Donald Trump Mengaku Sangat Menyukai Inflasi AS

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenangan bagi hak pilih warga. Hakim federal Boston Denise Casper membatalkan secara permanen aturan bukti kewarganegaraan pemilih yang Donald Trump usulkan. Dok: Istimewa.

Kemenangan bagi hak pilih warga. Hakim federal Boston Denise Casper membatalkan secara permanen aturan bukti kewarganegaraan pemilih yang Donald Trump usulkan. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengejutkan publik dengan memberikan tanggapan optimistis atas laporan inflasi terbaru. Sebab, ia tanpa ragu menyatakan kecintaan yang mendalam terhadap fenomena kenaikan harga barang tersebut.

Lembaga statistik pemerintah baru saja merilis data Indeks Harga Konsumen untuk bulan Mei. Akibatnya, data tersebut menunjukkan bahwa inflasi nasional melonjak hingga menyentuh angka 4,2 persen. Namun, Trump justru memberikan pujian yang mengejutkan terhadap angka inflasi yang sangat tinggi tersebut.

Reaksi Keras Kubu Demokrat

Pernyataan kontroversial Trump tersebut langsung memicu kemarahan besar dari para politisi Partai Demokrat di Kongres. Oleh karena itu, mereka segera menyebarkan rekaman video ucapan presiden tersebut ke berbagai media sosial.

Pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, menilai ucapan Trump membuktikan ketidakpedulian nyata terhadap kesulitan rakyat kecil. Sementara itu, Pemimpin Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, melontarkan sindiran yang tidak kalah tajam kepada Trump. Menurutnya, Trump mencintai inflasi sama besarnya dengan kecintaan sang presiden terhadap diri sendiri.

Misi Rahasia di Selat Hormuz

Trump berdalih bahwa perang melawan Iran merupakan pemicu utama dari lonjakan harga energi saat ini. Meskipun begitu, ia mengklaim bahwa pemerintah telah menjalankan misi militer rahasia untuk mengatasi krisis tersebut.

Trump menjelaskan bahwa pasukan militer Amerika Serikat sukses mengawal pengiriman 100 juta barel minyak mentah. Dengan demikian, armada kapal dagang dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman dari ancaman militer Iran. Akibatnya, pasokan tambahan ini berhasil menurunkan harga minyak dunia hingga berada di bawah 90 dolar AS per barel.

Baca Juga :  Erupsi Gunung Dukono Hari Ini: Puluhan Pendaki Tersesat dan Terluka, 2 WNA Dievakuasi

Penurunan Daya Beli Warga

Pihak oposisi tetap meragukan keabsahan data klaim pengiriman minyak mentah secara rahasia dari Trump tersebut. Sebab, para pelaku pasar finansial justru menunjukkan sikap yang sangat hati-hati terhadap pernyataan sepihak pemerintah.

Juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, menegaskan bahwa pemerintah terus mengupayakan penurunan biaya hidup warga. Namun, pengamat ekonomi menilai daya beli masyarakat Amerika Serikat tetap mengalami penurunan yang sangat parah. Pada akhirnya, ketidakpastian ekonomi ini terus membayangi posisi politik Partai Republik menjelang pemilihan umum paruh waktu.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS
Gelombang Fitur AI Interaktif Ubah Pengalaman Membaca
Langkah Diplomasi Presiden Sharaa: Suriah Upayakan Perjanjian
Hujan Rudal Balistik dan Drone Rusia Gempur Kyiv
Militer Myanmar Tingkatkan Serangan Udara dan Pembantaian
Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay
Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:31 WIB

Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:30 WIB

Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:30 WIB

Gelombang Fitur AI Interaktif Ubah Pengalaman Membaca

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:24 WIB

Langkah Diplomasi Presiden Sharaa: Suriah Upayakan Perjanjian

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:20 WIB

Hujan Rudal Balistik dan Drone Rusia Gempur Kyiv

Berita Terbaru