Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenangan bagi hak pilih warga. Hakim federal Boston Denise Casper membatalkan secara permanen aturan bukti kewarganegaraan pemilih yang Donald Trump usulkan. Dok: Istimewa.

Kemenangan bagi hak pilih warga. Hakim federal Boston Denise Casper membatalkan secara permanen aturan bukti kewarganegaraan pemilih yang Donald Trump usulkan. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump membawa kabar optimistis mengenai konflik Timur Tengah. Ia menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran kini hampir mencapai titik akhir. Oleh karena itu, peluang untuk menghentikan perang yang telah berlangsung selama dua bulan ini semakin besar.

Trump menyampaikan pengumuman tersebut melalui media sosial pada hari Sabtu. Selain itu, ia mengaku telah berkomunikasi secara intensif dengan para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, Bahrain, dan Israel. Ia menyebut langkah ini sebagai fondasi kuat untuk menuju perdamaian.

Memorandum Saling Pengertian demi Perdamaian

Trump mendeskripsikan draf kesepakatan tersebut sebagai “Memorandum Saling Pengertian demi Perdamaian.” Dokumen ini membutuhkan persetujuan final dari Amerika Serikat, Iran, dan beberapa negara mitra lainnya. Meskipun demikian, Trump belum merinci kapan pengumuman resmi akan disampaikan kepada publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, proposal ini secara garis besar bertujuan untuk mengakhiri permusuhan secara formal. Namun, draf tersebut tidak secara eksplisit membahas program nuklir Iran dan pengayaan uranium. Teheran sebelumnya memang meminta pembahasan mengenai nuklir ditunda hingga tahap perundingan berikutnya.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal di Tanah Abang, Ribuan Pil Disita

Peran Kunci Mediator: Pakistan dan Qatar

Proses mediasi saat ini melibatkan aktor regional yang sangat aktif. Pakistan menjadi saluran komunikasi utama sejak mereka menjamu perundingan perdamaian bulan lalu. Di samping itu, Qatar juga mengirimkan tim negosiasi khusus ke Teheran untuk membantu menjembatani perbedaan pendapat.

Bahkan, sumber diplomatik menyebutkan bahwa kesepakatan ini mencakup beberapa poin strategis. Poin tersebut meliputi pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, pencabutan sanksi AS terhadap Iran, dan penyelesaian sengketa aset yang dibekukan. Oleh karena itu, mediator berharap draf ini dapat segera membawa stabilitas bagi pasar energi dunia yang tergoncang akibat perang.

Ancaman Sanksi dan Skeptisisme Teheran

Iran memberikan respons yang cukup berhati-hati terhadap usulan Washington. Dalam hal ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa diplomasi memerlukan waktu yang tidak sebentar. Selain itu, Teheran masih menaruh curiga terhadap konsistensi Amerika Serikat dalam perundingan.

Di sisi lain, militer Iran melalui Ketua Komite Keamanan Nasional, Ebrahim Rezaei, mengecam langkah Washington. Ia menuding AS sedang menyiapkan serangan baru di balik layar diplomasi. Rezaei menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran siap memberikan respons militer yang pahit bagi siapa pun yang mencoba menyerang wilayah mereka.

Baca Juga :  Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia

Dampak Ekonomi Global dan Pemilu AS

Perang ini terus membebani ekonomi global. Harga minyak mentah Brent terus berfluktuasi tajam sejak Maret. Harga energi yang tinggi memicu inflasi di banyak negara dan menekan pertumbuhan ekonomi dunia.

Bagi Presiden Trump, tekanan domestik semakin menguat. Pasalnya, data jajak pendapat menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadapnya mencapai titik terendah. Isu harga bahan bakar menjadi faktor penentu dalam pemilihan kongres pada bulan November mendatang. Maka dari itu, keberhasilan mencapai kesepakatan damai merupakan kebutuhan politis yang mendesak bagi pemerintahan Trump saat ini.

Menanti Keputusan Final

Dunia kini menanti detail akhir dari memorandum perdamaian tersebut. Singkatnya, keberhasilan kesepakatan ini akan mengakhiri dua bulan pertempuran yang telah merenggut ribuan nyawa.

Dengan demikian, masyarakat internasional berharap agar kedua pihak mampu menurunkan ego mereka. Di tahun 2026 yang penuh gejolak ini, perdamaian di Selat Hormuz menjadi kunci utama untuk memulihkan stabilitas rantai pasok global dan menurunkan tekanan inflasi yang dirasakan oleh warga dunia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay
Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu
Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus
Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle
Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang
Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun
Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan
Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:30 WIB

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang

Berita Terbaru