Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyerukan pembunuhan 30 hingga 40 warga Gaza setiap malam Dok: Istimewa.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyerukan pembunuhan 30 hingga 40 warga Gaza setiap malam Dok: Istimewa.

PARIS, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Prancis mengambil langkah diplomatik tegas terhadap seorang pejabat tinggi Israel. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengumumkan larangan masuk bagi Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, ke wilayah Prancis pada hari Sabtu.

Keputusan ini mencerminkan kemarahan pemerintah global atas perlakuan terhadap aktivis bantuan Gaza yang sedang ditahan. Oleh karena itu, Paris tidak lagi memberikan ruang bagi pejabat yang dianggap mencederai martabat kemanusiaan.

Respon Atas Video Provokasi

Pemerintah Barat mengekspresikan kemarahan besar setelah Ben-Gvir mengunggah video di media sosial. Video tersebut memperlihatkan dirinya sedang mengolok-olok para aktivis flotilla yang sedang ditahan oleh kepolisian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, beberapa aktivis mengeklaim pihak keamanan melakukan penganiayaan fisik selama masa penahanan. Meskipun demikian, Israel membantah tuduhan tersebut secara resmi. Zivan Freidin, juru bicara Layanan Penjara Israel, menyebut seluruh tuduhan itu “sangat palsu dan tidak memiliki dasar fakta.”

Baca Juga :  Bagaimana Teknologi 2026 Mendeteksi Kehidupan di Luar Tata Surya?

Desakan Sanksi Uni Eropa

Barrot tidak berhenti pada larangan masuk sepihak. Di samping itu, ia mendesak seluruh negara anggota Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi serupa terhadap Ben-Gvir.

“Saya meminta Uni Eropa untuk memberikan sanksi kepada Itamar Ben-Gvir,” tulis Barrot dalam platform X. Sebagai langkah tindak lanjut, otoritas Italia dan beberapa negara lainnya juga mulai memanggil utusan diplomatik Israel. Mereka menuntut penjelasan resmi mengenai standar perlakuan terhadap para aktivis bantuan kemanusiaan tersebut.

Ketegangan di Kabinet Israel

Tindakan Ben-Gvir menuai kecaman dari internal pemerintahan Israel sendiri. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegur keras sang menteri secara terbuka. Netanyahu menilai perilaku Ben-Gvir tidak sejalan dengan norma dan nilai-nilai negara Israel.

Baca Juga :  Mobil HR-V Hantam Depot Air di Grogol, Pejalan Kaki Terseret dan Luka Parah

Namun, Ben-Gvir tidak tinggal diam. Ia menyerang balik Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, di parlemen. Ben-Gvir menuduh Saar tunduk kepada pihak teroris. Ia juga menegaskan bahwa permintaan maaf kepada para aktivis hanya akan menunjukkan tanda kelemahan bagi posisi Israel saat ini.

Konteks Operasi Flotilla Gaza

Aktivis meluncurkan kapal bantuan dari Turki minggu lalu untuk menembus blokade Gaza. Angkatan Laut Israel kemudian mencegat kapal-kapal tersebut di perairan internasional. Pihak Israel menganggap misi tersebut hanyalah “aksi publisitas untuk mendukung Hamas.”

Walaupun demikian, para aktivis menolak tuduhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa misi mereka murni bertujuan untuk menarik perhatian dunia terhadap krisis kemanusiaan di Gaza. Maka dari itu, ketegangan ini menempatkan diplomasi Israel dalam posisi yang semakin sulit di panggung internasional.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati
Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali
Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan
Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Berita Terbaru