Trump Ancam Serang Oman Jika Bantu Iran

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ancaman mengejutkan bagi sekutu. Presiden Donald Trump memperingatkan Oman agar tidak memihak Iran dalam rencana penarikan retribusi kapal dagang di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

Ancaman mengejutkan bagi sekutu. Presiden Donald Trump memperingatkan Oman agar tidak memihak Iran dalam rencana penarikan retribusi kapal dagang di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan ancaman militer yang sangat keras kepada Oman. Ia menyampaikan langkah mengejutkan ini dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada hari Rabu.

Trump menegaskan bahwa pemerintah Oman harus segera bersikap patuh. Sebab, militer AS siap menghancurkan negara tersebut jika mereka nekat bersekutu dengan Iran. Selain itu, ia menolak keras usulan kesepakatan jangka pendek mengenai pengelolaan Selat Hormuz.

“Selat tersebut harus tetap terbuka bagi semua pihak,” ujar Trump kepada wartawan. Dengan demikian, ia menegaskan bahwa wilayah perairan tersebut merupakan jalur internasional. Oleh karena itu, Oman harus menaati aturan navigasi internasional seperti negara lainnya.

Kebingungan dan Dugaan Salah Ucap

Pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait ancaman tersebut. Sementara itu, beberapa pengamat menduga presiden berusia 79 tahun itu salah menyebut nama negara. Kemungkinan besar, ia sebenarnya berniat merujuk kepada Iran dan bukan Oman.

Sebelumnya, Trump juga sempat keliru menyamakan Iran dengan Venezuela. Sebagai contoh, ia mengeklaim negara Amerika Selatan tersebut tidak lagi memiliki kekuatan militer laut. Padahal, ia biasa menggunakan kalimat sindiran tersebut khusus untuk menggambarkan kondisi militer Iran.

Peran Strategis Oman dan Retribusi Iran

Oman sebenarnya merupakan sekutu pertahanan yang sangat vital bagi Amerika Serikat. Selama ini, Muscat aktif membantu upaya mediasi konflik regional dan bahkan sering mengalami serangan dari pihak Iran. Meskipun demikian, Departemen Luar Negeri AS tetap mengunggah rekaman pidato Trump tersebut tanpa koreksi.

Baca Juga :  PM Denmark Akui Ambisi AS Caplok Greenland Masih Membara

Iran sendiri terus berupaya menerapkan aturan baru secara paksa di Selat Hormuz. Secara spesifik, Tehran ingin menarik tarif upeti bagi setiap kapal dagang yang melintas. Selanjutnya, mereka berencana membagi keuntungan retribusi ilegal tersebut bersama pihak Oman.

Kekecewaan Trump atas Negosiasi yang Macet

Trump tampaknya semakin frustrasi karena proses negosiasi damai kembali menemui jalan buntu. Padahal, ia sebelumnya sempat mengeklaim bahwa kesepakatan damai sudah sangat dekat. Akibatnya, ketegangan geopolitik di jalur pasokan energi dunia ini kini kembali memanas dalam waktu singkat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ORI 2021–2026 Dinilai Paling Bermasalah, Jimly Ungkap Ada Ketidakkompakan Pimpinan
Ditjenpas Beri Remisi untuk 560 Narapidana Lansia, Jawa Barat Terbanyak
Misteri Kematian WN Korea Selatan di Tambun Terungkap, Polisi Amankan Pelaku
Rampok Toko Emas Pasar Pucung Dibekuk Warga, Wajah Pelaku Babak Belur
Rudal Balistik Jadi Andalan Terakhir Putin: Zelenskyy Desak Trump
Trump Tolak Laporan Draf Damai Sepihak Iran
8 Orang Diciduk Polisi dalam Razia Narkoba Jakarta Pusat
PBB Sebut Suhu Global Berpeluang Lewati Ambang Batas

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:57 WIB

ORI 2021–2026 Dinilai Paling Bermasalah, Jimly Ungkap Ada Ketidakkompakan Pimpinan

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:06 WIB

Ditjenpas Beri Remisi untuk 560 Narapidana Lansia, Jawa Barat Terbanyak

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:46 WIB

Misteri Kematian WN Korea Selatan di Tambun Terungkap, Polisi Amankan Pelaku

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:39 WIB

Rampok Toko Emas Pasar Pucung Dibekuk Warga, Wajah Pelaku Babak Belur

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:18 WIB

Rudal Balistik Jadi Andalan Terakhir Putin: Zelenskyy Desak Trump

Berita Terbaru

Menepis dominasi udara Rusia. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengirim surat bersama kepada Donald Trump dan Kongres AS guna meminta bantuan mendesak pasokan rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Rudal Balistik Jadi Andalan Terakhir Putin: Zelenskyy Desak Trump

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:18 WIB