif Narkoba di Bandara Soekarno-Hatta
Zelenskyy Komunikasi dengan AS Saat Rusia Hantam Kharkiv
Pengendara Vario Tewas Terlindas Mobil di Ciampea Bogor Usai Gagal Salip Bus
Kerusuhan Belfast Pecah: Massa Anti-Imigran Bakar Kendaraan
AS Gempur Iran Pasca Penembakan Helikopter Apache
Pesta Gay Viral di Karawang Jadi Alarm Pengawasan Tempat Hiburan Malam
Kamar Indekos Jadi Markas Sabu, Pasutri di Bekasi Diciduk Polisi
Sony Sonjaya Bongkar 26 Nama dalam Kasus Korupsi MBG

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:30 WIB

BNN Amankan 10 WNI Positif Narkoba di Bandara Soekarno-Hatta

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:13 WIB

Zelenskyy Komunikasi dengan AS Saat Rusia Hantam Kharkiv

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:09 WIB

Pengendara Vario Tewas Terlindas Mobil di Ciampea Bogor Usai Gagal Salip Bus

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:50 WIB

Kerusuhan Belfast Pecah: Massa Anti-Imigran Bakar Kendaraan

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:48 WIB

AS Gempur Iran Pasca Penembakan Helikopter Apache

Berita Terbaru

Upaya diplomasi di tengah perang udara. Presiden Volodymyr Zelenskyy berkomunikasi dengan utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner saat Rusia kembali menggempur Kharkiv. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Komunikasi dengan AS Saat Rusia Hantam Kharkiv

Rabu, 10 Jun 2026 - 11:13 WIB

Ketegangan imigrasi di Irlandia Utara. Demonstran anti-imigran mengamuk dan membakar kendaraan di Belfast setelah polisi mendakwa seorang pria asal Sudan atas kasus penikaman brutal. Dok: REUTERS/Isabel Infantes

INTERNASIONAL

Kerusuhan Belfast Pecah: Massa Anti-Imigran Bakar Kendaraan

Rabu, 10 Jun 2026 - 10:50 WIB

Ilustrasi, Ketegangan baru di Selat Hormuz. Amerika Serikat meluncurkan serangan balasan ke Iran setelah penembakan jatuh helikopter Apache di tengah ancaman pecahnya aliansi AS-Israel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Gempur Iran Pasca Penembakan Helikopter Apache

Rabu, 10 Jun 2026 - 09:48 WIB