Xi Jinping dan MBS Desak Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz

Selasa, 21 April 2026 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjaga urat nadi energi. Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman melakukan pembicaraan telepon krusial guna menjamin keamanan navigasi di Selat Hormuz di tengah ancaman krisis energi global April 2026. Dok: Istimewa.

Menjaga urat nadi energi. Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman melakukan pembicaraan telepon krusial guna menjamin keamanan navigasi di Selat Hormuz di tengah ancaman krisis energi global April 2026. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Tiongkok dan Arab Saudi memperkuat koordinasi diplomatik guna menyelamatkan arus logistik energi dunia dari kelumpuhan total. Presiden Xi Jinping melakukan pembicaraan intensif dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman guna meredakan ketegangan di kawasan Teluk pada hari Senin.

Dalam konteks ini, pembicaraan tersebut terjadi saat krisis di Selat Hormuz memasuki fase yang sangat kritis. Oleh karena itu, Beijing dan Riyadh sepakat untuk mendorong normalisasi jalur pelayaran internasional yang menjadi jantung distribusi minyak mentah dunia tahun 2026.

10 Tahun Kemitraan dan Kedalaman Hubungan Bilateral

Presiden Xi Jinping menggarisbawahi bahwa tahun 2026 menandai peringatan 10 tahun kemitraan strategis komprehensif antara Tiongkok dan Arab Saudi. Dalam hal ini, Tiongkok selalu mengedepankan prinsip saling menghormati, kesetaraan, dan keuntungan bersama dalam menjalin relasi dengan Riyadh.

“Tiongkok bersedia memperdalam kepercayaan strategis dan memperkuat kerja sama praktis di semua tingkatan,” tegas Xi sebagaimana laporan resmi kementerian. Beijing bertekad menjadikan hubungan ini sebagai model percontohan bagi kemitraan antara Tiongkok dan negara-negara Arab lainnya di tengah dinamika dunia yang kian volatil.

Baca Juga :  Tragis, Anak di Ponorogo Habisi Nyawa Kedua Orang Tuanya Sendiri

Keamanan Selat Hormuz: Kepentingan Kolektif Dunia

Terkait situasi di Selat Hormuz, Xi Jinping menekankan bahwa kelancaran navigasi di jalur tersebut melayani kepentingan bersama masyarakat internasional. Tiongkok mendukung penuh upaya negara-negara kawasan dalam membangun “rumah bersama” yang ditandai dengan keamanan dan pembangunan yang berkelanjutan.

Bahkan, Xi menyerukan penghentian permusuhan dan gencatan senjata yang menyeluruh secepat mungkin. Tiongkok berkomitmen untuk tetap menyelesaikan perselisihan melalui jalur politik dan diplomatik. Langkah ini bertujuan agar negara-negara Timur Tengah mampu memegang kendali penuh atas nasib dan masa depan mereka sendiri tanpa campur tangan kekuatan militer asing yang destruktif.

Respon MBS: Keamanan Teluk dan Dampak Ekonomi Global

Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengakui bahwa ketegangan saat ini sangat merusak keamanan negara-negara Teluk. Selain itu, MBS menyoroti dampak parah konflik tersebut terhadap pasokan energi global dan operasional ekonomi dunia.

Baca Juga :  Trump Ngotot Rebut Greenland, Pembicaraan Washington Berakhir Buntu

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Arab Saudi berkomitmen untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan berharap dapat menghindari eskalasi situasi lebih lanjut,” ujar MBS kepada Xi. Ia mengapresiasi posisi Tiongkok yang konsisten menjunjung tinggi keadilan sebagai negara besar yang bertanggung jawab. Arab Saudi siap mempererat koordinasi dengan Beijing guna menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz di tahun 2026 ini.

Menuju Perdamaian Abadi

Masa depan stabilitas Timur Tengah kini bergantung pada kesolidan kolaborasi antara eksportir energi terbesar dan importir energi terbesar dunia. Pada akhirnya, sinergi antara Xi Jinping dan MBS memberikan harapan bagi de-eskalasi konflik antara blok Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Dengan demikian, dunia internasional memantau langkah nyata dari kemitraan strategis ini dalam mewujudkan perdamaian jangka panjang. Di tengah blokade maritim yang masih membayangi, ketegasan diplomatik dari Beijing dan Riyadh menjadi instrumen kunci guna mencegah kiamat energi global yang lebih dalam.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangunan Ambruk di Tugu Selatan Koja, Wanita 50 Tahun Tewas Tertimbun Reruntuhan
Pelaku Copet iPhone Dikalungi Tulisan “Saya Copet” di Arak Keliling Tanah Abang
Kontak Tembak di Papua! Buronan KKB Dilumpuhkan Saat Melawan Aparat
Pabrik Vape Narkoba di Apartemen Tangerang Digerebek, Ribuan Cartridge Disita
Pragmata: Revolusi Sad Dad Capcom di Bulan dan Keajaiban Teknologi 2026
iPhone 17e, Standar Baru Ponsel Entry-Level Apple di Tahun 2026
Mafia Energi Digulung, Ribuan Tabung LPG dan Ratusan Ribu Liter BBM Subsidi Disita
Korut Luncurkan Rudal Balistik Saat IAEA Konfirmasi Lonjakan Produksi Senjata

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:29 WIB

Bangunan Ambruk di Tugu Selatan Koja, Wanita 50 Tahun Tewas Tertimbun Reruntuhan

Selasa, 21 April 2026 - 20:15 WIB

Pelaku Copet iPhone Dikalungi Tulisan “Saya Copet” di Arak Keliling Tanah Abang

Selasa, 21 April 2026 - 19:51 WIB

Kontak Tembak di Papua! Buronan KKB Dilumpuhkan Saat Melawan Aparat

Selasa, 21 April 2026 - 17:54 WIB

Pabrik Vape Narkoba di Apartemen Tangerang Digerebek, Ribuan Cartridge Disita

Selasa, 21 April 2026 - 16:57 WIB

Pragmata: Revolusi Sad Dad Capcom di Bulan dan Keajaiban Teknologi 2026

Berita Terbaru