Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Ukraina segera melancarkan reformasi militer besar-besaran pada musim panas ini. Langkah strategis tersebut bertujuan untuk mengatasi krisis kekurangan pasukan infanteri. Selain itu, pemerintah ingin mempercepat pemulangan prajurit yang telah bertugas paling lama sejak awal invasi Rusia.

Presiden Volodymyr Zelenskyy menyampaikan pengumuman tersebut melalui saluran Telegram pada hari Jumat. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan merampungkan seluruh rincian teknis pada bulan Mei. Selanjutnya, hasil nyata dari reformasi ini harus sudah terlihat pada bulan Juni mendatang.

Pembenahan Kesejahteraan: Gaji Lebih Tinggi bagi Infanteri

Zelenskyy menjanjikan kenaikan gaji yang signifikan bagi pasukan infanteri. Jabatan ini merupakan salah satu peran paling berbahaya karena ancaman serangan drone yang terus-menerus di garis depan. Negara ingin menunjukkan penghormatan nyata kepada para prajurit yang menahan lini pertahanan.

Pemerintah akan menaikkan gaji posisi non-tempur menjadi minimal 30.000 hryvnia (sekitar Rp11 juta) per bulan. Angka ini naik sepertiga dari tarif saat ini. Sementara itu, upah untuk posisi tempur, komandan, dan perwira akan jauh lebih tinggi. Zelenskyy juga menyiapkan kontrak khusus bagi infanteri dengan nilai antara 250.000 hingga 400.000 hryvnia.

Baca Juga :  Medan Perang Siber: Masa Depan Konflik di Domain Kelima

Transformasi Sistemik di Bawah Mykhailo Fedorov

Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov menyebut perubahan ini sebagai transformasi “sistemik” bagi tentara Ukraina. Fedorov mulai menjabat sejak Januari lalu dengan mandat khusus untuk memperbaiki sistem mobilisasi dan menangani penghindaran wajib militer.

Fedorov sedang menyiapkan beberapa proyek utama di bawah payung reformasi ini. Program tersebut meliputi model penggajian yang adil serta sistem kontrak baru dengan masa layanan yang jelas. Selain itu, kementerian akan menerapkan kebijakan rotasi yang transparan untuk menjaga kebugaran pasukan. Pendekatan baru dalam perekrutan unit juga menjadi fokus utama dalam transformasi ini.

Rotasi Pasukan dan Pemulangan Prajurit Lama

Salah satu keluhan utama prajurit adalah ketiadaan batas waktu layanan yang tetap. Banyak tentara telah bertugas di posisi yang sama selama berbulan-bulan tanpa adanya rotasi. Hal ini menyebabkan kelelahan fisik dan mental yang luar biasa di medan tempur.

Baca Juga :  Prabowo Pulihkan Nama Baik 2 Guru Luwu Utara, Tanda Tangani Rehabilitasi di Halim

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Reformasi terbaru ini memungkinkan pemulangan prajurit yang telah mengabdi dalam waktu lama secara bertahap. Zelenskyy menginginkan adanya kriteria waktu yang jelas untuk pembebasan tugas berdasarkan masa layanan. Serhii Sternenko, penasihat Kementerian Pertahanan, optimis bahwa reformasi ini merupakan kunci untuk mengalahkan agresi Rusia.

Menghadapi Kendala Finansial

Implementasi reformasi ini tentu akan menambah beban keuangan Ukraina. Saat ini, Kyiv sangat bergantung pada bantuan asing untuk menopang kebutuhan militernya yang terus membengkak. Namun, pemerintah memandang pembenahan internal tentara sebagai investasi mutlak demi kedaulatan negara.

Dunia kini memantau apakah Ukraina mampu menjalankan transformasi ini secara efektif di tengah kebuntuan negosiasi damai. Di tahun 2026 yang penuh tantangan, kesolidan struktur militer dan kepuasan prajurit menjadi fondasi utama bagi daya tahan Ukraina di panggung global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok
Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi
Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam
BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:17 WIB

Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:29 WIB

Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:15 WIB

Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:04 WIB

Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:40 WIB

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga

INTERNASIONAL

Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:15 WIB