WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Proses rekonsiliasi militer di Timur Tengah kembali mengalami stagnasi hebat. Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat dalam baku tembak di wilayah Teluk, saat analisis intelijen terbaru mengungkapkan bahwa Teheran memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan sebelumnya.
Penilaian CIA menunjukkan bahwa Iran tidak akan menderita tekanan ekonomi yang cukup berat dari blokade pelabuhan AS setidaknya selama empat bulan ke depan. Akibatnya, posisi tawar Washington terhadap Teheran tetap terbatas di saat perang ini mulai kehilangan popularitas di mata pemilih domestik Amerika Serikat.
Kontradiksi Analisis Intelijen dan Kerusakan Ekonomi
Laporan CIA tersebut memicu perdebatan di internal pemerintahan Trump. Namun demikian, seorang pejabat intelijen senior membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai informasi palsu. Menurutnya, blokade tersebut justru sedang memberikan kerusakan sistemik yang nyata.
“Blokade ini memutus jalur perdagangan, menghancurkan pendapatan negara, dan mempercepat keruntuhan ekonomi sistemik Iran,” tegas pejabat tersebut. Di lapangan, militer AS melaporkan telah menyerang dua kapal yang berafiliasi dengan Iran saat mereka mencoba memasuki pelabuhan. Jet tempur AS menargetkan cerobong asap kapal tersebut guna memaksa mereka berbalik arah.
Eskalasi di Selat Hormuz dan Serangan ke UEA
Situasi di Selat Hormuz mencatatkan gejolak terbesar sejak gencatan senjata sebulan lalu. Iran terus memblokade pelayaran non-Iran di jalur yang menguasai seperlima pasokan minyak dunia tersebut. Sebagai respons, Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan serangan udara baru pada Jumat pagi.
Pertahanan udara UEA berhasil mencegat dua rudal balistik dan tiga drone yang meluncur dari wilayah Iran. Insiden ini melukai tiga orang warga sipil. UEA menyebut tindakan ini sebagai “eskalasi besar” setelah Presiden Trump sempat menunda operasi “Project Freedom” untuk mengawal kapal-kapal dagang.
Diplomasi Rubio di Roma: Mengkritik Sikap Sekutu
Di tengah ketegangan militer, Sekretaris Negara Marco Rubio melakukan kunjungan diplomatik ke Roma untuk menemui Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni. Rubio mempertanyakan mengapa Italia dan sekutu lainnya tidak mendukung upaya Washington untuk membuka kembali selat secara paksa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Apakah kalian akan menormalisasi sebuah negara yang mengeklaim kendali atas jalur air internasional?” tanya Rubio kepada wartawan. Ia memperingatkan bahwa pembiaran terhadap tindakan Iran akan menjadi preseden buruk yang akan terulang di berbagai tempat lain di dunia. Rubio menegaskan bahwa Washington masih menanti jawaban resmi Teheran terhadap proposal pengakhiran perang secara formal.
Sanksi Baru: Targetkan Jaringan Drone di China dan Hong Kong
Sembari menempuh jalur diplomasi, Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan finansial. Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi terhadap 10 individu dan perusahaan, termasuk beberapa entitas yang berbasis di China dan Hong Kong.
Entitas-entitas tersebut terbukti membantu militer Iran dalam mengamankan senjata dan bahan baku untuk membangun drone Shahed. Selain itu, Washington mengancam akan menjatuhkan sanksi sekunder terhadap institusi keuangan asing yang masih berhubungan dengan kilang minyak independen China yang membeli minyak ilegal dari Iran. Langkah ini diambil hanya beberapa hari sebelum rencana kunjungan Trump ke Beijing untuk bertemu Presiden Xi Jinping.
Menanti Kepastian di Meja Rundingan
Masa depan konflik ini kini bergantung pada respons yang akan dikirimkan oleh Teheran. Singkatnya, selama isu nuklir dan kontrol Selat Hormuz belum menemui titik temu, risiko perang terbuka tetap membayangi stabilitas energi global.
Dengan demikian, masyarakat internasional terus memantau apakah tekanan sanksi terbaru mampu melunakkan sikap Iran atau justru semakin menjauhkan prospek perdamaian di tahun 2026. Harga minyak Brent sendiri mulai merangkak naik kembali di atas USD 101 per barel menyusul ketidakpastian di perairan Teluk tersebut.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












