Satgas Haji Polri Tetapkan 13 Tersangka Haji Non-Prosedural, 320 Korban Rugi Rp10 Miliar

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir. (Posnews/Ist)

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Satgas Haji dan Umrah Polri menetapkan 13 orang tersangka dalam kasus dugaan penyelenggaraan ibadah haji non-prosedural yang merugikan ratusan calon jemaah di Indonesia.

Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan dari 11 laporan polisi (LP) dan 21 laporan informasi (LI) yang saat ini telah ditangani aparat kepolisian.

Total korban dalam kasus ini mencapai 320 orang, dengan kerugian masyarakat ditaksir sekitar Rp10 miliar.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menegaskan pembentukan Satgas Haji Polri merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada calon jemaah haji.

“Pengawasan dan penegakan hukum ini bukan hanya soal tindakan pidana, tetapi perlindungan negara agar ibadah haji berjalan aman, tertib, dan sesuai aturan,” ujarnya, Selasa (18/5/2026).

Ia menambahkan, Satgas Haji Polri bekerja sama dengan kementerian, lembaga terkait, serta otoritas Arab Saudi untuk mencegah berbagai bentuk penipuan dan penyalahgunaan jalur keberangkatan haji.

Baca Juga :  KPK Kembali Tahan Gus Yaqut di Rutan, Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru

Pencegahan Jadi Fokus Utama

Polri menegaskan bahwa langkah pencegahan dilakukan sejak awal agar masyarakat tidak menjadi korban praktik haji ilegal yang merugikan secara finansial maupun spiritual.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengawasan juga dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir untuk menutup celah penyimpangan dalam proses keberangkatan.

“Kami ingin memastikan masyarakat berangkat dengan prosedur resmi dan aman. Negara wajib hadir untuk mencegah penyalahgunaan niat ibadah demi keuntungan pribadi,” tegas Isir.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran keberangkatan cepat melalui jalur tidak resmi yang kerap digunakan oleh oknum travel ilegal.

Gagalkan Keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta

Dalam operasi terbaru, Satgas Haji Polri bersama Polresta Bandara Soekarno-Hatta dan Imigrasi menggagalkan keberangkatan haji non-prosedural pada 18 Mei 2026.

Pengungkapan ini berawal dari kecurigaan petugas terhadap rombongan penumpang yang diduga berangkat melalui jalur tidak sesuai prosedur.

Baca Juga :  Spesial HUT ke-80 TNI, Tarif Transportasi Umum Rp80 di Jakarta

Awalnya, para WNI tersebut mengaku akan berwisata ke Hainan, Tiongkok, melalui penerbangan Jakarta–Singapura.

Namun, hasil pemeriksaan imigrasi menemukan fakta berbeda. Sebanyak 31 orang diketahui membawa visa kerja Arab Saudi jenis single entry dengan masa berlaku 90 hari.

Modus Gunakan Travel dan Visa Kerja

Setelah dilakukan pendalaman, lima orang mengaku akan diberangkatkan untuk ibadah haji melalui jalur tertentu, sementara lainnya mengaku sebagai wisatawan.

Satu orang berperan sebagai tour leader sekaligus pengelola agen perjalanan yang diduga memfasilitasi perjalanan ilegal tersebut.

Petugas menyita 32 paspor, 32 boarding pass Jakarta–Singapura, dan 31 visa kerja Arab Saudi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Polri menegaskan kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan penyelenggara haji non-prosedural yang diduga beroperasi lintas daerah. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumania: INSP Pastikan Bukan Strain Andes dari Kapal Pesiar
Bareskrim Tahan AKP Deky Jonathan Sasiang, Kasus Narkoba Kutai Barat Terus Dikembangkan
Putin dan Xi Jinping Perkuat Kemitraan Strategis di Hari Jadi ke-25
BNN Gempur Kampung Narkoba, Ungkap Jaringan Aceh-Bogor hingga Transnasional Golden Triangle
Polairud Polda Metro Kembangkan Tambak Pesisir Bekasi, 300 Ribu Benih Udang Ditebar
Krisis Energi Selat Hormuz: India dan Asia Tenggara Pacu Transisi Biofuel
Ilmuwan Ungkap Nagatitan, Dinosaurus Terbesar di Asia Tenggara
China Sepakat Beli Produk Tani AS $17 Miliar dan 200 Pesawat Boeing

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:47 WIB

Rumania: INSP Pastikan Bukan Strain Andes dari Kapal Pesiar

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:05 WIB

Bareskrim Tahan AKP Deky Jonathan Sasiang, Kasus Narkoba Kutai Barat Terus Dikembangkan

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:27 WIB

Putin dan Xi Jinping Perkuat Kemitraan Strategis di Hari Jadi ke-25

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:58 WIB

Satgas Haji Polri Tetapkan 13 Tersangka Haji Non-Prosedural, 320 Korban Rugi Rp10 Miliar

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:44 WIB

BNN Gempur Kampung Narkoba, Ungkap Jaringan Aceh-Bogor hingga Transnasional Golden Triangle

Berita Terbaru

Penyelidikan medis di Arad. Institut Kesehatan Masyarakat Nasional (INSP) Rumania mengonfirmasi satu kasus hantavirus lokal, menegaskan bahwa strain yang ditemukan berbeda dari wabah mematikan di kapal pesiar MV Hondius. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Rumania: INSP Pastikan Bukan Strain Andes dari Kapal Pesiar

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:47 WIB

Pesan persatuan bagi dunia. Presiden Rusia Vladimir Putin memulai kunjungan kenegaraan dua hari ke China guna mempererat kemitraan strategis dan merayakan seperempat abad perjanjian persahabatan dengan Presiden Xi Jinping. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Putin dan Xi Jinping Perkuat Kemitraan Strategis di Hari Jadi ke-25

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:27 WIB