Imigrasi Gerebek Apartemen di Batam, 210 WNA Diduga Terlibat Penipuan Investasi Online

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Direktorat Jenderal Imigrasi mengamankan ratusan WNA saat penggerebekan sindikat penipuan investasi online di Apartemen Baloi View, Batam, Kepulauan Riau. (Posnews/Net)

Petugas Direktorat Jenderal Imigrasi mengamankan ratusan WNA saat penggerebekan sindikat penipuan investasi online di Apartemen Baloi View, Batam, Kepulauan Riau. (Posnews/Net)

BATAM, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terus membongkar jaringan penipuan investasi daring yang melibatkan 210 warga negara asing (WNA) di Batam, Kepulauan Riau.

Hingga kini, petugas masih menelusuri kemungkinan keterlibatan warga negara Indonesia (WNI) dalam sindikat internasional tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan, mengatakan penyelidikan masih terus berjalan meski sejauh ini belum ditemukan indikasi keterlibatan WNI.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejauh ini kami belum menemukan keterlibatan WNI. Namun, kami tetap terus mendalami kemungkinan tersebut,” kata Guntur dalam konferensi pers di Batam, Jumat (8/5/2026).

Selain itu, Imigrasi juga memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam jaringan penipuan online tersebut. Untuk memperluas pengusutan, pihak Imigrasi menggandeng kepolisian.

Masuk Indonesia Bertahap Pakai Visa Berbeda

Guntur mengungkapkan, ratusan WNA itu masuk ke Indonesia secara bertahap dengan berbagai jenis izin masuk, mulai dari visa kunjungan, visa on arrival (VoA), visa investor, hingga fasilitas bebas visa.

Baca Juga :  Jelang Demo BEM UI, 21 Orang Diciduk Bawa Molotov dan Petasan Bukan Mahasiswa

Menurut dia, para WNA tersebut tidak datang bersamaan agar aktivitas mereka tidak mudah terdeteksi petugas.

“Sebanyak 210 orang ini masuk secara bertahap, sedikit demi sedikit. Mereka memanfaatkan berbagai fasilitas visa yang tersedia,” ujarnya.

Mayoritas WNA yang diamankan diketahui berasal dari Vietnam. Guntur menjelaskan warga Vietnam memang memiliki fasilitas bebas visa ke Indonesia sehingga mempermudah akses masuk ke wilayah Tanah Air.

Meski begitu, Ditjen Imigrasi akhirnya berhasil melacak keberadaan mereka setelah menerima informasi dari tim pusat dan hasil pengawasan di lapangan.

Terendus dari Aktivitas Mencurigakan di Apartemen

Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yuldi Yusman, menjelaskan aktivitas sindikat ini pertama kali tercium pada April 2026 dari laporan terkait aktivitas mencurigakan di sebuah apartemen di Batam.

Setelah menerima informasi tersebut, tim Imigrasi langsung melakukan pengawasan tertutup selama empat pekan.

Petugas memantau aktivitas para WNA sekaligus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak.

Baca Juga :  Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini, Warga Diminta Siaga

“Hasil pengawasan menunjukkan adanya dugaan aktivitas ilegal yang dilakukan para WNA tersebut,” ujar Yuldi.

Digerebek Saat Pagi Buta

Setelah mengantongi bukti awal yang cukup, tim gabungan akhirnya bergerak pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Sebanyak 60 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penggerebekan secara serentak di dua lokasi berbeda, yakni Apartemen Baloi View dan sebuah rumah di kawasan perumahan elite di Batam.

Dari operasi itu, petugas mengamankan 210 WNA yang diduga terlibat praktik penipuan investasi daring lintas negara.

Saat ini, seluruh WNA tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif.

Sementara itu, aparat terus menelusuri aliran dana, jaringan internasional, serta kemungkinan adanya korban dari praktik penipuan berkedok investasi tersebut.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran investasi online dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat karena berpotensi menjadi modus penipuan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kopassus Klarifikasi Kematian Letda Jihad, Insiden di Gudang Senjata Diusut Denpom
Baru 2 Hari Kenal di Facebook, Ibu di Jember Dianiaya, Motor dan Emas Raib
Korban Sempat Berteriak Stop, Sudah! Pria di Batam Tewas 25 Luka Tusukan
7 ABK WNI Tak Tahu Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamin, Polisi Ungkap Modus Sindikat
Detik-Detik Romli Melawan Buaya yang Menerkam Kakinya Saat Mencari Ikan
Remaja 16 Tahun Tewas Dibacok Sepulang Nonton Persib, Pelaku Ditangkap
Enam Bulan Usai Penembakan Karyawan Freeport, DPO AK Ditangkap di Mimika
Labfor Polda Jatim Periksa 3 TKP Kasus Dini dan Anak, Tungku Api Jadi Sorotan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Kopassus Klarifikasi Kematian Letda Jihad, Insiden di Gudang Senjata Diusut Denpom

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Baru 2 Hari Kenal di Facebook, Ibu di Jember Dianiaya, Motor dan Emas Raib

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Korban Sempat Berteriak Stop, Sudah! Pria di Batam Tewas 25 Luka Tusukan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:11 WIB

7 ABK WNI Tak Tahu Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamin, Polisi Ungkap Modus Sindikat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Detik-Detik Romli Melawan Buaya yang Menerkam Kakinya Saat Mencari Ikan

Berita Terbaru

Festival Sembilan Dewa Kaisar berlangsung meriah di Asia Tenggara. Simak keunikan tradisi jalan bara api dan pola makan vegetarian. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar

Selasa, 27 Okt 2026 - 09:19 WIB

Tren busana Gothic Lolita Jepang kian populer di Eropa. Simak lonjakan penjualan Atelier Pierrot dan kemeriahan acara tea party di Berlin. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:00 WIB