PM Sanae Takaichi Resmikan Panel Perombakan Strategi Pertahanan Jepang

Selasa, 28 April 2026 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menghadapi era turbulensi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat penguatan militer Jepang melalui peninjauan ulang kebijakan keamanan guna mengantisipasi ancaman baru di kawasan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

Menghadapi era turbulensi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat penguatan militer Jepang melalui peninjauan ulang kebijakan keamanan guna mengantisipasi ancaman baru di kawasan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Jepang mengambil langkah berani untuk memperkuat postur militer mereka di tengah panasnya geopolitik Asia Timur. Perdana Menteri Sanae Takaichi meresmikan panel khusus untuk meninjau kembali arah kebijakan pertahanan negara. Langkah ini bertujuan menghadapi ancaman nyata dari negara-negara tetangga.

PM Takaichi terus mendorong percepatan modernisasi militer sebagai instrumen pencegahan sejak menjabat pada Oktober lalu. Ia berpendapat bahwa Jepang memerlukan strategi pertahanan yang lebih agresif. Hal ini penting agar negara mampu bertahan menghadapi bentuk peperangan baru yang kompleks dan berlarut-larut.

Dinamika Global: Akhir dari Stabilitas Pasca-Perang Dingin

PM Takaichi menekankan urgensi perubahan dalam pidato pembukaan pertemuan perdana panel tersebut. Ia menyatakan bahwa tatanan internasional pasca-Perang Dingin kini telah berakhir. “Situasi internasional sudah berubah secara total,” tegas Takaichi kepada anggota panel.

Ia mengingatkan bahwa Jepang tidak bisa lagi mengandalkan paradigma lama untuk menjaga keamanan wilayah. Menurutnya, dunia kini memasuki era turbulensi yang penuh dengan ketidakpastian hukum dan keamanan.

Modernisasi Alutsista: Belajar dari Konflik Ukraina dan Timur Tengah

Revisi kebijakan ini memprioritaskan adaptasi terhadap teknologi militer mutakhir. Takaichi meminta militer Jepang mengambil pelajaran berharga dari invasi Rusia ke Ukraina serta konflik di Timur Tengah.

Pemerintah berencana memperkuat kemampuan peperangan jarak jauh melalui penggunaan drone secara masif. Langkah ini sangat krusial untuk menghadapi potensi konflik jangka panjang di masa depan. Adaptasi tersebut menjadi bagian visi Takaichi untuk memastikan kesiapan Jepang menghadapi darurat nasional yang mengancam nasib bangsa.

Anggaran Pertahanan: Melampaui Target 2 Persen PDB

Panel beranggotakan 15 pakar diplomasi, ekonomi, dan pertahanan ini akan meninjau skema pendanaan militer. Jepang menetapkan target belanja pertahanan sebesar 2% PDB atau sekitar 43 triliun yen pada Desember 2022. Target tersebut berlaku hingga tahun 2027.

Baca Juga :  Ops Damai Cartenz Papua Bangun Komunikasi Humanis Lewat Patroli Rutin

Meski sudah mencapai target belanja, panel kemungkinan akan membahas kenaikan anggaran lebih lanjut. Pemerintah menyiapkan dana ini untuk memperkuat industri militer domestik. Dana tersebut juga akan menopang kebutuhan strategis Jepang dalam dekade mendatang.

Kontroversi Domestik dan Internasional: Pergeseran Prinsip Pasifis

Kritik mulai bermunculan terhadap kebijakan agresif Takaichi. Pekan lalu, kabinet mencabut pembatasan ekspor senjata mematikan. Amerika Serikat menyambut baik langkah ini, namun kelompok pasifis domestik dan pemerintah China melayangkan protes keras.

Para kritikus menilai langkah tersebut melanggar prinsip “pertahanan diri saja” (self-defense only). Prinsip ini merupakan landasan militer Jepang sejak pasca-Perang Dunia II. Namun, pemerintah tetap mengutamakan kedaulatan nasional di atas segalanya. Peninjauan kebijakan ini menjadi upaya krusial untuk menentukan posisi Jepang dalam peta kekuatan global tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati
Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis

Berita Terbaru

Hakim federal menolak permintaan Pemerintahan Trump untuk menghentikan penghitungan 20 ribu surat suara di California.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Okt 2026 - 12:42 WIB

Menhan AS Pete Hegseth memecat perencana militer utama Pentagon Letjen Brett Sylvia. Simak kaitannya dengan rencana serangan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:39 WIB

Ilustrasi, Biaya Perang Iran melonjak hingga 47,1 miliar Dolar AS. Simak rincian pengeluaran amunisi Pentagon dan dampaknya pada Pemilu. Dok: Britannica.

INTERNASIONAL

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:42 WIB

Tabrakan kereta cepat RENFE dan IRYO di Toledo Spanyol menewaskan 68 orang. Simak kronologi kegagalan sinyal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:40 WIB