Diplomasi Beijing-Brussel: China Ajak Belgia Redam Ketegangan Dagang

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Misi mediasi di Beijing. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendorong Belgia untuk memainkan peran konstruktif dalam menyelesaikan perselisihan ekonomi antara China dan Uni Eropa melalui dialog dan konsultasi. Dok: Istimewa.

Misi mediasi di Beijing. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendorong Belgia untuk memainkan peran konstruktif dalam menyelesaikan perselisihan ekonomi antara China dan Uni Eropa melalui dialog dan konsultasi. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – China secara resmi meminta dukungan Belgia untuk membantu menangani perselisihan ekonomi dan perdagangan dengan Uni Eropa (UE). Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyampaikan harapan tersebut dalam pertemuan bilateral di Beijing pada hari Kamis.

Wang Yi menekankan bahwa Belgia memiliki posisi strategis di dalam Uni Eropa untuk memfasilitasi dialog yang sehat. China menginginkan adanya penanganan perbedaan perdagangan yang tepat melalui konsultasi yang konstruktif guna menghindari eskalasi ketegangan lebih lanjut.

Kemitraan Strategis dan Kepentingan Bersama

Dalam pembicaraan tersebut, Wang Yi menyoroti kemitraan kerja sama ramah tamah menyeluruh antara China dan Belgia. Ia menyatakan bahwa kedua belah pihak memiliki kepentingan bersama yang luas, terutama dalam mengadvokasi penyelesaian sengketa secara politik.

“Kedua negara menjunjung tinggi hukum internasional dan penyelesaian masalah melalui dialog,” ujar Wang Yi. Ia juga menambahkan bahwa China bersedia bekerja sama dengan Belgia untuk saling menghormati dan mencari titik temu sembari mengelola perbedaan yang ada. China berkomitmen untuk memperkuat pertukaran budaya dan memperdalam kerja sama praktis ke tingkat yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Jasa Pembuatan Website di Bekasi – Profesional dan Terjangkau

Posisi Belgia: Menolak Proteksionisme

Wakil Perdana Menteri Belgia, Maxime Prevot, memberikan respons positif terhadap ajakan tersebut. Ia menegaskan bahwa hubungan Belgia-China kini menjadi lebih penting daripada sebelumnya di tengah ketidakpastian global.

Terkait isu ekonomi, Prevot secara tegas menyatakan bahwa Belgia tidak setuju dengan praktik proteksionisme perdagangan. Ia menyatakan kesiapan Belgia untuk memperkuat komunikasi dengan China secara terbuka dan konstruktif guna memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan.

Komitmen Terhadap Kebijakan “Satu China”

Selain isu perdagangan, Prevot menegaskan kembali posisi diplomatik Belgia terhadap kedaulatan China. Belgia tetap memegang teguh kebijakan “Satu China” dan mematuhi resolusi PBB yang relevan. Langkah ini diapresiasi oleh pihak Beijing sebagai landasan kuat bagi hubungan bilateral kedua negara.

Baca Juga :  Negara vs. Pasar: Pertarungan Abadi di Balik Harga BBM dan Cabai

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prevot juga mengapresiasi upaya China dalam membantu meredakan ketegangan regional dan komitmennya dalam menyelesaikan masalah melalui jalur diplomasi. Belgia berjanji akan terus memainkan peran positif dalam mempromosikan perkembangan hubungan Uni Eropa-China yang sehat dan stabil.

Menjaga Multilateralisme di Tahun 2026

Pertemuan ini menandai upaya berkelanjutan China untuk merangkul negara-negara Eropa dalam menghadapi hambatan perdagangan global. Dengan Belgia yang bersedia menjunjung tinggi multilateralisme, peluang untuk meredakan sengketa dagang antara Beijing dan Brussel tetap terbuka lebar.

Dunia kini memantau bagaimana peran Belgia di dalam Uni Eropa akan memengaruhi kebijakan ekonomi blok tersebut terhadap China. Di tahun 2026 yang penuh gejolak ini, dialog antara kekuatan ekonomi besar menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas pasar internasional.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

May Day 2026 di Monas, Buruh Bawa 11 Tuntutan – Prabowo Janjikan Kejutan
Amerika Serikat Kini Jadi Pemasok Utama Naphtha Korea Selatan
Banjir Bogor Hari Ini, Kali Cibeber Meluap – 168 Warga Citeureup Terdampak
Tabrakan KA Bekasi Timur, Polisi Periksa Manajemen Green SM – Kasus Naik Penyidikan
Sayap Tradisi di Langit Delhi: Menjaga Kabootarbaazi
Prakiraan Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Diguyur Hujan – Waspada Petir dan Angin Kencang
Sedikitnya 358 Orang Dieksekusi di Bawah Rezim Kim Jong Un
Polisi Terapkan Pengamanan Humanis saat May Day 2026 di Jakarta – Kerahkan 24 Ribu Personel

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:11 WIB

Diplomasi Beijing-Brussel: China Ajak Belgia Redam Ketegangan Dagang

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:32 WIB

May Day 2026 di Monas, Buruh Bawa 11 Tuntutan – Prabowo Janjikan Kejutan

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:30 WIB

Amerika Serikat Kini Jadi Pemasok Utama Naphtha Korea Selatan

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:55 WIB

Banjir Bogor Hari Ini, Kali Cibeber Meluap – 168 Warga Citeureup Terdampak

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:39 WIB

Tabrakan KA Bekasi Timur, Polisi Periksa Manajemen Green SM – Kasus Naik Penyidikan

Berita Terbaru

Adaptasi energi di tengah perang. Korea Selatan mengalihkan ketergantungan impor naphtha dari Timur Tengah ke Amerika Serikat guna mengamankan bahan baku industri petrokimia saat konflik Iran melumpuhkan jalur pasokan tradisional. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat Kini Jadi Pemasok Utama Naphtha Korea Selatan

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:30 WIB