DOHA, POSNEWS.CO.ID β Upaya perdamaian di Timur Tengah memasuki babak penting di Doha. Menteri Luar Negeri Iran dan kepala negosiator mereka mengadakan pertemuan strategis dengan Perdana Menteri Qatar. Mereka membahas potensi kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung tiga bulan.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan optimisme bahwa diplomasi akan berhasil. Namun, ia mengingatkan bahwa Washington tetap menyiapkan opsi lain jika perundingan menemui jalan buntu.
Proposal Bertahap: Nuklir dan Selat Hormuz
Proposal terbaru yang Iran ajukan menawarkan penghentian perang secara total. Teheran bersedia membuka kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari paket perdamaian. Namun, Iran menuntut penundaan pembahasan program nuklir hingga konflik benar-benar usai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Washington menolak skema tersebut. AS bersikeras bahwa isu nuklir harus menjadi prioritas sejak awal negosiasi. Saat ini, Iran terus memperkaya uranium hingga mendekati standar senjata militer. Oleh karena itu, Amerika Serikat menuntut jaminan transparan agar Iran tidak mengembangkan senjata nuklir di masa depan.
Reaksi Pasar: Harga Minyak Dunia Merosot
Kabar optimis mengenai dialog di Doha langsung mengguncang pasar komoditas. Harga minyak mentah Brent sempat merosot tajam hingga 4% ke level terendah dalam dua minggu terakhir. Investor menyambut baik prospek berakhirnya perang yang selama ini mengganggu rantai pasok energi dunia.
Meskipun demikian, volatilitas pasar masih tinggi. Harga minyak kembali naik sedikit di atas level USD 100 per barel pada penutupan perdagangan. Hal ini mencerminkan keraguan investor terhadap konsistensi kedua pihak dalam menyelesaikan perselisihan yang rumit.
Peran Kunci Mediator dan Tekanan Politik
Dinamika perundingan ini sangat bergantung pada peran mediator. Pakistan terus memainkan peran vital dalam menyambungkan komunikasi antara Washington dan Teheran. Selain itu, Qatar aktif menjembatani perbedaan pendapat guna mencegah eskalasi militer yang lebih merusak.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump menghadapi tekanan politik yang sangat besar. Pemilihan kongres akan berlangsung dalam enam bulan ke depan. Lonjakan harga bahan bakar di Amerika Serikat telah menekan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan. Maka dari itu, keberhasilan mencapai kesepakatan damai menjadi kebutuhan politis yang mendesak bagi Trump guna menjaga dominasi Partai Republik di Kongres.
Menanti Kepastian Teheran
Masyarakat internasional kini menanti langkah teknis selanjutnya dari Teheran. Iran saat ini sedang meninjau draf usulan terbaru dari Amerika Serikat. Singkatnya, keberhasilan mediasi ini akan menjadi kunci utama dalam mencegah krisis ekonomi global yang lebih luas.
Dengan demikian, masyarakat global berharap kedua pihak mampu menurunkan ego mereka. Di tahun 2026 yang penuh gejolak ini, perdamaian di Selat Hormuz menjadi kunci utama untuk memulihkan stabilitas rantai pasok global dan menurunkan tekanan inflasi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












