WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Harapan untuk mengakhiri konflik terpanjang di Eropa abad ini mulai muncul dari Washington. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pemimpin Rusia dan Ukraina telah menyetujui permintaannya untuk melakukan gencatan senjata selama tiga hari dan pertukaran tawanan massal.
Trump menyampaikan pengumuman tersebut melalui media sosial pada Jumat sore. Ia menyebut penghentian permusuhan ini sebagai “awal dari akhir” perang mematikan yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun.
Gencatan Senjata Hari Kemenangan: 9-11 Mei
Periode gencatan senjata ini akan berlangsung mulai Sabtu hingga Senin mendatang. Momentum tersebut bertepatan dengan perayaan Hari Kemenangan di Rusia, sebuah hari libur nasional yang memperingati kemenangan Uni Soviet atas Jerman Nazi pada Perang Dunia II.
“Saya dengan senang hati mengumumkan adanya gencatan senjata tiga hari (9, 10, dan 11 Mei) dalam perang antara Rusia dan Ukraina,” tulis Trump. Ia menekankan bahwa perayaan ini memiliki makna historis bagi kedua negara karena baik Rusia maupun Ukraina merupakan aktor besar dalam kemenangan Perang Dunia II. Kesepakatan ini mencakup penangguhan seluruh aktivitas militer kinetik di sepanjang garis depan.
Pertukaran 2.000 Tawanan Perang
Poin krusial dalam negosiasi ini adalah pembebasan tawanan perang secara besar-besaran. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Rusia dan Ukraina masing-masing akan membebaskan 1.000 tawanan perang.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkapkan bahwa keputusan Kyiv untuk menyetujui jeda tempur ini didorong oleh aspek kemanusiaan. “Bagi kami, Lapangan Merah tidak lebih penting daripada nyawa tawanan perang Ukraina yang bisa dibawa pulang ke rumah,” tegas Zelenskyy melalui saluran Telegram. Langkah ini sekaligus menjawab tuntutan domestik Ukraina yang menjadikan pemulangan tentara sebagai agenda utama pemerintah.
Perang Saraf Diplomatik: Izin Parade di Red Square
Meskipun gencatan senjata berlaku, ketegangan simbolis tetap terlihat nyata. Segera setelah pengumuman tersebut, Zelenskyy mengeluarkan dekrit kepresidenan formal yang secara retoris “mengizinkan” Rusia untuk menggelar parade militer di Lapangan Merah, Moskow.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dekrit tersebut menyatakan bahwa Lapangan Merah berada di luar jangkauan serangan Ukraina selama acara berlangsung. Langkah Zelenskyy ini bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa militer Ukraina sebenarnya memiliki kemampuan untuk menyerang ibu kota Rusia kapan saja. Namun, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menepis dekrit tersebut dan menyebutnya sebagai “lelucon konyol”. Peskov menegaskan bahwa Rusia tidak membutuhkan izin dari siapa pun untuk merayakan hari bersejarah mereka.
Peran Mediasi AS dan Stagnasi Rubio
Kesepakatan ini tercapai melalui proses diplomasi yang intens di bawah arahan langsung Presiden Trump. Zelenskyy secara khusus berterima kasih kepada tim diplomatik Amerika Serikat atas keterlibatan mereka yang efektif. Ia mendesak Washington untuk memastikan Rusia tetap mematuhi komitmen tersebut selama 72 jam ke depan.
Pengumuman Trump ini muncul hanya beberapa jam setelah Sekretaris Negara Marco Rubio memberikan penilaian yang kontras. Sebelumnya di Roma, Rubio sempat menyatakan bahwa upaya mediasi AS berada dalam kondisi stagnan. Namun, manuver langsung Trump terhadap kedua presiden tampaknya berhasil memecah kebuntuan tersebut pada detik-detik terakhir sebelum peringatan 9 Mei dimulai.
Menuju Perdamaian Permanen?
Gencatan senjata ini menjadi ujian penting bagi kredibilitas diplomatik administrasi Trump di tahun 2026. Meskipun gencatan senjata sebelumnya sering kali runtuh dalam hitungan jam, skala pertukaran tawanan kali ini memberikan optimisme baru bagi penyelesaian konflik secara menyeluruh.
Singkatnya, dunia kini menanti apakah jeda tiga hari ini benar-benar akan menjadi fondasi bagi penghentian perang secara permanen. Keberhasilan implementasi di lapangan selama akhir pekan ini akan menentukan arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Eropa Timur di masa depan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












