Ethiopia dan Sudan Saling Tuding Langgar Wilayah

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ketegangan di perbatasan. Ethiopia dan Sudan saling melemparkan tuduhan serius mengenai dukungan terhadap pasukan pemberontak dan serangan drone lintas batas, memicu kekhawatiran akan pecahnya konfrontasi terbuka di wilayah tersebut. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Ketegangan di perbatasan. Ethiopia dan Sudan saling melemparkan tuduhan serius mengenai dukungan terhadap pasukan pemberontak dan serangan drone lintas batas, memicu kekhawatiran akan pecahnya konfrontasi terbuka di wilayah tersebut. Dok: Istimewa.

KHARTOUM, POSNEWS.CO.ID – Stabilitas di kawasan Afrika Timur kini berada dalam ancaman serius. Ethiopia dan Sudan saling lempar tuduhan pada hari Selasa. Masing-masing pihak mengeklaim bahwa lawan melanggar kedaulatan wilayah dan mendukung pemberontak.

Perang saudara melanda Sudan sejak 2023. Konflik ini kini mulai bersinggungan dengan berbagai gejolak internal di Ethiopia. Analis menilai tumpang tindih kepentingan ini menarik keterlibatan aktor eksternal. Hal ini memperumit upaya perdamaian regional pada tahun 2026.

Ethiopia Tuding Sudan Sokong Militan Tigray

Kementerian Luar Negeri Ethiopia melancarkan serangan diplomatik melalui tuduhan serius. Mereka menyebut militer Sudan menjadi markas bagi berbagai kekuatan anti-Ethiopia. Secara spesifik, Addis Ababa menyebut pasukan Sudan memberikan dukungan kepada “tentara bayaran” dari Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudan berfungsi sebagai pusat bagi pasukan anti-Ethiopia,” tulis kementerian tersebut melalui platform X. Selain itu, Ethiopia mengeklaim militer Sudan menyuplai senjata dan dana bagi kelompok Tigray. Langkah ini bertujuan memfasilitasi serangan di perbatasan barat Ethiopia. Namun, pejabat senior TPLF, Amanuel Assefa, membantah keras tuduhan tersebut. Ia balik mengkritik pemerintah Ethiopia yang mencari kambing hitam atas kegagalan internal sendiri.

Baca Juga :  Trump Timbang Serangan Militer ke Iran: Target Non-Militer

Sudan Tarik Dubes dan Ungkap Bukti Serangan Drone

Di pihak lain, pemerintah Sudan mengambil langkah drastis dengan menarik duta besarnya dari Addis Ababa. Juru bicara militer Sudan, Assim Awad, mengaku memiliki “bukti konklusif” serangan drone. Menurutnya, serangan itu meluncur dari wilayah Bandara Bahir Dar, Ethiopia.

Awad menuduh serangan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Ethiopia dan Uni Emirat Arab (UEA). Sudan memulihkan data dari drone yang jatuh di El-Obeid. Data itu menunjukkan perangkat milik UEA tersebut lepas landas dari Ethiopia timur laut. Meskipun demikian, pihak UEA membantah keras keterlibatan mereka. Abu Dhabi menyebut tuduhan Sudan sebagai propaganda untuk memperlama perang.

Dampak Kemanusiaan: Korban Sipil Berjatuhan

Eskalasi militer ini berdampak langsung pada warga sipil di kedua sisi. Pada Selasa, serangan drone menghantam SPBU di Kosti, Negara Bagian White Nile. Lokasi ini berada sekitar 300 kilometer di selatan Khartoum.

Baca Juga :  Mengapa Ponsel Dilarang Sementara Laptop Diizinkan dalam Penerbangan?

Sumber medis mengonfirmasi rincian korban sebagai berikut:

  • Meninggal Dunia: 3 warga sipil.
  • Luka-luka: 2 orang.

Selain itu, serangan di wilayah Omdurman selatan menewaskan lima warga sipil. Serangan tersebut juga merusak fasilitas rumah sakit di area Jebel Awliya. Pola ini menunjukkan kembalinya kekerasan di ibu kota. Padahal, wilayah tersebut sempat tenang selama beberapa bulan terakhir.

Menlu Sudan, Mohieddin Salem, menyatakan negaranya siap melakukan “konfrontasi terbuka” dengan Ethiopia. Langkah ini akan mereka ambil jika situasi memburuk. Oleh karena itu, dunia kini mendesak kedua negara untuk menahan diri. Tujuannya adalah mencegah perang besar yang dapat melumpuhkan ekonomi Afrika Timur.

Singkatnya, jalur keamanan wilayah ini akan tetap rapuh selama sengketa perbatasan belum usai. Kemampuan diplomasi Uni Afrika menghadapi ujian berat pada 2026. Mereka harus memadamkan konflik sebelum krisis kemanusiaan meluas secara dahsyat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Tuding Aksi Vandalisme sebagai Penyebab
Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump
Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai
Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech
Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi
BGN Evaluasi Motor Listrik, Laptop hingga CCTV untuk Efisiensi Anggaran 2026
Patung Kuda Bakal Dipadati Massa, 50 Ribu Orang Siap Dukung Program MBG
Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:53 WIB

Donald Trump Tuding Aksi Vandalisme sebagai Penyebab

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:49 WIB

Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:44 WIB

Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:28 WIB

Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:42 WIB

Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi

Berita Terbaru

Klaim sabotase di Washington. Presiden Donald Trump menuduh perusak merusak lapisan cat baru Reflecting Pool yang kini mengelupas dan berlumut hijau. Dok: REUTERS/Christian Hartmann

INTERNASIONAL

Donald Trump Tuding Aksi Vandalisme sebagai Penyebab

Minggu, 21 Jun 2026 - 21:53 WIB

Keretakan aliansi sayap kanan. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam keras klaim sepihak Donald Trump mengenai foto bersama di KTT G7 Evian. Dok: (Ludovic MARIN/Pool Photo via AP)

INTERNASIONAL

Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump

Minggu, 21 Jun 2026 - 20:49 WIB

Terobosan di meja perundingan. Amerika Serikat dan Iran resmi mempublikasikan draf kesepakatan damai sementara guna mengakhiri perang dan memulihkan ekonomi dunia. Dok: REUTERS/Stringer

INTERNASIONAL

Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:44 WIB

Kebangkitan robotika Eropa. Berbagai startup Eropa memamerkan inovasi robot humanoid di pameran Vivatech guna mengurangi ketergantungan pada dominasi manufaktur Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:28 WIB

Dominasi mutlak Samurai Blue. Jepang mencetak sejarah baru setelah menggilas Tunisia empat-nol, membuka peluang lebar menuju babak gugur Piala Dunia. Dok: (AP Photo/Matias Delacroix)

INTERNASIONAL

Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi

Minggu, 21 Jun 2026 - 18:42 WIB